www.bisnistoday.co.id
Selasa , 9 Desember 2025
Home BURSA & KORPORASI Bursa Turunnya Saham Sektor Transportasi dan Logistik Dorong Penurunan IHSG
BursaBURSA & KORPORASI

Turunnya Saham Sektor Transportasi dan Logistik Dorong Penurunan IHSG

ihsg melemah
IHSG pada perdagangan Senin (15/07) ditutup melemah
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (13/69) ditutup melemah 3,36 poin ke posisi 6.719,01. Sementara indeks LQ45 trunn 0,14 poin ke posisi 952,58. Pelemahan seiring turunnya saham-saham sektor logistik dan transportasi.

Pada perdagangan hari ini IHSG bergerak variatif seiring katalis positif penjualan ritel tumbuh positif pada April 2023, dimana Bank Indonesia (BI) melaporkan survei Indeks Penjualan Ritel (IPR) tercatat sebesar 242,9 atau secara tahunan tumbuh sebesar 1,5 persen (yoy).

Hal tersebut semakin memberikan keyakinan terhadap pelaku pasar dan investor bahwa perekonomian Indonesia akan tetap mampu bertahan di tengah ketidakpastian yang terjadi pada tahun ini dan bahkan justru terus membuka peluang bagi ekonomi untuk tetap mampu bertahan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, dua sektor meningkat dimana sektor barang konsumen non primer paling tinggi yaitu 0,39 persen, diikuti sektor kesehatan yang naik sebesar 0,23 persen.

Sedangkan, sembilan sektor terkoreksi yaitu sektor transportasi & logistik turun paling dalam minus 1,21 persen, diikuti sektor barang baku dan sektor barang konsumen primer yang turun minus 0,92 persen dan 0,78 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu PTMP, BSML, TAYS, SAME dan ADHI. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni KLAS, SAGE, KAYU, MAXI dan VTNY.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.529.559 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 20,62 miliar lembar saham senilai Rp9,91 triliun. Sebanyak 237 saham naik, 291 saham menurun, dan 219 tidak bergerak nilainya.\

Bursa Regional

Sementara bursa regional Asia cenderung bergerak menguat, di tengah pelaku pasar menantikan laporan inflasi Amerika Serikat (AS) dan pertemuan The Federal Reserve (The Fed) yang di mulai pada hari ini.

Tm Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Selasa (13/6) menyebutkan, pelaku pasar merespons positif terkait kebijakan bank sentral China, yang secara tidak terduga memangkas suku bunga kebijakan jangka pendek yang bertujuan untuk membantu pemulihan ekonomi, yaitu 7- Day Reverse Repurchase Rate sebesar 10 basis poin menjadi 1,9 persen, dari sebelumnya 2 persen.

Keputusan tersebut sebagai upaya bank sentral China untuk memulihkan ekonomi mereka, karena menghadapi data ekonomi yang mengecewakan setelah gagal mendapatkan momentum saat pembukaan kembali Covid-19

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 584,60 poin atau 1,80 persen ke 33.018,60, indeks Hang Seng menguat 117,10 poin atau 0,60 persen ke 19.521,42, indeks Shanghai menguat 4,84 poin atau 0,15 persen ke 3.233,67, dan indeks Strait Times melemah 6,67 poin atau 0,21 persen ke 3.189.40./

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Kirim Bantuan ke Wilayah Terdampak Bencana di Sumatera Utara dan Sumatera Barat

JAKARTA, Bisnistoday –  Sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial, PT Asuransi...

Bursa

Dibekali Teknologi AI, Analisis Pasar Saham Kini Bisa Secepat Kilat

JAKARTA, Bisnistoday - Dunia investasi dan trading multi-aset di Indonesia kini memasuki...

GEDUNG BEI
Bursa

Pasar Tunggu Rilis PDB Kuartal III, IHSG Berpeluang Mananjak Akhir Tahun

JAKARTA, Bisnistoday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir Oktober...

Mirae Asset Sekuritas
Bursa

Hadapi Dinamika Makroekonomi, Mirae Asset Tawarkan Lima Strategi Baru Lewat MAIA

JAKARTA, Bisnistoday – Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya volatilitas pasar, PT Mirae...