www.bisnistoday.co.id
Kamis , 2 Juli 2026
Home EKONOMI Wamendag Tinjau Penerapan Digitalisasi di Pasar Wonokromo
EKONOMI

Wamendag Tinjau Penerapan Digitalisasi di Pasar Wonokromo

Wamendag Jerry Sambuaga pelaksanaan protokol kesehatan dan penerapan digitalisasi pasar rakyat di Pasar Wonokromo, Kota Surabaya, Jawa Timur, Selasa (7/12).
Social Media

SURABAYA, Bisnistoday – Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga bersama Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau pelaksanaan protokol kesehatan dan penerapan digitalisasi pasar rakyat di Pasar Wonokromo, Kota Surabaya, Jawa Timur, Selasa (7/12). Implementasi aplikasi PeduliLindungi di pasar rakyat sangat mendukung operasional pasar rakyat sebagai tempat masyarakat berbelanja sekaligus berkontribusi mengurangi risiko penyebaran Covid-19. 

“Pemerintah terus menjaga pertumbuhan ekonomi nasional di masa pandemi Covid-19 dengan memberikan perhatian lebih kepada pasar rakyat dan pedagang di pasar rakyat. Pasar rakyat harus tetap terus beroperasi dan menggerakkan sektor perdagangan melalui program digitalisasi pasar rakyat, termasuk melalui penerapan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), serta pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat,” jelas Wamendag Jerry. 

Dalam kunjungannya, Wamendag juga melakukan uji coba secara langsung pembayaran menggunakan QRIS dengan pedagang pasar. “Pada pelaksanaannya, pembayaran nontunai menggunakan QRIS sangat efektif dan efisien. Ke depan, pemerintah akan memastikan sistem pembayaran digitalisasi ini diterapkan di lebih banyak pasar rakyat,” terang Wamendag. 

Beberapa pedagang di Pasar Wonokoromo, khususnya pedagang bahan pokok, sudah menggunakan metode pembayaran digital QRIS bekerja sama dengan beberapa bank seperti BNI, BRI, dan BCA. Saat ini, sebanyak 225 pedagang, atau 17,30 persen dari total 1.300 pedagang yang telah menggunakan QRIS. Selain itu, pengelola pasar juga terus melakukan sosialisasi sistem pembayaran QRIS kepada para pedagang lainnya. 

Selain meninjau penerapan prokes dan digitalisasi pasar di Pasar Wonokromo, Wamendag juga memantau sejumlah harga barang kebutuhan pokok di pasar tersebut. Hasil pantauan menunjukkan harga terkendali. 

Beras medium terpantau di Rp10.000—11.000/kg, beras premium Rp14.000/kg, gula pasir Rp12.500/kg, daging ayam Rp34.000/kg, daging sapi Rp115.000/kg, telur ayam ras Rp34.000/kg, bawang merah Rp28.000/kg, bawang putih honan Rp25.000/kg, bawang putih kating Rp26.000/kg, cabe merah keriting Rp55.000/kg, cabe rawit merah Rp60.000/kg, dan cabe merah besar Rp40.000/kg. 

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Demam Piala Dunia di Bangladesh (dok: EFE/Mundo Deportivo)
EKONOMISport & Health

Bangladesh Kecipratan Cuan Piala Dunia

JAKARTA, Bisnistoday – Bangladesh memang tidak ikut serta di Piala Dunia 2026,...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Pengemudi Ojol Roda Dua Resmi Berstatus Pelaku Usaha Mikro

JAKARTA, Bisnistoday – Mulai 1 Juli 2026 pengemudi ojek online (ojol) roda...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Agrinas Palma Gandeng Pertamina Power, Reaktivasi Biodiesel dan Bangun Pabrik Bioetanol

JAKARTA, Bisnistoday - PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) gandeng PT Pertamina Power...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Koperasi Masuk Sektor Strategis, Peluang Mahasiswa Berwirausaha

JAKARTA, Bisnistoday - Koperasi masa kini telah merambah berbagai sektor strategis, dari...