JAKARTA, Bisnistoday – Musim hujan membawa tantangan serius bagi pengemudi, salah satunya fenomena aquaplaning yang sering tak disadari. Kondisi ini terjadi saat ban kehilangan traksi akibat genangan air, membuat kendaraan sulit dikendalikan.
Data Korlantas Polri 2024 mencatat lebih dari 103 ribu kecelakaan di jalan raya, dengan 23 ribu korban jiwa. Ribuan kasus di antaranya terjadi di jalan basah, menurut laporan Pusiknas Polri, menunjukkan betapa seriusnya ancaman aquaplaning.
Aquaplaning muncul saat air menumpuk di jalan, membentuk lapisan tipis antara ban dan aspal. Dalam sekejap, kendaraan kehilangan kendali karena ban tidak lagi mampu mencengkeram permukaan jalan.
Arie Christopher, CEO Subaru Indonesia, menegaskan pentingnya kewaspadaan pengemudi di musim hujan. “Teknologi kendaraan membantu, tetapi keselamatan dimulai dari kewaspadaan pengemudi,” ujar Arie dalam keterangannya, Selasa (14/10/2025).
Untuk mencegah aquaplaning, pengemudi disarankan menurunkan kecepatan dan menjaga jarak aman saat jalan basah. Memastikan kondisi ban optimal dan menghindari pengereman mendadak juga krusial untuk menjaga kendali.
Pemeriksaan tapak ban secara rutin menjadi langkah pencegahan yang sederhana namun efektif. Menyalakan lampu utama saat hujan dan mengenali pola genangan air di jalan dapat meningkatkan keselamatan berkendara.
Wilayah perkotaan seperti Tangerang dan Jakarta rawan genangan air, terutama di ruas jalan padat. Kesadaran pengemudi terhadap risiko aquaplaning menjadi kunci untuk meminimalkan bahaya di musim hujan. Dengan perawatan kendaraan yang baik dan sikap hati-hati, pengemudi dapat melindungi diri dari ancaman aquaplaning.




