www.bisnistoday.co.id
Minggu , 17 Mei 2026
Home GLOBAL Wabah Ebola Merebak di Kongo dan Uganda
GLOBALHumaniora

Wabah Ebola Merebak di Kongo dan Uganda

WHO menyarankan isolasi segera terhadap kasus yang dikonfirmasi, hanya mengizinkan perjalanan domestik terbatas, dan tidak ada perjalanan internasional hingga 21 hari setelah terpapar.

Anak-anak di Uganda (dok: Unsplash/Jeff Ackley)
Anak-anak di Uganda (dok: Unsplash/Jeff Ackley)
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah Ebola merebak di Republik Demokratik Kongo (DRC) dan Uganda, dan menyebut fenomena itu sebagai darurat kesehatan masyarakat yang perlu menjadi perhatian internasional.

Badan tersebut melaporlan, lebih dari 300 kasus yang diduga Ebola dengan 88 kematian.  Dalam unggahan media sosial pada Minggu (17/5/2-26), Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan wabah tersebut belum memenuhi kriteria darurat pandemi, tetapi negara-negara tetangga berisiko tinggi terhadap penyebaran lebih lanjut.

Al Jazeera melaporkan otoritas kesehatan PBB itu telah mengkonfirmasi bahwa wabah saat ini disebabkan oleh penyakit virus Bundibugyo (BVD), jenis penyakit Ebola langka yang belum memiliki terapi atau vaksin resmi. Meskipun lebih dari 20 wabah Ebola telah terjadi di DRC dan Uganda, ini baru ketiga kalinya BVD dilaporkan.

WHO mengatakan wabah tersebut bisa jauh lebih besar, mengingat tingkat positif yang tinggi dari sampel awal dan meningkatnya jumlah kasus yang diduga dilaporkan.

“Kongo menyumbang semua kasus kecuali dua, yang keduanya dilaporkan di negara tetangga Uganda,” kata WHO.

Para pejabat pertama kali melaporkan penyebaran virus di provinsi Ituri, bagian timur Kongo, dekat Uganda dan Sudan Selatan, pada Jumat. Keesokan harinya,  Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (ACDCP) melaporkan 336 kasus yang diduga dan 87 kematian.

Pada Sabtu, Pemeritah Uganda mengkonfirmasi satu kasus yang disebut berasal dari Kongo. Mereka  mengatakan pasien tersebut meninggal di sebuah rumah sakit di ibu kota Uganda, Kampala.

WHO kemudian mengkonfirmasi kasus kedua telah dilaporkan di Kampala, menambahkan bahwa kedua kasus tersebut tampaknya tidak terkait dan kedua pasien telah melakukan perjalanan dari DRC.

Awasi perbatasan

Wabah ebola di Kongo dan Uganda menimbulkan risiko kesehatan masyarakat bagi negara-negara tetangga, kata badan kesehatan PBB itu, seraya menyarankan mereka untuk mengaktifkan mekanisme manajemen bencana dan darurat nasional,serta memeriksa lintas batas.

WHO menyarankan isolasi segera terhadap kasus yang dikonfirmasi, hanya mengizinkan perjalanan domestik terbatas, dan tidak ada perjalanan internasional hingga 21 hari setelah terpapar.

ACDCP juga mendesak negara-negara untuk tidak menutup perbatasan mereka atau membatasi perjalanan dan perdagangan, karena hal ini dapat menyebabkan orang dan barang melintas tanpa pengawasan.

Menurut ACDP, virus yang seringkali fatal dan sangat menular in ( yang menyebabkan demam, nyeri badan, muntah, dan diare) menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi, bahan yang terkontaminasi, atau mereka yang telah meninggal karena penyakit tersebut.//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Perang AS-Israel vs Iran (Ilustrasi:Unsplash/Siafee Art)
EnergiGLOBAL

Apapun Risikonya, Iran Siap Lanjutkan Perang dengan AS

JAKARTA, Bisnistoday – Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mengatakan Iran tetap siap...

Peserta Kirab
Humaniora

345 Petugas Kebersihan Disiagakan untuk Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda 2026

BANDUNG, Bisnistoday -Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung menyiagakan 345 personel kebersihan...

Rektor Universitas Mercu Buana, Prof. Dr. Andi Adriansyah, M.Eng.,
Humaniora

Wisuda Universitas Mercu Buana : Pendidikan  Fondasi Karakter dan Jalan Meningkatkan Kualitas Hidup

JAKARTA, Bisnistoday,- Universitas Mercu Buana menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda Diploma ke-60,...

Seseorang mengibarkan Bendera Palestina (dok:Unsplash/Ahmed Abu Hameeda)
GLOBALIndepth

Nakba, Luka Sejarah Palestina, dan Amnesia Politik Amerika

JAKARTA, Bisnistoday - Pada 1948, ribuan warga Palestina diusir paksa dari tanah...