BANDUNG, Bisnistoday – Berawal dari tugas kuliah, Vini Nuraeni (28) bersama saudara kembarnya Vina Nurjanah dan rekannya Ahmad Affandi berhasil mengembangkan camilan tradisional khas Garut Selatan hingga masuk ke puluhan gerai minimarket di Bandung. Produk tersebut diberi nama Jetrek Cerewet.
Sebagai informasi Jetrek merupakan kudapan asli Garut, tepatnya Garut Selatan, terbuat dari bahan utamanya tepung beras, tepung kanji, dan parutan kelapa yang diolah secara tradisional.
Berbeda dengan jetrek pada umumnya yang keras, Vini dan timnya melakukan inovasi sehingga produknya lebih renyah dan gurih tanpa menggunakan micin.
“Jadi rasa gurihnya Jetrek itu dari kelapa, itu juga yang membedakan produk cemilan kita dengan yang lain,” kata Vini, ditemui di Bandung, Minggu (17/5/2026).
Baca juga: Kementerian UMKM Gandeng BP Batam dan BRI Perkuat UMKM di Kawasan Perdagangan Bebas
Seiring berkembangnya usaha, Vini mengaku mendapat banyak dukungan dari Rumah BUMN BRI. Sejak bergabung pada 2022, ia aktif mengikuti berbagai pelatihan yang diberikan untuk pelaku UMKM.

“Sebagai UMKM pemula kami sangat terbantu. Di Rumah BUMN kami diajarkan strategi penjualan, pencatatan keuangan, sampai cara mengembangkan usaha,” ujar Vini.
Menurutnya, pelatihan tersebut sangat membantu terutama dalam mengelola keuangan usaha agar lebih tertata. Selain itu, pelaku UMKM binaan juga mendapat kesempatan mengikuti berbagai pameran dan membuka jaringan usaha baru.
Tak hanya pelatihan, program Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI juga dinilai menjadi solusi permodalan bagi UMKM. Vini menilai proses pengajuan KUR cukup mudah dengan bunga rendah sehingga membantu pelaku usaha untuk berkembang.
“KUR sangat membantu UMKM karena bunganya ringan dan proses pengajuannya mudah,” katanya.
Meski saat ini Jetrek Cerewet masih berkembang menggunakan modal pribadi dan investor, Vini mengaku pernah memanfaatkan KUR untuk usaha sebelumnya dan merasakan langsung manfaatnya.
“Ya dulu sebelum akhirnya konsisten usaha Jetrek, kan jatuh bangun coba usaha a, b, c, d, saya terbantu juga oleh KUR, Alhamdulillah sekarang sudah lunas,” kenang Vini.
Kian Berkembang
Kini, Jetrek Cerewet telah dipasarkan melalui marketplace serta masuk ke toko oleh-oleh, modern market seperti Indomaret dan Borma.
Perjalanan Jetrek Cerewet menembus pasar modern tidak diraih secara instan. Produk camilan khas Garut Selatan tersebut harus melewati berbagai proses dan persyaratan sebelum akhirnya diterima di jaringan retail modern.
Vini mengatakan, di Bandung, produk Jetrek Cerewet sudah masuk ke sejumlah toko oleh-oleh seperti Kartika Sari dan Amanda Brownies. Selain itu, produk tersebut juga tersedia di Taman Mini Indonesia Indah hingga beberapa toko di Garut.
“Alhamdulillah sekarang Jetrek Cerewet juga sudah masuk ke modern market seperti Indomaret dan Borma,” ujar Vini.
Saat ini, Jetrek Cerewet telah tersebar di sekitar puluhan outlet Indomaret di Kota Bandung. Sementara untuk Borma, produk tersebut baru tersedia di gerai Setiabudi.
Menurut Vini, proses masuk ke retail modern bukan hal mudah. Ada banyak standar yang harus dipenuhi, mulai dari kualitas kemasan, barcode internasional, informasi nilai gizi, hingga kelengkapan perizinan.
“Packaging harus memenuhi standar retail modern dan tidak bisa asal polos,” katanya.
Proses pengajuan hingga diterima di retail modern memakan waktu sekitar enam bulan. Tahapannya dimulai dari pemberkasan, pengiriman sampel produk, hingga administrasi online.
Vini menjelaskan, salah satu tantangan terbesar saat itu adalah kebutuhan surat rekomendasi dari dinas terkait. Beruntung, Jetrek Cerewet sebelumnya sudah mendapatkan pendampingan dari Dispora dan Disdagin yang pernah mengunjungi tempat produksi mereka.
Keunikan produk juga menjadi nilai tambah tersendiri. Jetrek Cerewet dinilai memiliki bentuk dan cita rasa berbeda dibanding camilan lain di pasaran. Produk ini dibuat menggunakan bahan lokal alami dan diproduksi secara tradisional tanpa mesin agar tetap mempertahankan kearifan lokal.
“Karena produknya masih unik dan belum banyak kompetitor, alhamdulillah penawaran pertama kami langsung diterima,” ungkap Vini.
Melalui usahanya, Vini berharap dapat terus memberdayakan masyarakat dan membuka lapangan pekerjaan bagi warga di Garut Selatan.E2


