www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 2 Mei 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis Wujudkan Ketahanan Pangan, Kementerian PU Kebut Pembangunan Bendungan Manikin di NTT
Ekonomi & Bisnis

Wujudkan Ketahanan Pangan, Kementerian PU Kebut Pembangunan Bendungan Manikin di NTT

Bendungan Manikin
KONSTRUKSI Bendungan Manikin di NTT, baru-baru ini./
Social Media

KUPANG, Bisnistoday– Pembangunan Bendungan Manikin di Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) terus dikebut. Hingga awal September 2025, progres konstruksinya telah mencapai 66 persen dan ditargetkan rampung pada tahun 2028.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody, menegaskan proyek ini menjadi bagian penting dari strategi pemerintah memperkuat ketahanan air sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

“Bendungan Manikin dirancang tidak hanya untuk mengendalikan banjir dan penyediaan air baku, tetapi juga meningkatkan produktivitas pertanian. Dengan begitu, ketahanan pangan dapat terjaga dan kesejahteraan petani meningkat,” ujar Menteri Dody.

Bendungan yang dibangun oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II ini memiliki volume tampung normal sebesar 20,45 juta meter kubik. Air yang tersimpan akan dimanfaatkan untuk irigasi, penyediaan air baku, pengendalian banjir, hingga mendukung energi listrik.

Keberadaan Bendungan Manikin juga akan menopang pengembangan Daerah Irigasi (D.I.) seluas 570,86 hektar, meliputi D.I. Tuahanat (100 hektar), D.I. Manikin (437 hektar), dan D.I. Manumuti (33,86 hektar). Selain itu, bendungan ini mampu memasok air baku 700 liter per detik, terbagi masing-masing untuk Kota Kupang dan Kabupaten Kupang sebesar 350 liter per detik.

“Bendungan Manikin dirancang untuk menjadi tulang punggung pengembangan pertanian di Bumi Flobamora. Dengan adanya suplai air yang cukup, indeks pertanian diharapkan naik dari 200 persen menjadi 300 persen,” kata Kepala BBWS Nusa Tenggara II, Parlinggoman Simanungkalit.

Selain manfaat bagi pertanian, bendungan ini juga akan mereduksi risiko banjir di 627 hektar wilayah Kota Kupang (Kelurahan Lasiana) dan Kabupaten Kupang (Kecamatan Kupang Tengah). Dari sisi energi, bendungan mendukung pembangkit listrik ramah lingkungan dengan potensi PLTS apung sebesar 29,8 megawatt dan PLTMH sebesar 0,125 megawatt.

Proyek strategis nasional ini mulai dikerjakan sejak 2019 dengan total anggaran mencapai Rp2,059 triliun. Pemerintah berharap kehadiran bendungan ini mampu memperkuat ketersediaan air, meningkatkan produksi pangan, serta menjadi sumber energi bersih untuk masyarakat NTT.//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

Related Articles

Dirjen Intram
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Biaya Logistik Masih Tinggi, Kemenhub Genjot Multimoda dan Digitalisasi

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda...

Dirut Jasa Marga
Ekonomi & Bisnis

Pendapatan Usaha Tumbuh 10,4%, Jasa Marga Bukukan Laba Bersih Rp774,7 Miliar di Kuartal I Tahun 2026

JAKARTA, Bisnistoday -  PT Jasa Marga (Persero) Tbk (“Perseroan”) mengawali tahun 2026...

Direktur Kemitraan dan Plasma PT Agrinas Palma Nusantara, Seger Budiharjo
Ekonomi & Bisnis

Percepat Realisasi PSR, RSI Usul Pemberdayaan Petani Sawit

JAKARTA - Ketua Umum Rumah Sawit Indonesia (RSI) Kacuk Sumarto mengusulkan sejumlah...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Pemerintah Siapkan Regulasi Respon Tingginya Biaya Platform Belanja Online

JAKARTA, Bisnis today — Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyoroti tingginya beban biaya...