JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Selasa (9/11) ditutup menguat 37,63 poin ke posisi 6.669,93. Sementara indeks LQ45 naik 2,06 poin ke posisi 952,63.
Tim Riset Phillip Sekuritas dalam ulasannya menyebutkan penguatan IHSG seiring dengan perderakan bursa Asia yang kecenderung naik. Penguatan didorong oleh sentimen positif yang datang dari tercapainya kesepakatan atas RUU Belanja Infrastruktur senilai 1 triliun dolar AS di Kongres AS yang dapat menopang pertumbuhan ekonomi global.
Namun kenaikan indeks dibatasi oleh sikap waspada investor yang sedang menantikan rilis data inflasi Producer Price Index (PPI) dan Consumer Price Index (CPI) AS minggu ini. Ketatnya pasar tenaga kerja AS dan dislokasi rantai pasok global dapat menyebabkan laju inflasi yang lebih tinggi di tingkat konsumen.
Laju inflasi yang tinggi akan memicu perdebatan apakah bank sentral AS The Federal Reserve akan menaikkan suku bunga acuan lebih cepat dari harapan investor.
Sementara, naskah dari rapat kebijakan Bank of Japan (BOJ Summary of Opinion) Oktober lalu memperlihatkan bahwa pejabat BoJ merasa perlu mempertahankan kebijakan moneter yang super longgar di tengah laju kenaikan inflasi dan upah yang masih rendah.
Meskipun harga bahan energi dan bahan makanan sudah merangkak naik, tingkat inflasi masih jauh di bawah target 2 persen BoJ karena permintaan yang masih lemah membuat pelaku usaha enggan membebankan kenaikan biaya pada konsumen.
Dari sisi politik, investor memantau pertemuan Komite Pusat Partai Komunis Tiongkok yang dimulai hari ini hingga Kamis. Ini adalah pertemuan pertama dalam lebih dari satu tahun dan mempunyai tujuan membuka jalan bagi Presiden Xi Jinping untuk memperpanjang kekuasaannya menjadi tiga periode.
Dibuka menguat, IHSG terus berada di zona hijau hingga sesi pertama perdagangan saham berakhir. Pada sesi kedua, IHSG masih betah berada di teritori positif hingga penutupan bursa saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor meningkat dimana sektor teknologi naik paling tinggi yaitu 2,92 persen, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor energi masing-masing 2,5 persen dan 1,7 persen.
Sedangkan tiga sektor terkoreksi dimana sektor perindustrian turun paling dalam yaitu minus 0,39 persen, diikuti sektor barang konsumen primer dan sektor properti & real estat masing-masing minus 0,08 persen dan minus 0,01 persen
Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau “net foreign sell” sebesar Rp1,39 triliun.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.294.435 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 51,93 miliar lembar saham senilai Rp14,08 triliun. Sebanyak 291 saham naik, 228 saham menurun, dan 150 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 221,59 poin atau 0,75 persen ke 29.285,46, indeks Hang Seng naik 49,36 poin atau 0,2 persen ke 24.813,13, dan indeks Straits Times terkoreksi 21,07 atau 0,65 persen ke 3.242,83.
Rupiah Kembali Menguat
Sementara itu, kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta masih lanjut menguat meski relatif tipis dibandingkan penguatan pada awal pekan kemarin.
Rupiah sore ini ditutup menguat 10 poin atau 0,07 persen ke posisi Rp14.250 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.260 per dolar AS.
“Indeks dolar melemah seiring pejabat The Fed yang melanjutkan perdebatan tentang pemulihan pasar kerja dan berapa lama lagi bank sentral dapat mentolerir inflasi yang tinggi,” kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Selasa.
Presiden The Fed Chicago Charles Evans mengakui pada awal pekan bahwa dia sedikit lebih gugup tentang inflasi yang tetap tinggi dari sebelumnya, tetapi masih mengharapkan The Fed tidak perlu menaikkan suku bunga sampai tahun 2023.
Sementara, pejabat bank sentral, termasuk Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde dan Gubernur The Fed Jerome Powell, akan berbicara pada Selasa waktu setempat.
Dari Eropa, Bank of England memberi pasar kejutan minggu lalu ketika mempertahankan suku bunga acuannya pada 0,1 persen.
Reserve Bank of Australia dan The Fed juga tidak menaikkan suku bunga meskipun prediksi pasar tampak agresif.
Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi Rp14.241 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.218 per dolar AS hingga Rp14.253 per dolar AS.
Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa menguat ke posisi Rp14.263 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.268 per dolar AS./









































