www.bisnistoday.co.id
Rabu , 24 Juni 2026
Home NASIONAL & POLITIK 2021, Tahun Bencana Iklim di Indonesia
NASIONAL & POLITIK

2021, Tahun Bencana Iklim di Indonesia

Bencana longsor Kali Ciputat, Banten beberapa waktu lalu.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Pemerhati lingkungan dari Indonesia Team Leader 350.org menilai, tahun 2021 merupakan tahun bencana bagi iklim di Indonesia. Untuk itu, tahun 2022 pemerintah diminta untuk lebih serius dalam mitigasi dan melakukan aksi nyata dalam mengantisipasi bencana iklim.

 “Tahun 2021 adalah tahun bencana iklim bagi Indonesia. Ini adalah lampu merah bagi Indonesia, tahun 2022, pemerintah harus lebih serius dalam melakukan aksi iklim,” ungkap Sisilia Nurmala Dewi, Indonesia Team Leader 350org dalam keteranganya di Jakarta, Kamis (30/12). 

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan sepanjang tahun 2021 Indonesia mengalami sebanyak 2.841 kejadian bencana alam, yang didominasi oleh bencana hidrometeorologi. 

BNPB juga mencatat kejadian bencana di 2021 naik dibandingkan tahun 2020. Kejadian bencana naik 19,4% , dari 355 menjadi 424 kejadian bencana. Jumlah pengungsi dan terdampak bencana pun naik 153 %, dari 265.913 menjadi 672.736 orang. 

Korban dari bencana iklim diperkirakan akan terus meningkat seiring kenaikan suhu bumi. Menurut Budi Haryanto, Epidemiologis Universitas Indonesia, pada 2030-2050, krisis iklim akan menyebabkan tambahan kematian per tahun sebanyak seperempat juta orang akibat malnutrisi (kekurangan nutrisi), malaria, stres akibat gelombang panas.

Sementara itu, aksi iklim Indonesia masuk dalam kategori “highly insufficient” atau sangat tidak memadai dalam mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK), penyebab krisis iklim. Salah satu bentuk tidak memadainya aksi iklim pemerintah itu adalah pendanaan bank-bank BUMN, seperti BNI, ke proyek energi kotor batu bara. 

Padahal, menurutnya, dalam Sustainability Report tahun 2020, BNI sudah berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. “Kenyataannya BNI masih mendanai batu bara,” ungkap Sisilia Nurmala Dewi.

“Ini tentu mengecewakan kita semua. Tak heran kemudian komunitas anak-anak muda di kampus mulai melayangkan petisi ke Direktur BNI untuk mendesak bank itu menghentikan pendanaan ke batubara,” tambahnya. 

Menurut Sisilia Nurmala Dewi, Indonesia Team Leader 350org. merupakan gerakan anak-anak muda mendesak BNI menghentikan pendanaan batu bara layak mendapatkan dukungan. 

“Kedepan trend pendanaan bank-bank di dunia sudah mulai mengarah ke energi terbarukan. Jika BNI masih mempertahankan pendanaan ke energi batu bara, bank itu akan ditinggalkan bukan hanya oleh nasabahnya di Indonesia namun juga pasar internasional,” tutur Cicilia./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Wamen ATR/BPN
NasionalNASIONAL & POLITIK

Wamen ATR/Waka BPN: Pertanahan Berperan Strategis dalam Mendukung Asta Cita Presiden

JAKARTA, Bisnistoday  - Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan...

Bahlil Sentil Menteri Perumahan maruara sirait prabowo hipmi
NasionalNASIONAL & POLITIK

Canda Bahlil Colek Kinerja Perumahan di Depan Prabowo

LAMPUNG, BisnisToday - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Bahlil...

Fahri Hamzah Dorong Reformasi Total Sektor Perumahan Nasional_Baku Menjadi Alarm Dunia
NasionalNASIONAL & POLITIK

Fahri Hamzah Dorong Reformasi Total Sektor Perumahan Nasional

Jakarta, BisnisToday - Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Fahri Hamzah,...

LingkunganNASIONAL & POLITIK

BRI Life Gelar Pelepasan Tukik, Dukung Konservasi Penyu di Pantai Kuta Bali

direktur elain penyeraghaJAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi BRI Life (BRI Life) melakukan...