JAKARTA, Bisnistoday- Manajemen Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk optimistis pertumbuhan kredit perseroan sepanjang yahun 2022 mampu mencapai 9 hingga 11 persen. Sumber kredit yaitu dari permintaan masyarakat dan juga dukungan pemerintah dengan penyaluran kredit kepemilikan rumah (KPR) bersubsidi.
“Kredit bersubsidi yang kita kenal dengan FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) ditambah untuk tahun ini jumlahnya menjadi 200 unit rumah dan dalam rupiahnya Rp23 triliun,” Direkstur Utama BTN Tbk, Haru Koesmaharyo saat jumpa pers secara virtual di Jakarta, Jumat (22/4).
Di samping itu, lanjut Haru, di luar KPR subsidi, perseroan juga mulai mengembangkan ekspansi ke kelompok milenial yang dinilai masih besar potensinya bagi perseroan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan rumahnya
Pada kuartal I 2022, emiten berkode saham BBTN itu menyalurkan kredit sebesar Rp277,13 triliun, meningkat 6,04 persen dari posisi yang sama tahun lalu senilai Rp261,34 triliun.
Penyaluran kredit perumahan masih mendominasi total kredit perseroan pada kuartal I 2022. Adapun kredit perumahan yang disalurkan Bank BTN hingga akhir Maret 2022 mencapai Rp248,57 triliun.
Dari jumlah tersebut, KPR Subsidi pada kuartal I 2022 masih mendominasi dengan nilai sebesar Rp134,04 triliun tumbuh 9,01 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp122,96 triliun.
Sedangkan KPR Non Subsidi tumbuh 5,16 persen menjadi Rp84,28 triliun pada kuartal I 2022 dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp80,14 triliun.
Laba Bersih
Terkait kinerja perseroan, Haru mengatakan pada kuartal 1/2022, BTN membukukan laba bersih Rp774 miliar pada kuartal I 2022, tumbuh 23,89 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp625 miliar. Pertumbuhan laba bersih tersebut ditopang oleh kenaikan penyaluran kredit, pengelolaan aset kredit bermasalah, efisiensi biaya dana, dan operasional.
Transformasi digital yang dirancang sejak dua tahun terakhir juga mulai memberikan dampak positif dalam bentuk akuisisi nasabah baru, perluasan akses pasar, dan produktivitas karyawan. Perbaikan di banyak aspek membuat indikator kinerja keuangan berada dalam tren positif.
“Ditinjau dari sisi topline maupun bottom line, kinerja kami tumbuh menggembirakan. Pencapaian ini berkat bisnis model dan implementasi strategi yang tepat. Ke depan kami tetap optimistis karena ekonomi semakin pulih seiring berakhirnya pandemi. Namun demikian, kami tetap mewaspadai kenaikan inflasi yang bisa menjadi faktor pemberat. Ekonomi global tengah menghadapi tantangan ini,” ujar Haru./







































