www.bisnistoday.co.id
Minggu , 12 Juli 2026
Home EKONOMI Bank Dunia Bantu Pembiayaan Angkutan Umum Massal
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Bank Dunia Bantu Pembiayaan Angkutan Umum Massal

World Bank
Gedung World Bank, Washintong./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Guna membantu peningkatan mobilitas urban dan aksesibilitas di kota-kota kunci, Bank Dunia telah menyetujui pembiayaan sebesar 224 juta dolar AS atau sekitar Rp3,13 triliun untuk Indonesia Mass Transit (MASTRAN) Project. 

Program bantuan ini nantinya juga bertujuan untuk memperkuat kapasitas kelembagaan terkait pengembangan sistem angkutan massal di Indonesia.

“Proyek ini akan memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah di Indonesia dan meningkatkan keahlian teknis yang diperlukan untuk merencanakan dan mengoperasikan sistem transportasi perkotaan,” kata Country Director Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste Satu Kahkonen dalam pernyataan di Jakarta, kemarin.

Ia memaparkan proyek ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi transportasi bagi penduduk perkotaan yang sedang berkembang pesat dan menyediakan alternatif mobilitas masyarakat, selain menggunakan mobil dan sepeda motor.

“Hampir 60 persen PDB Indonesia berasal dari perkotaan, menjadikan mobilitas di wilayah ini sangat penting bagi daya saing perekonomian,” katanya.

Oleh karena itu, nantinya proyek ini akan fokus untuk membiayai sistem angkutan cepat bus atau Bus Rapid Transit (BRT) di wilayah metropolitan Medan, Sumatera Utara, dan Bandung, Jawa Barat, yang terpilih sebagai kota percontohan berdasarkan kesiapan dan kelayakan.

“Dengan meningkatkan kualitas transportasi publik, masyarakat akan memiliki pilihan, selain sepeda motor dan mobil sekaligus mengendalikan tingkat polusi dan kemacetan,” kata Kahkonen.

Bandung Raya adalah aglomerasi perkotaan terbesar ketiga di Indonesia dan Kota Bandung menduduki peringkat kedua terpadat dari 38 kota di Indonesia, menurut studi Bank Dunia baru-baru ini.

Di Provinsi Sumatera Utara, kawasan Mebidang, yang meliputi Medan, Kota Binjai, dan Kabupaten Deli Serdang, merupakan kawasan metropolitan terbesar di luar Pulau Jawa, dan daerah metropolitan terbesar keempat di Indonesia. Dalam studi Bank Dunia, wilayah ini menempati peringkat ketiga paling padat.

Keberhasilan proyek akan dievaluasi berdasarkan pengurangan waktu perjalanan bagi pengguna transportasi umum, peningkatan jumlah pengguna, kepuasan yang lebih tinggi mengenai keselamatan dan keamanan, dan persentase pekerja perempuan yang lebih tinggi yang bekerja dalam sistem operasi Bus Rapid Transit (BRT).

Proyek ini juga dimaksudkan mendukung pembentukan lembaga nasional dan daerah yang mampu merencanakan, mengembangkan, dan mengelola sistem angkutan massal di Indonesia.

Selain itu, proyek ini siap memfasilitasi pengurangan emisi gas rumah kaca melalui upaya seperti peralihan ke kendaraan yang lebih hemat bahan bakar, peralihan dari moda pribadi ke angkutan umum, pengurangan kemacetan, elektrifikasi armada BRT, dan dampak pembangunan berorientasi transit dalam jangka panjang.

Selain dukungan dari Bank Dunia, proyek akan menerima pendanaan dari pemerintah Indonesia, Agence française de développement (AFD), dan sektor swasta, yang menjadikan total pendanaan sebesar 364 juta dolar AS./Ant

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Ekonomi & Bisnis

rToken Bitget Lampaui AUM $100 Juta, dengan rSPCX Memimpin Permintaan Awal Ekuitas yang Ditokenisasi

JAKARTA, BIsnistoday - rToken Bitget berhasil melampaui AUM sebesar $100 juta dalam...

Dirut PTPN I Abdul Rivai Ras (kiri) (dok:PTPN)
Ekonomi & Bisnis

Abdul Rivai Ras: ‘Transformasi PTPN I Harus Lebih Progresif’

JAKARTA – Transformasi yang dijalankan PTPN I (Persero) sejak beberapa tahun terakhir...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Menkop Ziarah ke Makam Bung Hatta Menyambut Harkopnas ke-79

JAKARTA, Bisnistoday – Menjelang peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79, Menteri Koperasi...

Dirut Agrinas Palma
Ekonomi & Bisnis

Agrinas Palma Bukukan Surplus Operasional Rp2,86 Triliun

JAKARTA, Bisnistoday - PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menutup Tahun Buku 2025...