www.bisnistoday.co.id
Rabu , 10 Juni 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Perpanjangan PPKM Jadi Sentimen Negatif Pelaku Pasar Modal
BursaBURSA & KORPORASI

Perpanjangan PPKM Jadi Sentimen Negatif Pelaku Pasar Modal

Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Diperpanjangnya pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) hingga awal Februari menjadi salah sentimen negatif bagi pelaku pasar modal Indonesia.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir pekan ini atau Jumat (22/1) ditutup melemah 106,77 poin atau 1,66 persen ke posisi 6.307,13. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 19,63 poin atau 1,94 persen ke posisi 991,58.

Analis Indo Premier Sekuritas,  Mino di Jakarta, Jumat (22/1) mengatakan, selain diperpanjangnya PPKM, kekhawatiran akan penurunan harga batubara seiring mulai meningkatnya suhu di China, dan rencana realokasi anggaran Kementerian PUPR sebesar Rp17,9 triliun juga menjadi melemahkan IHSG.

Pada awal perdagangan Jumat (22/1), IHSG dibuka menguat, namunI langsung turun dan tak mampu beranjak dari zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Secara sektoral, seluruh sektor terkoreksi dimana sektor pertambangan paling dalam yaitu minus 4,09 persen, diikuti sektor infrastruktur dan sektor properti masing-masing minus 2,82 persen dan minus 2,6 persen.

Penutupan IHSG diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreign buy sebesar Rp71,73 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.441.089 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 17,37 miliar lembar saham senilai Rp17,34 triliun. Sebanyak 107 saham naik, 396 saham menurun, dan 128 saham tidak bergerak nilainya.

Sementara itu, bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 125,41 poin atau 0,44 persen ke 28.631,45, indeks Hang Seng turun 479,91 poin atau 1,6 persen ke 29.447,85, dan indeks Straits Times terkoreksi 25,62 atau 0,85 persen ke 2.991,53.

Rupiah Melemah

Sementara nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir pekan juga ditutup melemah. Rupiah ditutup melemah 35 poin atau 0,25 persen ke posisi Rp14.035 per dolar AS dari posisi penutupan hari sebelumnya Rp14.000 per dolar AS.

“Saya lihat sore ini indeks saham Asia berguguran. Kelihatannya minat pasar terhadap aset berisiko menurun, yang juga mendukung sentimen pelemahan rupiah,” kata Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Saham AS
BursaHEADLINE NEWS

Pasar Saham Masih Dibayangi Risiko Tinggi Walau Ada Upaya Dongkrak Carry Rupiah

JAKARTA, Bisnistoday – Pelaku pasar memperhatikan serius tawaran pemerintah dalam hal ini...

GEDUNG BEI
BursaHEADLINE NEWS

Tekanan Jual Asing Masih Kuat di Pasar Saham

JAKARTA, Bisnistoday – Tekanan jual (net sell) investor asing di pasar saham...

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Perkuat Sinergi dengan Mitra Strategis

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi BRI Life (BRI Life) memberikan apresiasi kepada...

Pasar Saham
BursaHEADLINE NEWS

Dibanding Pasar Emerging Market, Pasar Saham Indonesia Bergerak Anomali

JAKARTA, Bisnistoday - PT Samuel Sekuritas Indonesia menilai bahwa pasar saham Indonesia...