JAKARTA, Bisnistoday – Rangkaian kegiatan Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) 2023 bertujuan untuk meningkatkan ketahanan kebudayaan nasional. Demikian juga, rangkaian kegiatan untuk mendukung peran kebudayaan nasional dalam upaya berkontribusi terhadap kebudayaan dunia.
“Dua hal ini sesuai merupakan bagian mendasar dari semangat serta amanah dari UU No.5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan. Ketahanan budaya serta peran serta dalam kancah budaya dunia,” ungkap Fitra Arda, Sesditjen Kebudayaan, Kemendikbudristek kepada media di Jakarta, Kamis (19/10).
Ia mengatakan, seperti layaknya membacakan pantun, yang tidak sekadar hafalan, tetapi mampu memahami dan menghayati isi dari makna pantun tersebut. “Jadi maknanya paham, kalau disebutkan bunga, atau tumbuhan, penikmat pantun mengerti benar, bukan dalam khayalan.”
FItra mengakui, dalam alam dunia borderless serba digital tekanan budaya global begitu kuat. Karena itu, ketahanan budaya lokal atau nusantara harus selalu dipupuk dan dipertahankan agar tidak terlindas. “Demikian juga peran budaya nusantara, dalam kancah global terhadap budaya negara lain, tetap dapat eksis.”
Sesditjen Kebudayaan ini, peran kebudayaan sangat penting dalam membangun bangsa. Kebudayaan harus mampu mendukung proses pembangunan bangsa seutuhnya. “Banyak potensi seperti kearifan lokal, pranata sosial, mewarnai semua itu, dan bersifat spesifik.”
Tema utama dalam Pekan Kebudayaan Nasional 2023 yakni ‘Merawat Bumi Merawat Kebudayaan’ sebagai perjalanan kebudayaan, dalam kaitannya dengan aspek keberlanjutan bumi sebagai alam semeste. Menjaga kebudayaan sama pentingnya dengan menjaga keberlangsungan bumi.
“Ekosistem budaya dan bumi saling berpengaruh, satu sama lain. Apabila bumi panas akan berpengaruh terhadap manusia, dalam PKN 2023 memberikan ruang bersama, dan saling berinteraksi.”
Serangkan kegiatan PKN 2023, yang berlangsung 20-29 Oktober 2023 mendatang siap digelar. Pameran hasil mengangkat kearifan lokal dari berbagai wilayah seperti lumbung. Sebutan lumbung bisa diartikan sebagi fisik dan non fisik atau nilai-nilai dari lumbung itu sendiri.
“Lumbung mengajarkan sikap gotong royong, keberlanjutan perserdiaan pangan, hidup berhemat, maupun unsur keikhalasan. Nilai-nilai kearifan lokal inilah salah satunya yang diangkat dalam ajang PKN 2023.”
Pameran PKN 2023 ini, tambah Fitra, digelar sekitar 300 karya dari berbagai wilayah serta kearifan lokal nusantara. Tidak hanya berkolaborasi denga para seniman, bahkan non kebudayaan dilibatkan. Seperti halnya, pameran juga digelar di beberapa area, seluruh Kota Jakarta, termasuk di area Banjir Kanal Timur (BKT). Bagaimana di BKT ini mengajarkan kearifan lokal mengenai antisipasi bencana banjir.”Silahkan masyarakat menikmati,” terangnya.
Kurator, Ade Darmawan menuturkan, didalam PKN 2023 ini mengusung konsep ruang tamu. Melalui konsep ini, seolah memberikan jamuan kepada para tamu atau masyarakat yang datang.
“Kegiatan ini tersebar di berbagai area seperti PFN, Galeri Nasional serta berbagai tempat lainnya, dengan melibatkan sekitar 20 komunitas. Galeri dikemas secara artistic untuk melayani publik.”/


