www.bisnistoday.co.id
Rabu , 23 September 2026
Home NASIONAL & POLITIK Nasional Mahfud: Sikap Golput tak Cerminkan Kedewasaan Berpikir
Nasional

Mahfud: Sikap Golput tak Cerminkan Kedewasaan Berpikir

Social Media

JAKARTA, Bisnistoday -Menko Polhukam Mahfud MD meminta agar para pemilih muda tidak menjadi golput pada pemilu 2024 mendatang. Penggunaan hak pilih itu sangat penting agar mereka bisa ikut mewarnai negara di masa yang akan datang.

“Jangan sampai golput dengan alasan tidak ada yang bagus calonnya,” kata calon wakil presiden nomor urut 3 yang berpasangan dengan Ganjar Pranowo ini, saat membuka acara “Diskusi Publik Generasi Muda Memilih: Mewujudkan Pemilu 2024 Tanpa Golput” dengan mahasiswa se-Malang Raya di Universitas Brawijaya, Malang seperti disiarkan secara daring, Kamis (7/12/2023).

Mereka yang memiliki sikap tidak golput, kata Mahfud, menandakan kematangan berpikir dan bersikap.

“Program yang ditawarkan calon pemimpin itu memerlukan analisis dari saudara-saudara sehingga akan melatih kedewasaan saudara dalam menentukan pilihan,” katanya.

Jika pilihan menang, maka mereka wajib menjaga dan mengkritik pilihannya agar pemimpin yang terpilih tidak menyimpang. Namun jika pilihannya kalah, Mahfud meminta pemilihnya tidak anarkis.

Memilih pemimpin, kata Mahfud, meski hanya untuk masa jabatan lima tahun , memiliki pengaruh besar terhadap kelangsungan antargenerasi. “Masa depan Indonesia ini ditentukan anak m uda, termasuk yang saat ini masih duduk di perguruan tinggi,” kata dia.

Menurut Mahfud, para calon legislatif dan presiden/wapres telah diseleksi melalui berbagai tahapan yang diatur oleh peraturan perundang-undangan.

Pemimpin, kata Mahfud, tetap harus lahir melalui mekanisme pemilu meskipun hanya sedikit masyarakat yang menggunakan hak pilihnya. “Nah kalau Anda golput, Anda tetap terikat dengan mereka pemimpin yang terpilih pada pemilu itu, Karena itu rugi karena satu suara manfaatnya akan sangat besar bagi bangsa,” katanya.

Berdasarkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) nasional yang ditetapkan KPU, jumlah pemilih pada 2024 sebanyak 204.807.222 jiwa. Dari jumlah itu, 52 persen atau 106.358.447 jiwa merupakan pemilih muda.

Jika dirinci, pemilih berusia 17-30 tahun sebesar 31,9 persen. Sementara pemilih berusia 31-40 tahun sebesar 20,7 persen. “Mahasiswa sebagai pemilih potensial harus mampu menjadi agent of change agar para generasi muda tidak terpengaruh dengan berita bohong yang berseliweran di media sosial,” ujarnya.

Mahfud juga meminta civitas akademica turut berperan aktif dalam pemilu 2024 nanti. (Huda)

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Nasional

Santunan Asuransi Disalurkan, Kemenhub Pastikan Pemenuhan Hak Korban KMP Virgo Transport 8

BANJARMASIN, Bisnistoday - Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan memastikan pemenuhan hak bagi korban...

Nasional

Wajah Baru Mendale di Tepian Danau Lut Tawar, Kawasan Wisata Aceh Tengah Ditata Lebih Nyaman dan Ramah Pengunjung

ACEH TENGAH, Bisnistoday– Kawasan Mendale di Kabupaten Aceh Tengah kini sedang ditata...

Kemenhub
Nasional

Korban Musibah KM Virgo Transport 8 Terus Dicari, Terdapat 129 Penumpang Belum Ditemukan

JAKARTA, Bisnistoday -  Tim SAR terus berupaya mencari keberadaan korban kecelakaan tenggelamnya...

Wamenaker
Nasional

Wamenaker Tekankan Kompetensi SDM dalam Pengelolaan Risiko Microbanking

JAKARTA, Bisnistoday – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan pentingnya kompetensi sumber...