www.bisnistoday.co.id
Jumat , 14 Agustus 2026
Home EKONOMI Sektor Riil Harga Beras Cenderung Menuju Normal
Sektor Riil

Harga Beras Cenderung Menuju Normal

BERAS IMPOR
BERAS IMPOR sedang proses loading di pelabuhan, beberapa waktu lalu./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Selama periode Maret 2024, rata-rata harga beras di tingkat penggilingan mengalami penurunan sekitar 0,87% sebesar Rp14.150 per kg dibanding dengan harga bulan sebelumnya. Hal tersebut diutarakan oleh Plt Kepala BPS Amalia Adiningga Widyasanti di Jakarta, Senin (1/4).

Lebih lanjut Ia mengatakan, meski mengalami penurunan secara bulanan, harga beras di tingkat penggilingan ini naik 25,21 persen secara tahunan, yang tercatat Rp11.301 per kilogram.”Penurunan harga beras terjadi di tingkat penggilingan secara bulanan,” ujar Amalia.

Lebih lanjut, rata-rata harga beras grosir pada Maret 2024 sebesar Rp14.528 per kilogram, naik sebesar 0,90 persen dibanding bulan sebelumnya yang tercatat Rp14.398 per kilogram. Rata-rata harga tersebut juga naik 20,64 persen secara tahunan.

Untuk harga beras eceran mengalami kenaikan sebesar 2,06 menjadi Rp15.517 per kilogram dibandingkan bulan sebelumnya di mana tercatat Rp15.209 per kilogram. “Harga beras yang kami sampaikan ini, merupakan rata-rata harga beras yang mencakup berbagai jenis kualitas beras dan juga mencakup seluruh wilayah di Indonesia,” kata Amalia.

Rata-Rata Harga Beras

Amalia Adiningga Widyasanti menuturkan, secara kategori kualitas beras, rata-rata harga beras di penggilingan pada Maret 2024 tercatat, kualitas premium sebesar Rp14,548 per kilogram, naik sebesar 0,16 persen dibandingkan bulan lalu. Sementara, rata-rata harga beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp13.965 per kilogram, turun sebesar 1,39 persen.

Pada beras kualitas submedium, rata-rata harga sebesar Rp13.531 per kilogram atau turun sebesar 1,05 persen, dan rata-rata harga beras di penggilingan kualitas pecah sebesar Rp12.946 per kilogram, turun sebesar 4,86 persen.

Sementara itu, BPS juga mencatat selama Maret 2024, harga gabah tertinggi di tingkat petani sebesar Rp12.727 per kilogram dan di tingkat penggilingan Rp12.827 per kilogram.
Harga terendah di tingkat petani tercatat sebesar Rp4.000 per kilogram dan tingkat penggilingan sebesar Rp4.500 per kilogram.

Harga tertinggi di tingkat petani dan tingkat penggilingan berasal dari gabah, kualitas gabah kering panen (GKP) varietas Siam Unus dan Siam Karang Dukuh di Provinsi Kalimantan Selatan. Sementara itu, harga terendah di tingkat petani dan tingkat penggilingan berasal dari gabah luar kualitas varietas Inpari 32 HDB dan IR 32 di Provinsi Jawa Barat./ant/

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Sektor Riil

Resmi Berlakukan Mandatori B50, Prabowo Klaim Indonesia Stop Impor Solar Bulan Ini

JAKARTA - Pemerintah secara resmi mengumumkan penghentian total kebijakan impor Bahan Bakar...

Kunjungan Denso
Sektor Riil

Pabrikan Manufaktur Denso Minta Penyederhanaan Administrasi serta Peningkatan Infrastruktur

JAKARTA, Bisnistoday – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menerima perwakilan principal Denso...

Kota Riyadh
Sektor Riil

Perubahan Bea Masuk Arab Saudi, Kemendag Tetap Dorong Daya Saing Produk Indonesia

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Perdagangan RI mendorong produk Indonesia untuk tetap berdaya...

Direktur Utama PTPN I (Persero), Dr. Ir. Abdul Rivai Ras, M.Si., IPU, ASEAN Eng (baju batik) (Dok:PTPN)
Sektor Riil

PTPN I Perkuat Ekonomi Daerah Melalui Industri Tembakau

JAKARTA – PT Perkebunan Nusantara I (Persero) terus memperkuat perannya sebagai penggerak...