www.bisnistoday.co.id
Minggu , 12 Juli 2026
Home HEADLINE NEWS Gen-Z Banyak Nganggur, Indonesia Emas 2045 ‘Ambyar’
HEADLINE NEWS

Gen-Z Banyak Nganggur, Indonesia Emas 2045 ‘Ambyar’

Dream Job
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Sebagai cita-cita untuk menggapai Indonesia Emas 2045 tidak semudah membalik telapak tangan. Jembakan ‘batman’, seperti diistilahkan middle income trap atau terbelenggunya upaya menaikan pendapatan lower middle income menjadi high income country atau masuk negara berpendapatan tinggi, sangat nyata didepan mata. Salah satunya, jebakan pengangguran yang tinggi untuk generasi Z (Gen Z).

Direktur Eksekutif INDEF, Tauhid Ahmad mengatakan, Gen Z ternyata menjadi kelompok umur yang mendominasi pengangguran terbuka pada 2022 yakni kelompok usia 15-19 tahun sebanyak 29,08 %, dan kelompok umur 20-24 sebanyak 17,02%.

“Tantangan pengangguran Gen Z diidentifikasi karena kompetensi pencari kerja tidak sesuai pasar kerja, pertumbuhan ekonomi yang jauh lebih kecil dari pertumbuhan angkatan kerja, iklim investasi yang belum kondusif,” ujarnya.

“Demikian juga, kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja serta terjadinya PHK,’ ungkap Tauhid Ahmad dalam diskusi bertajuk, “10 Juta Gen-Z Menganggur, Mungkinkah Indonesia Emas 2045?” di Jakarta.

Dengan begitu, Tauhid mengatakan, perlu upaya serius ke depan mengatasi beberapa hal tersebut, seperti harus ada investasi pada sektor Pertanian dan industri berbasis tenaga kerja. Seliain itu, peningkatan kapasitas SDM melalui akses pendidikan dan pelatihan. Begitupun, peningkatan kapasitas ‘’mindset’’ tentang future job pada lembaga pendidikan formal dan informal.

“Informasi pasar tenaga kerja lebih integratif dengan perbaikan kurikulum pendidikan secara mendasar tidak kalah penting, serta peningkatan wirausaha (UMKM) dan digitalisasi.”

Hadapi Tantangan Berat

Eisha Maghfiruha R. Ph.D, Kepala Center of Digital Economy and SMEs INDEF dalam periode 2016 – 2045, ekonomi Indonesia diproyeksikan tumbuh 5,7 persen per tahun melalui reformasi struktural, pemanfaatan bonus demografi, kemajuan teknologi, dan peningkatan daya saing ekonomi. Selain itu Indonesia diharapkan keluar dari middle income trap dengan status negara berpendapatan tinggi pada tahun 2036 mendatang.

Hanya saja, lanjut Eisha, ditengah ketidakpastian, ekonomi ternyata hanya tumbuh 5,1% yoy pada Q-1 2024. Laju pertumbuhan di sekitar 5%, di mana Rata-rata pertumbuhan ekonomi selama 20 tahun terakhir menunjukkan trend penurunan.”Sementara itu, Visi Indonesia Emas 2045 memiliki target pertumbuhan ekonomi selama 2025-2045 harus mencapai rata-rata 6% per tahun.”

Menurutnya, beberapa tantangan paling besar bagi Indonesia saat ini adalah pandemi Covid-19 yang menyebabkan luka (scarring effect) terhadap perekonomian dalam jangka panjang. Scarring Effect akibat pandemi Covid-19 dapat mengakibatkan tren pertumbuhan ekonomi ke depan lebih rendah dibandingkan pre-pandemic level. Hal ini berisiko untuk target pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

“Efek luka akibat pandemi berdampak pada alokasi sumber daya, termasuk di sisi produksi, dapat berupa, penurunan Produktivitas (TFP), produktivitas tenaga kerja kerja dan modal), kedua yakni learning loss dan job loss, serta pemulihan pada sektor riil yang lambat.”

Berada di Puncak Demografi

Eisha mengutarakan, Indonesia diperkirakan akan mencapai puncak bonus demografi pada tahun 2030-2040. Dalam periode 2010-2045, jumlah penduduk Indonesia usia produktif besar. Dependency ratio mencapai tingkat terendah sekitar tahun 2022.

“Dalam laporan Proyeksi Penduduk Indonesia 2015-2045, jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2045 diprediksi mencapai 319 juta. Dimana jumlah penduduk Indonesia 70%-nya dalam usia produktif. Fase “kesempatan” untuk meraih bonus demografi ini hanya diproyeksikan akan terjadi di Indonesia pada periode 2020-2035,” tuturnya.

Sementara, tren data menunjukkan bahwa rasio ketergantungan akan meningkat kembali pada tahun 2035 dan mencapai di atas 50% pada tahun 2045. Selama beberapa tahun terakhir, peningkatan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) lebih tinggi pada laki-laki dari pada perempuan. Dari 214 juta penduduk usia kerja pada Februari 2024, sebanyak 149,38 juta orang di antaranya merupakan angkatan kerja. Dengan demikian, TPAK mencapai 69,80%. Terjadi penyerapan tenaga kerja sebanyak 3,55 juta orang sepanjang periode Februari 2023- Februari 2024.

NEET (Not in Employment, Education or Training) merujuk kepada anak muda atau individu berusia 15 – 24 tahun yang tidak dalam pendidikan, pekerjaan atau pelatihan. Tren Jumlah dan persentase NEET cenderung berfluktuasi dari periode Agustus 2019 hingga Agustus 2023.Jumlah NEET pada Agustus 2023 meningkat menjadi 9.896.619 jiwa atau sebesar 22,25 persen dari total penduduk usia muda (15 -24 tahun).

Eisha menyimpulkan, bahwa Pandemi Covid-19 memberikan dampak negatif terhadap perekonomian Indonesia, baik dalam jangka pendek, dan jangka panjang. Dalam jangka panjang, pandemic covid-19 memberikan dampak pada perubahan alokasi sumber daya (resources), termasuk di sisi produksi, sehingga mengakibatkan. Penurunan Produktivitas (TFP, Produktivitas tenaga kerja dan modal)

 “Untuk dapat mencapai Visi Indonesia 2045, menjadi negara maju dan keluar dari middle-income trap, transformasi ekonomi Indonesia perlu dan urgent untuk dilaksanakan. Potensi Bonus Demografi perlu dioptimalkan.”//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Presiden Prabowo
HEADLINE NEWS

Presiden Prabowo Resmikan Lima Bendungan Untuk Dukung Ketahanan Pangan Nasional

LOMBOK BARAT, Bisnistoday – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan lima bendungan...

Mendag
HEADLINE NEWS

Kemitraan Jenama Lokal dan Metro Department Store Wujud Kolaborasi UMKM Fesyen dengan Ritel Modern

CIBUBUR, Bisnistoday  – Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong sinergi usaha mikro, kecil,...

STASIUN BNI City di Jakarta Pusat, Kamis (9/7). PT Kereta Api Indonesia (Persero) menargetkan integrasi Stasiun Karet dengan Stasiun BNI City dapat mulai beroperasi pada 28 September 2026. /
HEADLINE NEWS

Dirut KAI Pastikan Integrasi Stasiun Karet-BNI City Segera Rampung

JAKARTA, Bisnistoday - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menargetkan integrasi Stasiun Karet...

Menteri PU
HEADLINE NEWS

Batal ke AS, Menteri Dody Lebih Milih ke Enang-Enang

ACEH, Bisnistoday - Surat perjalanan dinas Menteri PU Dody Hanggodo ke New...