www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 30 Mei 2026
Home BURSA & KORPORASI Resesi Ekonomi Masih Jadi Sentimen Negatif, IHSG Terkoreksi Tipis
BURSA & KORPORASI

Resesi Ekonomi Masih Jadi Sentimen Negatif, IHSG Terkoreksi Tipis

IHSG terkoreksi tipis
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis (6/5) ditutup melemah 5,67 poin ke posisi 5.970,24, sementara indeks LQ-45 turun 1,47 poin ke posisi 888,95. Pelemahan IHSG dibayangi sentimen pertumbuhan ekonomi kuartal 1/2021 yang masih terkoreksi.

“Resesi perekonomian Indonesia masih merupakan sentimen negatif bagi pasar, selain minimnya data makroekonomi domestik yang berpotensi memberikan high positive impact terhadap market,” kata analis Bina Artha Sekuritas, Nafan Aji seperti dikutif Antara, Kamis (6/5).

Badan Pusat Statistik (BPS) pada Rabu (5/5) kemarin mencatat perekonomian Indonesia pada triwulan I-2021 masih tumbuh negatif atau mengalami kontraksi 0,74 sebesar persen (yoy).

Dibuka menguat, IHSG hanya bertahan di zona hijau pada satu jam pertama perdagangan. IHSG kemudian menghabiskan waktu di teritori negatif hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor terkoreksi dimana sektor barang konsumen primer turun paling dalam yaitu minus 1,02 persen, diikuti sektor barang baku dan sektor perindustrian masing-masing minus 0,59 persen dan minus 0,45 persen.

Sedangkan lima sektor meningkat dimana sektor kesehatan naik paling tinggi yaitu 5,38 persen, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor keuangan masing-masing 0,66 persen dan 0,5 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau “net foreign buy” sebesar Rp182,85 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.026.777 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 14,73 miliar lembar saham senilai Rp8,9 triliun. Sebanyak 222 saham naik, 269 saham menurun, dan 149 saham tidak bergerak nilainya.

Rupiah Menguat

Sementara nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis sore ditutup menguat 116 poin atau 0,8 persen ke posisi Rp14.319 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.435 per dolar AS.

“Rupiah menguat cukup signifikan hari ini. Faktor pendorong kalau saya lihat memang sentimen publikasi data PDB Indonesia kuartal I 2021 yang menunjukkan perbaikan secara konsisten,” kata analis pasar uang Bank Mandiri, Rully Arya Wisnubroto./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

eBay (dok: usplash/appshunter-io)
BURSA & KORPORASIEkonomi & BisnisKorporasiOtomotif & Tekno

GameStop Akuisisi eBay Senilai Rp975 Triliun

JAKARTA, Bisnistoday -GameStop, salah satu perusahaan ritel pengecer video game asal Amerika...

BursaBURSA & KORPORASIHEADLINE NEWS

Astra Tebar Deviden Fantastis Rp15,6 Triliun, Pemegang Saham Perseoran Raup Rp292 Per Saham

JAKARTA, Bisnistoday - PT Astra International Tbk  (Astra) berhasil mencetak laba bersih...

Panama City (dok: Unsplash/Sol Cerrud)
BURSA & KORPORASIEkonomi & BisnisGLOBALKawasan Global

Para Konglomerat Sembunyikan Pajak Senilai 3% dari PDB Global

JAKARTA-Bisnistoday: Lembaga nirlaba internasional, Oxfam mengungkapkan orang-orang superkaya di dunia diduga menyembunyikan...

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Luncurkan Logo Baru dan Identitas Visual Perusahan

JAKARTA, Bisnistoday – PT Asuransi BRI Life mengumumkan perubahan logo perusahaan sebagai...