JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis (6/5) ditutup melemah 5,67 poin ke posisi 5.970,24, sementara indeks LQ-45 turun 1,47 poin ke posisi 888,95. Pelemahan IHSG dibayangi sentimen pertumbuhan ekonomi kuartal 1/2021 yang masih terkoreksi.
“Resesi perekonomian Indonesia masih merupakan sentimen negatif bagi pasar, selain minimnya data makroekonomi domestik yang berpotensi memberikan high positive impact terhadap market,” kata analis Bina Artha Sekuritas, Nafan Aji seperti dikutif Antara, Kamis (6/5).
Badan Pusat Statistik (BPS) pada Rabu (5/5) kemarin mencatat perekonomian Indonesia pada triwulan I-2021 masih tumbuh negatif atau mengalami kontraksi 0,74 sebesar persen (yoy).
Dibuka menguat, IHSG hanya bertahan di zona hijau pada satu jam pertama perdagangan. IHSG kemudian menghabiskan waktu di teritori negatif hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor terkoreksi dimana sektor barang konsumen primer turun paling dalam yaitu minus 1,02 persen, diikuti sektor barang baku dan sektor perindustrian masing-masing minus 0,59 persen dan minus 0,45 persen.
Sedangkan lima sektor meningkat dimana sektor kesehatan naik paling tinggi yaitu 5,38 persen, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor keuangan masing-masing 0,66 persen dan 0,5 persen.
Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau “net foreign buy” sebesar Rp182,85 miliar.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.026.777 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 14,73 miliar lembar saham senilai Rp8,9 triliun. Sebanyak 222 saham naik, 269 saham menurun, dan 149 saham tidak bergerak nilainya.
Rupiah Menguat
Sementara nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis sore ditutup menguat 116 poin atau 0,8 persen ke posisi Rp14.319 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.435 per dolar AS.
“Rupiah menguat cukup signifikan hari ini. Faktor pendorong kalau saya lihat memang sentimen publikasi data PDB Indonesia kuartal I 2021 yang menunjukkan perbaikan secara konsisten,” kata analis pasar uang Bank Mandiri, Rully Arya Wisnubroto./


