JAKARTA, Bisnistoday – Pengamat sepak bola Tanah Air, Bung Towel, kembali menyuarakan kritik pedas terhadap pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae Yong di sejumlah laga Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Kali ini, sorotan tajamnya tertuju pada keputusan Shin Tae yong dalam merotasi pemain pada laga melawan Jepang di Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2024.
Bung Towel menyoroti keputusan Shin Tae Yong tidak memainkan sejumlah pemain naturalisasi salah satunya Eliano.
“Saya sangat menyayangkan keputusan pelatih untuk tidak memainkan pemain-pemain naturalisasi seperti Eliano,” ujar Bung Towel.
“Mereka didatangkan dengan upaya politik pemerintah, tapi kesempatan bermain tidak diberi,” tegasnya.
Mainkan Pratama Arhan
Lebih lanjut, Bung Towel juga mempertanyakan keputusan Shin Tae Yong yang terus mengandalkan Pratama Arhan dan lemparan ke dalam jarak jauhnya.
Menurut Bung Towel, taktik ini sudah terlalu mudah ditebak oleh lawan dan tidak efektif dalam menghasilkan gol.
“Terlalu fokus pada lemparan ke dalam Pratama Arhan membuat permainan kita menjadi monoton dan mudah diantisipasi lawan,” tambah Bung Towel.
“Seharusnya pelatih bisa lebih variatif dalam merancang strategi permainan.”
Kritik Bung Towel ini semakin menguatkan perdebatan mengenai efektivitas naturalisasi pemain di Timnas Indonesia.
Banyak pihak yang mempertanyakan mengapa pemain-pemain naturalisasi yang sudah berinvestasi banyak waktu dan tenaga tidak mendapatkan kesempatan bermain yang cukup.
Pelatih asal Korea Selatan itu bersikukuh dengan keputusan-keputusannya dan yakin bahwa dirinya telah melakukan yang terbaik untuk Timnas Indonesia.
Perdebatan mengenai taktik Shin Tae yong dan penggunaan pemain naturalisasi ini tentunya akan terus bergulir.
Publik sepak bola Indonesia pun berharap agar Timnas Indonesia dapat segera menemukan formula yang tepat untuk meraih prestasi yang lebih baik di masa depan.
Kelemahan Shin Tae-yong Meramu Timnas Indonesia
Pergantian Formasi Terlalu Sering:
Shin Tae yong seringkali mengubah formasi dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya, yang dapat membuat pemain kesulitan beradaptasi dan membangun chemistry yang kuat.
Rotasi Pemain yang Terlalu Cepat: Rotasi pemain yang terlalu sering juga menjadi sorotan.
Meskipun bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada semua pemain, namun hal ini dapat mengganggu stabilitas permainan tim.
Efisiensi Gol Rendah:
Timnas Indonesia seringkali kesulitan mencetak gol meski menciptakan banyak peluang. Hal ini menunjukkan kurang efektifnya latihan finishing dan penyelesaian akhir.
Psikologis Pemain di Depan Gawang: Pemain Indonesia tampak kurang percaya diri saat berada di depan gawang lawan, sehingga seringkali gagal memanfaatkan peluang emas.
Lini Belakang Rentan:
Koordinasi antara bek tengah, bek sayap, dan kiper seringkali terlihat kurang solid, sehingga mudah kebobolan dari serangan balik lawan.
Marking yang Longgar:
Pemain belakang sering kali kehilangan marking terhadap pemain lawan, yang mengakibatkan lawan dengan mudah mendapatkan ruang tembak.
Kurangnya Variasi Serangan:
Strategi skuad Garuda mengandalkan serangan balik.
Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 memang sangat kompetitif, dengan banyak tim kuat seperti Jepang dan Arab Saudi pada 19 November 2024.







































