www.bisnistoday.co.id
Kamis , 17 September 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis Penurunan  BI Rate Sebagai Langkah Terukur dan Pro Pertumbuhan Ekonomi
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Penurunan  BI Rate Sebagai Langkah Terukur dan Pro Pertumbuhan Ekonomi

Bank Indonesia
GEDUNG Bank Indonesia di Jakarta, belum lama ini.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Kebijakan Bank Indonesia (BI) untuk menurunkan kembali bunga acuan (BI Rate) dnilai sebagai langkah terukur sekaligus upaya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 19-20 Agustus 2025 sepakat memutuskan untuk menurunkan BI rate 25 bps ke level 5%

“Keputusan tersebut betul-betul terukur, terarah dan konstruktif bagi para pelaku ekonomi dan perbankan. Stance kebijakan moneter longgar atau dovish policy ini memang sangat dibutuhkan untuk mampu menghela sektor riil sekaligus mengharmonisasikan kebijakan moneter ini dengan kebijakan fiskal pemerintah yang juga countercyclical (pro growth),” ungkap Ryan Kiryanto, Ekonom Senior dan Associate Faculty LPPI) di Jakarta, Kamis (21/8).

Keputusan RDG BI kemarin, lanjut Ryan, secara gamblang menunjukkan stance kuat BI yang pro growth dengan pertimbangan rasional bahwa baik realisasi maupun ekspektasi inflasi masih dalam target BI yang 2,5% +/- 1. Selain itu juga, nilai tukar rupiah yang relatif stabil dan berada dalam kisaran asumsi  APBN 2025 serta perlunya stimulus untuk mendorong perekonomian nasional.

Menariknya, lanjut Ryan, disebutkan dalam risalah rapat RDG BI tersebut terkait terbukanya ruang penurunan BI Rate lebih lanjut. Dengan demikian, pelaku perbankan secara bertahap akan menyesuaikan suku bunga (simpanan dan kredit) yang lebih akomodatif untuk merangsang pelaku dunia guna meningkatkan permintaan fasilitas kredit (terutama kredit produktif, yaitu kredit investasi dan kredit modal kerja) seiring ekspansi produksi atau bisnisnya.

Menurut Ryan, harmoni kebijakan moneter dan fiskal ini, termasuk kebijakan perpajakan, tentunya membutuhkan dukungan dari aspek kepastian hukum dan kebijakan, stabilitas sosial dan politik. Demikian juga birokrasi dan regulasi perijinan investasi yang ramah investor sehingga investor asing dan domestik tertarik menanamkan modalnya dan berusaha di Indonesia.

“Bauran kebijakan yang pro growth tersebut juga sangat relevan dan antisipatif dalam kerangka meringankan beban tambahan yang dipikul para pengusaha (terutama eksportir) yang terkena dampak kenaikan tarif Trump sebesar 19%.” /

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Kosmetik
Ekonomi & Bisnis

Naik Kelas, IKM Kosmetik Tembus Pasar Papua Nugini

JAKARTA, Bisnistoday - PT Follow Me Indonesia, IKM binaan Kemenperin, menembus pasar...

LRT Jakarta
HEADLINE NEWS

Presiden Prabowo Resmikan LRT Jakarta Lintas Kelapa Gading–Manggarai

JAKARTA, Bisnistoday – Presiden RI Prabowo Subianto didampingi Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi...

Pemeran F1 Asia
Ekonomi & Bisnis

Pameran Bahan Baku Makanan dan Minuman Terbesar di Indonesia, Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia Edisi ke-30 Resmi Dibuka

JAKARTA, Bisnistoday  – Pertumbuhan industri makanan dan minuman menunjukkan kinerja positif, seiring...

GEDUNG BEI
HEADLINE NEWS

Ganti Menteri Keuangan, Pengamat Soroti Kredibilitas Fiskal

JAKARTA, Bisnistoday– Pasar keuangan Indonesia memasuki fase yang menuntut investor semakin selektif...