PEKANBARU, Bisnistoday – Petani kelapa sawit serta pengurus Koperasi di wilayah perkebunan sawit, mendapatkan pembekalan ilmu perpajakan di Gedung Pasca Sarjana Universitas Islam Riau (UIR). Hal tersebut mempertimbangkan masih banyak para pengurus koperasi petani, maupun pwngurus usaha skala UMKM yang menghadapi kasus perpajakan dalam mencatakan hasil produksi kelapa sawit.
“Kegiatan ini kita inisiasi lantaran ada keresahan, kita melihat banyaknya koperasi yang diperiksa oleh badan perpajakan bahkan hingga aparat penegak hukum (APH). Salah satunya lantaran laporan keuangan yang masih belum maksimal,” ungkap Ketua Umum Aspekpir Indonesia Setiyono dalam keteranganya di Pekanbaru, Riau, Jumat (29/8).
Ia menjelaskan kegiatan ini sangat penting bagi petani kelapa sawit khususnya yang berkecimpung di dunia koperasi. Begitu juga dengan para pelaku UMKM. “Kita berharap kegiatan ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin. Sehingga wawasan dan pengetahuan mengenai laporan keuangan meningkat,” harapnya.
Sementara, Direktur Program Pascasarjana UIR, Prof. H. Detri Karya mengatakan asosiasi dan petani kelapa sawit adalah tamu yang memang ditunggu. Sebab merupakan pihak yang langsung bergelut dan berhasil di sektor perkebunan kelapa sawit yang menjadi komoditi andalan Indonesia.
“Pertemuan ini, menghadirkan para pengurus koperasi dan pelaku UMKM. Semoga kegiatan ini dapat terus berkelanjutan,” urainya.
Ketertiban dalam laporan keuangan, lanjut Detri, merupakan kekuatan dalam berorganisasi. Sehingga lahir koperasi – koperasi yang kuat dan mampu bersaing hingga kancah internasional dalam menawarkan produk dan hasil karyanya. Dengan begitu target pemerintah Indonesia Emas tahun 2045 mendatang terwujud dengan dukungan perekonomian yang kuat dari koperasi dan UMKM.
Pelatihan Pembuatan Laporan Keuangan dan Perpajakan Bagi UMKM di Provinsi Riau yang dilaksanakan di Gedung Pasca Sarjana Universitas Islam Riau (UIR), kemarin diikuti oleh petani kelapa sawit dan para pelaku UMKM sawit serta Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspek-Pir).
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Aspekpir Indonesia dan Badan Pengelolaan Dana Perkebunan (BPDP) serta didukung Program Studi Doktor Sains Manajemen program pasca sarjana Univesitas Islam Riau serta menghasilkan 100 pelaku UMKM di Provinsi Riau.//
















![Seorang petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air ke hutan yang terbakar di wilayah Lege-Cap-Ferret, Prancis barat, pada 24 Juli 2026 [Caroline Blumberg/AP]](https://bisnistoday.co.id/wp-content/uploads/2026/07/Karhutla-680x533.jpg)























