www.bisnistoday.co.id
Minggu , 31 Mei 2026
Home EKONOMI Kementerian UMKM Kejar Target Penyaluran KUR 2025
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kementerian UMKM Kejar Target Penyaluran KUR 2025

Social Media

DENPASAR, Bisnistoday — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan percepatan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun 2025.  Penyaluran KUR sampai saat ini mencapai Rp228 triliun atau 76% dari target tahun berjalan.

Wakil Menteri (Wamen) UMKM Helvi Moraza saat memimpin Rapat Koordinasi Penyaluran KUR Regional Jawa II, Bali, dan Nusa Tenggara di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Kamis (6/11), mengungkapkan masih terdapat sekitar 24 persen target penyaluran KUR yang perlu dikejar hingga akhir tahun.

“Hingga 3 November 2025, realisasi penyaluran KUR secara nasional telah mencapai Rp228 triliun atau 76 persen dari target tahun berjalan,” kata Wamen Helvi.

Wakil Menteri UMKM Tekankan KUR Harus Dukung UMKM Sektor Produksi

Ia mengatakan program ini telah memberikan manfaat bagi 3,87 juta debitur UMKM, yang terdiri dari 2,01 juta debitur baru atau 86,25 persen dari target dan 1,18 juta debitur graduasi atau 101,3 persen dari target, dengan porsi sektor produksi mencapai 60,7 persen dari total penyaluran.

Wamen Helvi menyoroti hingga kini masih ada UMKM yang layak mendapatkan pembiayaan, namun belum memperoleh akses KUR.

“Untuk itu, kami meminta lembaga penyalur agar melakukan peninjauan ulang, misalnya melalui skema credit scoring agar mereka yang layak bisa terakomodasi,” katanya.

Ia menegaskan pinjaman KUR sampai dengan Rp100 juta tidak boleh dipersyaratkan adanya agunan tambahan, sesuai Pasal 14 Peraturan Menko Bidang Perekonomian Nomor 1 Tahun 2023.

Wamen UMKM juga mendorong percepatan penyaluran KUR di wilayah Regional Jawa II, Bali, dan Nusa Tenggara. Penyaluran terbesar tercatat di Provinsi Jawa Timur sebesar Rp37,5 triliun kepada 715.862 debitur, disusul Bali Rp8,98 triliun kepada 114.927 debitur, Nusa Tenggara Barat Rp4,6 triliun kepada 81.417 debitur, DIY Rp4,02 triliun kepada 76.990 debitur, dan Nusa Tenggara Timur Rp2,33 triliun kepada 55.172 debitur.

“Saat ini penyaluran KUR cukup baik mencapai 59,9 persen. Namun, jika dilihat dari penyalur KUR, penyaluran ke sektor produksi masih perlu ditingkatkan. Hanya empat penyalur yang mencapai target 60 persen penyaluran ke sektor produksi,” kata Wamen Helvi.

Menurutnya, hal ini disebabkan karena rata-rata plafon KUR lembaga penyalur masih didominasi oleh skema KUR Mikro, sementara sektor produksi membutuhkan pembiayaan dengan plafon yang lebih besar.

Lebih lanjut, Wamen Helvi menegaskan percepatan penyaluran KUR tidak hanya untuk memperluas akses pembiayaan bagi UMKM, tetapi juga menjadi instrumen strategis pemerintah dalam pengentasan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja baru.

“Program KUR bukan sekadar soal pembiayaan, tetapi bagian dari strategi besar pemerintah untuk menyejahterakan masyarakat melalui penguatan sektor UMKM,” katanya.

 

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Seminar trading
Ekonomi & Bisnis

Digelar di Bandung,  Strategi Trading Didimax Dibongkar di Depan Ratusan Peserta


BANDUNG, Bisnistoday,- PT Didi Max Berjangka (Didimax) kembali menunjukkan langkah nyatanya dalam...

emasku
Ekonomi & Bisnis

Logam Mulia Diburu, Industri Perhiasan Nasional Tetap Menjanjikan

JAKARTA, Bisnistoday - Tren kenaikan harga logam mulia sejak akhir tahun 2025...

Harga Bensin Picu Lonjakan Inflasi di AS . (Unsplash.com/DawnMcDonald)
EKONOMI

Harga Bensin Picu Lonjakan Inflasi di AS

JAKARTA, Bisnistoday - Kenaikan harga bensin memicu lonjakan inflasi di Amerika Serikat...

Ekonomi Taiwan Melesat Berkat Industri Kecerdasan Buatan (Unsplash/Timo Volz)
EKONOMI

Ekonomi Taiwan Melesat Berkat Industri Kecerdasan Buatan

JAKARTA, Bisnistoday – Pertumbuhan ekonomi Taiwan melesat pesat dan membuat iri negara...