JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Pekerjaan Umum mengerahkan lebih dari 100 unit alat berat dan ratusan personel tanggap darurat untuk memastikan akses logistik kembali terbuka serta layanan dasar bagi warga terdampak dapat segera pulih. Bencana yang terjadi sejak akhir November itu memicu gangguan parah pada sejumlah infrastruktur vital, termasuk ruas jalan nasional, jembatan, hingga jaringan air bersih.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan penanganan dilakukan secara terpadu oleh seluruh unit teknis di wilayah terdampak.“Dalam situasi darurat, kecepatan dan kolaborasi adalah kunci,” ujar Menteri Dody di Jakarta, Senin (1/12)
Sumatera Utara menjadi salah satu wilayah dengan dampak terparah. Banjir dan longsor melanda 11 kabupaten/kota, termasuk Tapanuli Tengah, Sibolga, Mandailing Natal, hingga Dairi. Dua jalur strategis, Tarutung–Sipirok dan Tarutung–Sibolga, terputus oleh puluhan titik longsor.
Terdapat 49 titik longsor ditemukan di ruas Tarutung–Sipirok, dan hingga 29 November malam 14 titik berhasil dibersihkan. Di ruas Tarutung–Sibolga terdapat 35 titik longsor, dengan 17 titik telah tertangani.
BPJN Sumut mengerahkan 38 alat berat, sementara 9 unit masih dalam perjalanan ke lokasi. Setidaknya 52 unit alat berat dibutuhkan agar pembukaan akses bisa dipercepat.
Pasokan BBM serta logistik untuk operator dan personel juga menjadi prioritas, mengingat beberapa wilayah seperti Kota Sibolga dan Tapanuli Tengah masih sulit dijangkau. Komunikasi pun sementara mengandalkan jaringan satelit.
Alat Berat dan Mobil Tangki Air
Di Aceh, penanganan difokuskan pada tiga aspek utama: pembersihan longsor, distribusi air bersih, dan dukungan logistik. Satuan BWS Sumatera I, BPJN Aceh, serta BPBPK Aceh telah mengerahkan 31 alat berat. Selain itu, disiapkan pula: 6 mobil tangki air, 3 dump truck, 5 tenda hunian darurat, 2 mobil toilet portable, 10 velbed dan perlengkapan sanitasi dan 30 hidran umum dan 7 tangki biofilter.
Daerah paling terdampak berada di kawasan pantai timur, seperti Pidie Jaya, Pidie, dan Bireuen, yang kini diperkuat tambahan personel dan armada air bersih.
Sumatera Barat juga melakukan penanganan intensif di lebih dari 40 lokasi terdampak. Kota Padang menjadi fokus utama karena tingginya genangan dan sedimentasi.
Beberapa langkah penanganan antara lain; pengerukan sedimen di intake PDAM Kampung Koto, pengoperasian dua pompa bergerak untuk mengurangi genangan, pengerukan saluran sungai di Koto Tangah, Gurun Laweh, Nanggalo, hingga Limau Manis dan pengiriman 4 excavator standar dan 1 long arm untuk mempercepat normalisasi alur sungai.
Sementara, BWS Sumatera V juga memenuhi permintaan darurat dari Universitas Andalas, termasuk pengiriman pipa 70 meteruntuk memulihkan suplai air baku ke kampus dan rumah sakit Unand.
Di sejumlah kabupaten seperti Agam, Solok, Pasaman, dan Tanah Datar, alat berat dikerahkan untuk pembersihan material longsor, pemasangan bronjong, serta pemulihan sungai. Total 38 alat berat bekerja bergiliran di provinsi ini.
Pemerintah menegaskan bahwa penanganan lintas provinsi berjalan secara terkoordinasi. Semua balai teknis di bawah Kementerian PU memastikan akses vital seperti jalan nasional, intake air bersih, hingga bending bisa dipulihkan secepat mungkin karena terkait langsung dengan distribusi logistik dan kebutuhan dasar warga.
Upaya pemulihan jangka pendek diarahkan pada: pembukaan akses terisolasi, pembersihan sedimen dan material longsor, pemulihan layanan air bersih, pemasangan struktur penahan erosi, dan pengiriman bantuan kemanusiaan.//


