BOGOR, Bisnistoday — Upaya pemerintah membangun fondasi pendidikan sejak dini terus diperkuat. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meninjau langsung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Program Revitalisasi Sekolah di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (6/2). Kunjungan dilakukan di SMP Negeri 2 Babakan Madang dan SD Negeri Bojongkoneng 02.
Kunjungan ini menjadi penegasan komitmen pemerintah dalam menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan, sekaligus memastikan pemenuhan gizi peserta didik berjalan selaras dengan peningkatan kualitas sarana pendidikan.
Di SMP Negeri 2 Babakan Madang, Mendikdasmen melihat langsung dampak revitalisasi sekolah yang telah rampung pada Desember 2025. Sekolah dengan 480 murid itu memperoleh bantuan rehabilitasi tiga ruang kelas serta pembangunan fasilitas toilet baru. Hasilnya, suasana belajar kini terasa lebih layak dan kondusif.
“Lingkungan fisik sekolah yang baik adalah fondasi penting bagi proses belajar mengajar. Anak-anak harus merasa aman dan nyaman agar potensi mereka bisa berkembang optimal,” ujar Abdul Mu’ti saat berdialog dengan guru dan siswa.
Sementara itu, di SD Negeri Bojongkoneng 02, Mendikdasmen meninjau kesiapan sekolah menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) sekaligus melihat dampak nyata revitalisasi terhadap kenyamanan belajar. Sekolah dengan 291 murid ini menerima rehabilitasi enam ruang kelas, perpustakaan, ruang UKS, ruang administrasi, perbaikan toilet lama, pembangunan satu ruang kelas baru, serta satu paket toilet baru.
Kepala SD Negeri Bojongkoneng 02, Ade Irma Suryani, mengungkapkan bahwa sebelum revitalisasi, kondisi sekolah cukup memprihatinkan. Beberapa ruang kelas bocor dan lantai rusak, sehingga berpotensi mengganggu keselamatan siswa.
“Alhamdulillah, setelah revitalisasi sekolah menjadi jauh lebih aman dan nyaman. Anak-anak terlihat lebih bahagia dan semangat belajar mereka meningkat,” kata Ade.
Kenyamanan belajar tersebut semakin diperkuat dengan kehadiran Program Makan Bergizi Gratis. Menu makanan yang sehat dan bercita rasa baik disambut antusias para siswa. Asupan gizi yang cukup dinilai berperan penting dalam menjaga kesehatan dan meningkatkan konsentrasi belajar.
Abdul Mu’ti menegaskan, MBG bukan sekadar program pemenuhan gizi, tetapi juga sarana pembentukan karakter. Anak-anak dibiasakan berdoa sebelum dan sesudah makan, menjaga kerapihan, serta belajar tertib saat makan bersama.
“Kalau makan makanan sehat dan bergizi, kalian akan menjadi anak-anak yang kuat. Kurangi makanan instan dan biasakan hidup sehat, karena kalian adalah generasi yang kelak memimpin Indonesia,” pesannya kepada para siswa kelas VI yang akan menghadapi TKA.
Menurut Mendikdasmen, sinergi antara revitalisasi sekolah dan pemenuhan gizi peserta didik merupakan kunci menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045, generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga sehat, berkarakter, dan berdaya saing.//







































