www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 18 April 2026
Home LIFESTYLE Sport & Health Cegah Anemia Dengan Mencukupi Kebutuhan Zat Besi
Sport & Health

Cegah Anemia Dengan Mencukupi Kebutuhan Zat Besi

zat besi
zat besi
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Kemampuan kognitif seperti fokus/konsentrasi dan daya ingat, memegang peranan penting dalam mendukung aktivitas belajar dan produktivitas sehari-hari. Salah satu nutrisi esensial yang berkontribusi terhadap fungsi tersebut adalah zat besi.

Namun, kekurangan zat besi masih menjadi tantangan kesehatan yang perlu mendapat perhatian lebih luas. Prevalensi anemia di Indonesia masih tergolong cukup tinggi. Berdasarkan Survey Kesehatan Indonesia 2023, prevalensi anemia tercatat pada anak usia 0-4 tahun 23,8%, 5-14 tahun 16,3% dan pada perempuan secara keseluruhan 18,0% (SKI 2023).

Lucky Yogasatria, Dokter Spesialis Anak dan Konselor Laktasi menjelaskan, zat besi memiliki peran penting dalam pembentukan sel darah merah serta mendukung fungsi kognitif, termasuk konsentrasi dan kemampuan belajar.

“Anemia sebenarnya bukan tanda awal kekurangan zat besi, namun justru sudah berada di tingkat yang parah atau sudah mengalami kekurangan zat besi cukup lama. Cegah dengan mencukupi asupan zat besi sehari-hari,” ujarnya di Jakarta, Selasa (14/4).

Berita Terkait: Waspada! Kekurangan Zat Besi Bisa Menurunkan Tingkat Kecerdasan Anak

Anemia terjadi ketika tubuh kekurangan sel darah merah (haemoglobin/Hb) yang berfungsi mengikat oksigen dan mengantarkan oksigen ke seluruh sel tubuh. Kekurangan Hb karena kurangnya zat besi menyebabkan tubuh lemas, ngantuk, dan sesak nafas. Di situlah peran zat besi sebagai bahan pembentuk Hb.
“Zat besi memiliki peran penting dalam pembentukan sel darah merah serta mendukung fungsi kognitif, termasuk konsentrasi dan kemampuan belajar,” tambahnya.

Pada Ibu Hamil, secara global WHO mencatat kasus anemia sekitar 37%. Sebagian besar kasus anemia disebabkan karena kekurangan zat besi. Kondisi ini menunjukkan bahwa kekurangan zat besi masih menjadi tantangan kesehatan yang berdampak pada fungsi kognitif, kemampuan belajar, serta potensi tumbuh kembang jika tidak ditangani dengan tepat.

“Kebutuhan zat besi perlu diperhatikan sejak dini, mulai dari bayi hingga usia dewasa, terutama pada periode pertumbuhan, masa remaja, sebelum kehamilan, hingga selama kehamilan. Pada masa kehamilan, kecukupan zat besi sangat penting untuk mendukung kesehatan ibu, pertumbuhan janin, serta membantu menurunkan risiko bayi lahir dengan cadangan zat besi yang rendah, sehingga dapat menekan potensi kekurangan zat besi pada bayi sejak awal kehidupan.” tuturnya

Ia pun melanjutkan, pemenuhan zat besi sebaiknya diutamakan dari pola makan bergizi seimbang, namun pada kondisi tertentu suplementasi dapat dipertimbangkan sesuai anjuran tenaga kesehatan.

“Saat ini, tersedia berbagai pilihan suplementasi zat besi oral, termasuk dalam bentuk Iron Polymaltose Complex (IPC), yang memiliki karakteristik pelepasan zat besi yang lebih terkendali sehingga membantu penyerapan sesuai kebutuhan tubuh, cenderung lebih nyaman di saluran pencernaan, serta dapat dikonsumsi bersama makanan,” ungkapnya.

Lucky juga mengingatkan agar konsumsi zat besi tidak dibarengi dengan kalsium. “Agar penyerapan zat besi maksimal, hindari mengkonsumsinya bersama dengan sumber kalsium seperti susu. Hal ini karena keduanya bersifat kompetitif. Beri jeda sekitar dua jam,” pungkasnya./E2

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

Bandung
Sport & Health

Hasil Survei : Layanan Kesehatan di Bandung Raih Kepuasan Tertinggi 85,9%

BANDUNG, Bisnistoday - Sektor kesehatan menjadi layanan publik dengan tingkat kepuasan tertinggi...

Wings
Sport & Health

Catat Tanggalnya! ISOPLUS Run Series 2026 Bakal Digelar di Jakarta dan Surabaya

JAKARTA, Bisnistoday — ISOPLUS, minuman isotonik produksi WINGS Food, akan kembali menggelar...

Sport & Health

Pemeriksaan Biometri, Kunci Penglihatan Tajam Pasca Operasi Katarak

JAKARTA, Bisnistoday - Salah satu penyebab kebutaan terbanyak di dunia adalah katarak....

Sport & Health

AIA Vitality Women’s 10K 2026 Kembali Hadir, Kali ini Berlokasi di TMII

Jakarta, Bisnistoday – AIA Vitality Women’s 10K kembali hadir di tahun 2026....