www.bisnistoday.co.id
Rabu , 24 Juni 2026
Home EKONOMI Kementerian UMKM Sinergikan Tiga Program untuk Capai Target 10 Juta Wirausaha Baru
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kementerian UMKM Sinergikan Tiga Program untuk Capai Target 10 Juta Wirausaha Baru

Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM Riza Damanik dalam Talkshow UMKM Insight di Jakarta, Rabu (24/6) menyampaikan lembaga inkubator berperan strategis mencetak wirausaha baru yang andal.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Lembaga inkubator berperan strategis untuk mencetak wirausaha baru yang berhasil. Sebab, ada kecenderungan wirausaha yang mengikuti program inkubasi memiliki tingkat keberhasilan yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang membangun usaha tanpa pendampingan.

“Banyak orang memiliki ide bisnis, tetapi belum mampu mewujudkannya menjadi usaha yang berkelanjutan. Melalui lembaga inkubator, calon wirausaha dapat memperoleh pendampingan, akses pembiayaan, pemasaran, sertifikasi, dan standardisasi yang dibutuhkan untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan,” kata Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM Riza Damanik dalam Talkshow UMKM Insight di Jakarta, Rabu (24/6).

Riza menjelaskan, lembaga inkubator, termasuk yang berada di lingkungan perguruan tinggi, berperan mendampingi pelaku usaha sekaligus mendorong lahirnya inovasi dan teknologi dalam menjalankan usaha. Pendampingan itu mencakup akses pembiayaan, pemasaran, sertifikasi, dan standardisasi yang dibutuhkan untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan.

Oleh karena itu, Kementerian UMKM terus memberikan dukungan agar kapasitas kelembagaan inkubator dan kualitas layanan pendampingannya semakin optimal.

Riza mengatakan peran lembaga inkubator tersebut akan disinergikan dengan tiga program prioritas Kementerian UMKM: Bursa Wirausaha Unggulan, Program Kesejahteraan Produktif (Pro-Kesra Produktif), dan platform SAPA UMKM, untuk mengejar target nasional mencetak 10 juta wirausaha baru pada 2029.

“Pendampingan melalui lembaga inkubator kami integrasikan dengan program Bursa Wirausaha Unggulan dan Pro-Kesra Produktif agar target 10 juta berwirausaha baru dapat tercapai secara lebih efektif,” ujarnya.

Secara spesifik, Bursa Wirausaha Unggulan dirancang sebagai ekosistem pembinaan kewirausahaan yang terintegrasi, mulai dari pelatihan, penguatan kapasitas usaha, fasilitasi legalitas dan sertifikasi, pelatihan manajemen keuangan, hingga perluasan akses pembiayaan dan pemasaran.

Melalui program tersebut, generasi muda, calon wirausaha, pelaku UMKM, maupun pengusaha dapat mengakses berbagai layanan pengembangan usaha secara lebih mudah dan terhubung dalam satu ekosistem.

Sementara itu, Pro-Kesra Produktif difokuskan pada pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pendampingan dari tahap pra-produksi hingga pasca-produksi, dengan sasaran utama kelompok masyarakat pada desil 5 hingga 10.

Untuk memperluas jangkauan layanan, Kementerian UMKM juga tengah mengintegrasikan proses pendampingan inkubasi ke dalam platform SAPA UMKM. Langkah ini diharapkan memudahkan pelaku usaha di berbagai daerah mengakses layanan pengembangan usaha secara lebih cepat, mudah, dan merata.

Selain memperluas akses layanan, Kementerian UMKM juga terus meningkatkan kualitas proses inkubasi dan kompetensi pendamping kewirausahaan melalui penerapan standar pelatihan, sistem penilaian, serta pemeringkatan lembaga inkubator.

“Langkah ini dilakukan untuk memperkuat kapasitas lembaga inkubator, meningkatkan kualitas layanan pendampingan, dan memperluas peluang UMKM untuk berkembang hingga naik kelas,” kata Riza.

Riza optimistis penguatan peran lembaga inkubator akan mendorong lahirnya lebih banyak wirausaha baru sekaligus mempercepat pertumbuhan UMKM yang tangguh dan berdaya saing.

Pendampingan Sejak Tahap Ide   

Dalam kesempatan yang sama, Head of BINUS Incubator Aloysius Bernanda Gunawan mengatakanminat berwirausaha sering tumbuh sejak seseorang berada di bangku pendidikan. Namun, tidak sedikit pula wirausahawan yang lahir karena kebutuhan untuk menciptakan peluang kerja bagi dirinya sendiri.

Oleh sebab itu, menurut Aloysius, calon wirausaha maupun pelaku usaha rintisan memerlukan pendampingan yang komprehensif sejak tahap perumusan ide, pengembangan prototipe, hingga penyempurnaan produk agar mampu tumbuh menjadi pengusaha yang kompetitif.

“Generasi muda memiliki kemampuan belajar yang cepat, adaptif terhadap perubahan, dan kaya akan ide. Jika didukung dengan pendampingan yang tepat, mereka tidak hanya mampu membangun usaha, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru,” ujarnya.

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

GT Banyudono
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Kementerian PU Pastikan Sepuluh Ruas Tol Baru Beroperasi Fungsional Jelang Nataru

JAKARTA, Bisnistoday– Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan sedikitnya 10 ruas jalan tol...

Komponen Otomotif
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Menperin Menepis Tudingan Adanya Relokasi Sejumlah Perusahaan Komponen Otomotif

JAKARTA, Bisnistoday -Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita memerintahkan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin,...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Aturan Baru: Platform E-commerce Wajib Cantumkan Seluruh Biaya Dalam Perjanjian Kemitraan

  JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) resmi...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Gandeng ID Food, Koperasi Ekspor Gambir ke India dan Pakistan

JAKARTA, Bisnistoday - Koperasi Produsen Syariah Gambir Anam Koto Mandiri asal Sumatera...