www.bisnistoday.co.id
Senin , 3 Agustus 2026
Home NASIONAL & POLITIK Politik & Keamanan Aditya Yusma, Ketum Relawan Ndaru yang Terlupakan
Politik & Keamanan

Aditya Yusma, Ketum Relawan Ndaru yang Terlupakan

Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Relawan Ndaru yang bertransformasi menjadi perkumpulan Ndaru Nderek Guru yang dikomandani oleh Aditya Yusma sebagai ketua umum, resmi menyatakan dukungannya dalam kontestasi pilpres 2024 kepada Prabowo – Gibran dalam deklarasi yang diadakan pada 17 Desember 2023, di kantor DPP Ndaru Jl Saharjo Jakarta selatan, sekaligus menandai berdirinya organisasi Ndaru.

Ndaru berdiri atas Ide & Gagasan dari Aditya Yusma dikarenakan kecintaannya kepada salah satu tokoh karismatik Indonesia asal Kota Pekalongan Jawa Tengah yaitu Al Habib Muhammad Lutfi Bin Ali bin Yahya yang telah mengumumkan dukungannya kepada Pasangan no urut 2 Pilpres 2024 yaitu Prabowo & Gibran. Oleh karena kecintaan Aditya tersebut maka setelah berdiskusi dengan Habib Sholeh Alatas putera menantu Habib Lutfi Bin Yahya dan setelah mendapatkan restu dari habib Lutfi, Ndaru bergerak berkampanye akbar masif di puluhan kota kabupaten serta Provinsi se Indonesia.

Kampanye dimulai dari Deklarasi Akbar di halaman kantor DPP Ndaru di Jakarta Selatan dihadiri oleh Habib Lutfi dan ribuan simpatisan, serta Ketua TKN Rosan Roeslani dan Siti Mamduha Maruf Amin Puteri Wapres RI Prof KH Maruf Amin, petinggi TKN lainnya. Kemudian kampanye akbar kedua di Jepara Jawa tengah Ndaru senam sehat wayahe Prabowo-Gibran menang yang dihadiri 40.000 lebih warga Jepara dan sekitarnya.

Selanjutnya di Wonosobo, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Brebes, Batang, Kendal, Semarang, Blora, Purbalinga Jawa Tengah, Bangkalan Madura, Banyuwangi, Jember, Jawa Timur. Kemudian lanjut Bekasi, Bandung, Cirebon, Indramayu, Tasik, Jawa Barat, Langsa Aceh, Bukit Tinggi Solok Padang Sumatera Barat, Jambi, Banjarmasin Kalimantan Selatan, Pontianak Kalimantan Barat, Bali, Papua Tengah.

Ndaru pun bersholawat di Serang Banten yang dihadiri langsung oleh Jenderal TNI Purn Prabowo Subianto serta kampanye akbar di gelora Bung karno GBK. Namun yang menjadi luar biasa adalah di usia yang belum genap setahun, ndaru telah memiliki jaringan di 30 Provinsi (DPW) sekitar 50 Kab kota (DPC) dan 1 perwakilan luar negeri amerika serikat, perjuangan dedikasi serta tekad yang kuat dari Aditya yusma selaku ketua umum bahu membahu bersama habib Sholeh Alatas dan pengurus Ndaru lainnya telah melahirkan kesukseskan dalam menjadikan Ndaru organisasi yang bukan hanya tuan Rumah di negeri sendiri namun tamu kehormatan di manca negara. Terbukti dengan telah berdirinya Ndaru Amerika Serikat sebagai perwakilan luar negeri.

Ketum Ndaru Aditya Yusma menyatakan, dalam mendukung pasangan Prabowo- Gibran, pihaknya mengunakan strategi yaitu, menjaring para santri, alumni santri, pecinta, pengagum Habib Lutfi, lintas Agama, lintas Etnis, suku dan budaya, serta memiliki slogan, “Yang Dekat lebih mendekat, yang Jauh Mendekat”, yang memiliki arti bahwa Ndaru organiasi yang terbuka untuk seluruh masyarkat Indonesia, bahkan dunia, dan tidak exclusive.

“Oleh karena itu kami tidak membatasi harus santri atau alumni santri Habib Lutfi bin Yahya, namun seluruh rakyat Indonesia yang memiliki pemahaman dan semangat tekad yang sama untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta meningkatkan nasionalisme untuk mencegah tumbuhnya paham Intoleransi, radikalisme , hingga terorisme melalui ekonomi kerakyatan, pendekatan budaya, pendekatan kultural, pendekatan seni, pendidikan, koperasi dan lain sebagainya sebagai Wadah kesepahaman Bersama seluruh rakyat Indonesia,” papar Aditya.

Aditya mengatakan, NDaru terdiri dari berbagai macam kalangan lintas generasi yang siap bergerak untuk menjadi garda terdepan bangsa dalam menjaga persatuan dan kesatuan, serta mendukung, mendampingi, berpartisipasi melaksanakan Program program pemerintahan Bapak Presiden RI Jenderal TNI Purn Prabowo subianto & Mas Gibran secara ketat.

Sosok dan Biodata

Aditya Yusma bukanlah sosok asing dalam dunia seni budaya & film nasional serta dalam pencegahan paham radikal intoleransi dan terorisme. Pria asal Pekalongan, Jawa Tengah ini aktif sebagai Staf Ahli (TA) Badan Nasional Penangulangan Terorisme, dan dikenal luas sebagai tokoh penting di berbagai bidang, mulai dari seni, budaya, hingga pergerakan, serta Aditya memiliki Jejaring luas lintas kementerian, BUMN, pemerintah daerah , swasta nasional hingga pengusaha International.

Aditya Yusma menempuh pendidikan tinggi di Universitas Mercubuana Jakarta, Sebelum memasuki dunia perguruan tinggi, ia menyelesaikan pendidikan menengahnya di SMA Negeri 01 Kota Pekalongan Jawa Tengah pada tahun 2002 dan SMP Negeri 2 Kota pekalongan pada tahun 1999.

Baca juga:Ketua Umum Ndaru: Kami Titipkan Bangsa Indonesia pada Prabowo-Gibran

Selain Pendidikan formal, Aditya mengikuti Pendidikan Informal dan berbagai kursus Singkat seperti Inteligen Support Sistem (ISS WOLRD ASIA) di Singapura pada tahun 2023 penugasan dari Badan Nasional Penangulangan Terorisme Republik Indonesia.

Karier dan Aktivitas Organisasi

Karier organisasi dimulai sejak masa SMA, ketika ia aktif di organisasi pecinta alam (WANALANA SMUNSA) & Sendra Tari / drama musical di SMA N 1 Kota pekalongan. Kemudian Ia menjabat sebagai frenchysee Sanggar Ananda lenong bocah serta ketua sanggar Ananda Bogor pada periode 2006-2009.

Aditya juga tercatat sebagai produser , produser pelaksana , Co Sutradara dan Pimpinan Produksi film aktif dengan beberapa film layar lebar Bioskop yang telah ditayangkan di Bioskop seluruh Indonesia. Salah satu FILMnya yang terkenal, “Sultan Agung, Tahta Perjuangan Cinta sebagai Produser pelaksana, bahkan memenangkan penghargaan film terbaik/ Terpuji FFB – Festival film Bandung 2018.

Nama Aditya Yusma mencuat sejak menjadi Produser Pelaksana Film Sultan Agung tahta perjuangan & Cinta 2018.
Sejak itu aditya terlibat dalam berbagai kegiatan. Pada tahun 2022 – hingga sekarang, ia ditunjuk sebagai Staf Ahli (TA) Badan Nasional Penangulangan Terorisme RI dengan tugas sebagai hubungan Antar Lembaga oleh Bapak Komjen Pol (purn) Boy Rafli Amar (Kepala BNPT RI 2019 -2023), dengan tugas melaksanakan Koordinasi dengan kementerian / Lembaga, pemerintah daerah dan swasta dalam rangka mendukung Tugas Tugas Pokok BNPT dan melapor langsung kepada Kepala BNPT RI. Sampai saat ini Aditya telah berkiprah di BNPT RI selama 3 tahun dan masih terus berjalan.

Kemudian, pada tahun 2022, ia ditugaskan menjadi narahubung di PT Pertamina (Persero) dalam rangka koordinasi pencegahan Terorisme di Lingkungan PT PERTAMINA (Persero) dan atau seluruh anak perusahaan terafiliasi.

Pada tahun 2023, ia mendirikan Organisasi Perkumpulan Ndaru Nderek Guru yang saat ini telah memiliki 30 DPW, 50 DPC dan satu perwakilan Amerika Serikat, lintas generasi, agama dan dari berbagai kalangan masyarakat./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Politik & Keamanan

Pengamat Unpad Ingatkan Bahaya Main Hakim Sendiri Usai Imbauan Lawan Begal

BANDUNG, Bisnistoday - Pengamat Sosial Universitas Padjadjaran (Unpad) Herry Wibowo mengingatkan masyarakat...

Partai Gelora
Politik & Keamanan

Perang di Timteng Jadi Frozen Konflik, Mahfuz Sidik: Kekuatan Amerika di Teluk Bakal Benar-benar Lumpuh

JAKARTA, Bisnistoday- Sekjen Partai Gelora Indonesia, Mahfuz Sidik mengatakan, perang antara Iran...

wamen pkp fahri hamzah kementerian pkp program 3 juta rumah.
Politik & Keamanan

Fahri Hamzah: Indonesia Darurat Perbaikan Sistem Pemberantasan Korupsi

JAKARTA, Bisnistoday- Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia sekaligus Wakil Menteri Perumahan...

Politik & Keamanan

Erwin Mengaku Tak Pernah Diajak Bahas APBD dan Program Kerja Kota Bandung

BANDUNG, Bisnistoday - Wakil Wali Kota Bandung Erwin mengaku hampir tidak pernah...