www.bisnistoday.co.id
Selasa , 22 September 2026
Home EKONOMI Antisipasi Krisis Pangan, ID FOOD Realisasikan Praktik Pertanian Cerdas
EKONOMISektor Riil

Antisipasi Krisis Pangan, ID FOOD Realisasikan Praktik Pertanian Cerdas

APLIKASI E-FARMER: Perusahaan BUMN yang bergerak di bidang pangan, ID FOOD menerapkan aplikasi e-farmer, sistem digitalisasi pendaftaran mitra petani, pendaftaran kebun hingga pemantauan digital kebun atau lehan petani
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Perusahaan BUMN yang bergerak di bidang pangan, ID FOOD merealisasikan praktik pertanian cerdas dengan fokus pada peningkatan produksi pangan domestik. Ini dilakukan untuk mengantisipasi krisis pangan global.

“Kami telah menerapkan aplikasi e-farmer, sistem digitalisasi pendaftaran mitra petani, pendaftaran kebun hingga pemantauan digital kebun atau lehan petani,” kata Direktur Utama ID FOOD, Frans Marganda Tambunan dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (2/7).

Ia mengatakan, perbaikan hulu pangan bersama petani secara berkelanjutan merupakan cara ID FOOD dukung pemerintah untuk kedaulatan pangan.

ID FOOD terus berupaya meningkatkan produksi pangan di dalam negeri dengan tujuan agar Indonesia tidak lagi bergantung terhadap produk pangan impor.

Frans menjelaskan bahwa pihaknya juga melakukan inovasi pada sektor hilir pangan menjaga keseimbangan hulu dan hilir pangan, di antaranya menghadirkan variasi produk ritel pangan pokok memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kegiatan peluncuran produk varian beras dengan merek Rania, produk gula kristal putih bermerek Raja Gula, pendistribusian ritel juga direalisasikan dengan peningkatan kolaborasi ritel daring, seperti warung pangan dan e-commerce lainnya.

“Kami melihat peluang pada tahun 2022 cukup besar pada sektor ritel pangan, terbukti pembukuan penjualan pangan ritel tahun buku 2021, perseroan menopang pendapatan sebesar Rp8 triliun atau meningkat 15 persen year on year,” kata Frans.

ID FOOD berkomitmen akan bersama pemerintah mengatasi ancaman krisis pangan melalui peningkatan kemitraan petani dan perluas lahan petani untuk produksi pangan sebagai bagian dari transformasi pada hulu pangan.

Pada 2021, realisasi jumlah mitra petani tebu sebanyak 23.735 petani dari target 22.367 petani atau tercapai 106 persen dari target dan luas lahan tercatat mencapai 41.509 hektare atau naik 11 persen dari tahun 2020.

Sebagai langkah awal, kata Frans, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI berperan sebagai BUMN induk pangan pada tahun 2022. Perseroan telah mengimplementasikan teknologi informasi terintegrasi BUMN klaster pangan yang mengintegrasikan lima BUMN pangan dengan induk pangan RNI./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMI

Kejar Kemandirian Fiskal, Pemkot Bandung Targetkan PAD Tembus 60 Persen Pendapatan Daerah

BANDUNG, Bisnistoday - Pemerintah Kota Bandung menargetkan peningkatan kemandirian fiskal melalui optimalisasi...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

LPDB Koperasi Hadirkan Coaching Clinic Pembiayaan di Borobudur Expo 2026 

MAGELANG, Bisnistoday - Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi menghadirkan layanan Coaching...

EKONOMIKomunitasLIFESTYLE

15.000 Peserta Ramaikan Pocari Run 2026 Bandung, Pemkot Siapkan Rekayasa Lalu Lintas 19-20 September

BANDUNG, Bisnistoday - Pocari Run 2026 akan digelar selama dua hari di...

EKONOMI

Libatkan Pengemudi Lama, Bandung Angkot Utama Jadi Pintu Masuk Ekonomi Digital Berbasis Blockchain

BANDUNG, Bisnistoday - Pemerintah Kota Bandung mengembangkan Bandung Angkot Utama sebagai bagian...