www.bisnistoday.co.id
Selasa , 28 Juli 2026
Home EKONOMI Antisipasi Krisis Pangan, ID FOOD Realisasikan Praktik Pertanian Cerdas
EKONOMISektor Riil

Antisipasi Krisis Pangan, ID FOOD Realisasikan Praktik Pertanian Cerdas

APLIKASI E-FARMER: Perusahaan BUMN yang bergerak di bidang pangan, ID FOOD menerapkan aplikasi e-farmer, sistem digitalisasi pendaftaran mitra petani, pendaftaran kebun hingga pemantauan digital kebun atau lehan petani
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Perusahaan BUMN yang bergerak di bidang pangan, ID FOOD merealisasikan praktik pertanian cerdas dengan fokus pada peningkatan produksi pangan domestik. Ini dilakukan untuk mengantisipasi krisis pangan global.

“Kami telah menerapkan aplikasi e-farmer, sistem digitalisasi pendaftaran mitra petani, pendaftaran kebun hingga pemantauan digital kebun atau lehan petani,” kata Direktur Utama ID FOOD, Frans Marganda Tambunan dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (2/7).

Ia mengatakan, perbaikan hulu pangan bersama petani secara berkelanjutan merupakan cara ID FOOD dukung pemerintah untuk kedaulatan pangan.

ID FOOD terus berupaya meningkatkan produksi pangan di dalam negeri dengan tujuan agar Indonesia tidak lagi bergantung terhadap produk pangan impor.

Frans menjelaskan bahwa pihaknya juga melakukan inovasi pada sektor hilir pangan menjaga keseimbangan hulu dan hilir pangan, di antaranya menghadirkan variasi produk ritel pangan pokok memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kegiatan peluncuran produk varian beras dengan merek Rania, produk gula kristal putih bermerek Raja Gula, pendistribusian ritel juga direalisasikan dengan peningkatan kolaborasi ritel daring, seperti warung pangan dan e-commerce lainnya.

“Kami melihat peluang pada tahun 2022 cukup besar pada sektor ritel pangan, terbukti pembukuan penjualan pangan ritel tahun buku 2021, perseroan menopang pendapatan sebesar Rp8 triliun atau meningkat 15 persen year on year,” kata Frans.

ID FOOD berkomitmen akan bersama pemerintah mengatasi ancaman krisis pangan melalui peningkatan kemitraan petani dan perluas lahan petani untuk produksi pangan sebagai bagian dari transformasi pada hulu pangan.

Pada 2021, realisasi jumlah mitra petani tebu sebanyak 23.735 petani dari target 22.367 petani atau tercapai 106 persen dari target dan luas lahan tercatat mencapai 41.509 hektare atau naik 11 persen dari tahun 2020.

Sebagai langkah awal, kata Frans, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI berperan sebagai BUMN induk pangan pada tahun 2022. Perseroan telah mengimplementasikan teknologi informasi terintegrasi BUMN klaster pangan yang mengintegrasikan lima BUMN pangan dengan induk pangan RNI./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Presiden AS Donald J Trump.
EKONOMIKawasan Global

Trump akan Terapkan Tarif Baru pada Lebih dari 80 Negara

JAKARTA, Bisnistoday – Amerika Serikat akan mengenakan tarif antara 10% atau 12,5%...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Menkop Pastikan Arah Penguatan Koperasi Saat Dialog dengan Penggerak Koperasi di Pamekasan

PAMEKASAN, Bisnistoday – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono memberikan arahan sekaligus berdialog...

EKONOMIPerbankan & Asuransi

Perkuat Layanan, BRI Life Resmikan Wajah Baru Kantor Layanan Denpasar

JAKARTA, Bisnistoday - Asuransi BRI Life meresmikan wajah baru kantor layanan Denpasar...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Menkop Tegaskan Kolaborasi Peringatan Harkop Jatim Pilar Pembangunan Ekonomi Rakyat

PAMEKASAN, Bisnistoday – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengapresiasi penyelenggaraan puncak acara...