www.bisnistoday.co.id
Senin , 15 Juni 2026
Home LIFESTYLE Trends & Mode Cerita Romantis Pasangan Difabel, Dipertemukan Usai Baca Koran Radar Kudus
Trends & Mode

Cerita Romantis Pasangan Difabel, Dipertemukan Usai Baca Koran Radar Kudus

Social Media

Bak kata pepatah, jodoh tak akan kemana. Demikian gambaran kisah cinta pasangan difabel di Kudus bernama Muhammad Arif dan Anik Mahmudah. Keduanya dipertemukan setelah Arif membaca profil Anik di koran yang ia jual.

Kisah cinta pasangan difabel di Kudus bernama Muhammad Arif dan Anik Mahmudah terbilang unik. Seperti kata pepatah, bahwa jodoh tak akan kemana, Arif menemukan jodohnya, hanya selang tiga hari setelah membaca profil seorang perempuan di koran lokal Radar Kudus, beberapa tahun silam.

Saat itu Arif masih menjadi penjual koran yang biasa mangkal di sekitar Jalan Mangga, Kudus. Pada suatu hari dirinya membaca profil perempuan yang kini menjadi istrinya, di koran yang ia jual. Perempuan itu diberitakan sebagai seorang difabel yang membuat kerajinan.

Entah bagaimana, Arif berkeyakinan bahwa perempuan di koran tersebut adalah jodohnya.
“Entah bagaimana, setelah membaca berita itu muncul keyakinan di diri saya bahwa ini jodoh saya. Saya kemudian berdoa, ‘Ya Allah, jika memang ini benar jodoh saya maka dekatkan. Namun jika tidak, tolong jauhkanlah,’” kata Arif di ruko tempat mereka berjualan pakaian di Desa Bakalan Krapyak, RT 04, RW 01, Kaliwungu, Kudus, beberapa waktu lalu.

Tak menunggu lama, doa Arif terjawab. Selang tiga hari, tiba-tiba ada notifikasi permintaan pertemanan datang ke akun Facebook milik Arif. Setelah dibuka, ternyata orang yang mengirim permintaan pertemanan itu adalah orang yang sama dengan perempuan di dalam koran yang ia baca tempo hari.

“Saya ingat itu terjadi pada Juni 2015. Saya kemudian tanya, apakah ini benar yang ada di koran. Dan dijawab benar itu dirinya,” ungkap Arif.

Anik mengaku awalnya kagum dengan sosok Arif. Dia pernah melihat foto Arif di forum Facebook para penyandang disabilitas. Dia kagum, karena Arif bisa menjual koran meski hanya menggunakan kursi roda.

“Dulu kan saya belum bisa ke mana-mana, hanya di rumah saja. Melihat Mas Arif itu kok kagum, karena hanya membawa kursi roda tapi bisa ke mana-mana. Bahkan bisa bekerja menjual koran,” kata Anik.

Setelah bertukar nomor telepon, hubungan Arif dan Anik berlanjut melalui sambungan telepon dan SMS. Pendekatan semakin intens hingga akhirnya Arif mengungkapkan perasaannya melalui telepon.

“Setelah mendapat jawaban, kemudian berlanjut pacaran meski belum bertemu. Ketemu pertama kali itu Maret 2016, ada pertemuan komunitas difabel Jepara di rumahnya. Saya nekat datang menyewa angkutan hingga ke Jepara,” terang Arif

Di sana, Arif langsung bicara kepada orang tua Anik, bahwa dia berniat menikahi putrinya. Dan Arif mendapat izin untuk melanjutkan hubungan yang lebih serius.

“Saya ngomong apa adanya kalau tidak punya apa-apa. Alhamdulillah emak mengizinkan,” ucapnya.

Pertemuan Arif dan Anik semakin intens sejak Arif mendapat bantuan motor dari komunitas Gebrak pada tahun 2017. Sebelum menikah, Arif meminta kepada calon istrinya untuk belajar selama satu tahun di Solo. Setelah itu, mereka akhirnya menikah pada 2 Juli 2018.

Sama-Sama Tak Bisa Berjalan

Sejak tahun 2002, kehidupan Muhammad Arif mulai berubah total. Arif yang saat itu berusia 16 tahun yang dulunya bisa beraktivitas normal dengan kedua kakinya, harus menerima kenyataan tak bisa lagi berjalan. Meski melewati masa-masa yang tak mudah, dia mengaku tidak pernah merasa putus asa.
“Saat itu saya terjatuh waktu sepedaan. Awalnya tidak ada masalah, tapi selang beberapa bulan saya tidak bisa jalan. Bahkan untuk bergerak saja tidak bisa,” cerita Arif .

Setelah sekian lama hanya berbaring di rumah, akhirnya Arif mulai bisa merangkak keluar menghirup udara segar menggunakan kedua tangannya. Awalnya dia hanya pergi tak jauh dari rumah. Hingga pada suatu hari ada seorang dermawan yang memberinya kursi roda.
“Lalu saya latihan menggunakan kursi roda agar bisa pergi ke tempat yang jauh. Awalnya sering terjatuh dari kursi roda. Kemudian saya memodifikasi kursi roda di bagian belakangnya. Saya tambah roda agar tidak jatuh saat di tanjakan,” terangnya

Karena punya keinginan kuat untuk mandiri, Arif lalu mencari pekerjaan yang bisa dilakukan. Hingga akhirnya dia menemukan pekerjaan yang cocok, yakni menjadi penjual koran.

“Saat itu saya berpikir, saya bisa menjual menggunakan kursi roda. Sembilan tahun saya menjual koran, mulai September 2011 hingga September 2020. Meski penghasilan tak banyak, dari pekerjaan itu saya juga bisa membantu biaya sekolah adik-adik. Dan juga bisa mendapatkan istri,” ujarnya sambil tersenyum menatap Anik yang duduk di sampingnya.

Berbeda dengan Arif yang tak bisa berjalan sejak berusia belasan tahun, Anik tak bisa berjalan sejak usia 1,5 tahun. Saat itu Anik terjatuh dan akhirnya kakinya tak bisa digerakkan. Berbagai upaya orang tua Anik telah dilakukan, namun takdir menentukan Anik menjadi difabel.

Kondisi itu membuat ibu Anik semakin protektif kepadanya, hingga Anik tidak diizinkan keluar rumah karena khawatir dihina orang. Anik akhirnya hanya belajar sendiri di rumah, diajari ibunya membaca dan menulis.

“Selain itu juga tidak ada biaya. Ibu membelikan saya buku. Saya diajari membaca dan menulis. Saat nonton teve, kalau ada yang tidak saya ketahui, saya kemudian tanya ke ibu,” katanya.

Setelah kejadian itu, Anik mengaku baru keluar rumah untuk pertama kalinya saat ada pertemuan difabel di Teluk Awur, Jepara. Meski sempat tidak mendapat izin dari ibunya, akhirnya diperbolehkan dengan syarat ibunya juga ikut menemani.

“Saat itu ibu juga ikut dipertemuan. Di sana emak sadar bahwa yang difabel tidak hanya saya. Setelah itu saya diperbolehkan ke mana-mana, tidak lagi takut kalau saya nanti di luar dihina orang,” tutur Anik

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Trends & Mode

Victorinox Kembali Hadir Dengan Konsep Practical Nan Relevan

JAKARTA, Bisnistoday - Victorinox kembali menandai milestone terbarunya di Indonesia melalui pembukaan...

Kandung Kemih
Trends & Mode

Kelainan Saluran Kemih Anak Bisa Dideteksi Sejak Dalam Kandungan

JAKARTA, Bisnistoday – Banyak orang tua mengira gangguan ginjal pada anak baru...

Trends & Mode

Vaseline Pro Derma, Dikembangkan Bersama 300 Skin Experts

JAKARTA, Bisnistoday – Vaseline meluncurkan rangkaian varian Vaseline Pro Derma yang dikembangkan...

Diza Anindita, Head of Marketing Fit Hub sedang memberikan penjelasan mengenaii evolusi Fit Hub
Trends & Mode

Fit Hub Kini Hadir Dengan Standar Lebih Tinggi

JAKARTA, Bisnistoday - Fit Hub mengumumkan evolusi konsep melalui hadirnya klub terbarunya...