JAKARTA, Bisnistoday- Dana hasil rights issue PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) yang mencapai Rp4,13 triliun seluruhnya akan digunakan untuk ekspansi kredit perseroan. Pasalnya, ke depan pembiayaan perumahan sangat besar baik KPR bersubsidi dan non subsidi.
“Dana rights issue yang sudah kita rencanakan sepenuhnya untuk ekspansi kredit,” tegas Direktur Utama BTN, Haru Koesmahargyo di Jakarta, Kamis (15/9).
Rencana emiten berkode saham BBTN itu melakukan rights issue semakin menemukan titik terang. Setelah melakukan keterbukaan informasi awal pada awal pekan ini, sekarang manajemen BTN mendapatkan lampu hijau dari DPR RI.
Komisi XI DPR menyetujui penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMTED) atau rights issue BTN, dengan alokasi Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp2,48 triliun dan publik sebesar Rp1,65 triliun.
Komisi XI menyatakan PMN kepada BTN dimaksudkan untuk memperkuat struktur permodalan BTN dengan capital adequacy ratio (CAR) terjaga di atas 15,4 persen.
Selain itu, PMN juga akan meningkatkan kemampuan bisnis dari BTN, khususnya penyaluran 1,32 juta unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR), yang akan mendukung target prioritas nasional di bidang perumahan, serta pengembangan bisnis berbasis ekosistem perumahan.
“Kita ada partnership, ada juga pembiayaan perumahan yang bekerjasama dengan pihak ketiga atau mitra kita, dan tentu semuanya membutuhkan equity atau CAR yang cukup,” kata Haru.
Sepanjang periode Januari-Juni 2022, Bank BTN berhasil menyalurkan kredit mencapai Rp286,152 triliun meningkat 7,61 persen dari posisi yang sama tahun lalu senilai Rp265,907 triliun. Penyaluran kredit perumahan masih mendominasi total kredit perseroan pada semester I 2022.
Adapun kredit perumahan yang disalurkan Bank BTN hingga akhir Juni 2022 mencapai Rp251,914 triliun. Dari jumlah tersebut, KPR Subsidi pada semester I 2022 masih mendominasi dengan nilai sebesar Rp137,255 triliun, tumbuh 8,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp126,297 triliun.
Sedangkan KPR Non Subsidi tumbuh 5,84 persen menjadi Rp85,305 triliun pada semester I 2022 dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp80,598 triliun.
Sebelumnya dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi XI DPR, Rabu (14/9), Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan, Rionald Silaban mengatakan, tanpa right issue, BTN hanya mampu menyalurkan 807.000 rumah hingga 2025. Namun dengan right issue, dia memprediksi penyaluran akan meningkat menjadi 1,32 juta unit hingga tahun 2025./

