JAKARTA, Bisnistoday – Dirut PT KAI, Didiek Hartantyo mengajak semua pihak melakukan kolaborasi sebagai solusi untuk mengatasi persoalan bersama. Persoalan tidak bisa diatasi dengan sendiri, dan solusi tercipta dari kolaborasi bersama.
“Kita tidak boleh lebih kecil dari masalah. Kita harus lebih besar dari tantangan. Karena setiap krisis menyimpan peluang. Kalimat ini tidak hanya menjadi prinsip pribadi, tetapi juga nilai yang menjalar ke seluruh ekosistem KAI,” urai Didiek Hartantyo dalam bedah buku “Masinis yang Melintasi Badai”, yang digelar di Jakarta, Rabu (30/7).
Didalam ini, menceritakan jejak Didiek Hartantyo bagaimana memimpin KAI melintasi krisis pandemi tanpa satu pun pemutusan hubungan kerja. Ketika banyak perusahaan memilih efisiensi ekstrem, Didiek justru melindungi setiap Insan KAI dan mendorong inovasi secara berkelanjutan. Ia percaya bahwa tantangan bukan alasan untuk mundur, tetapi peluang untuk tumbuh.
“Transformasi bukan soal system, ini soal karakter. Soal keberanian untuk tetap manusiawi di tengah badai,” ujar Didiek.
Bagi Didiek, setiap keputusan harus diambil dengan keyakinan, bukan ketakutan. Solusi tidak berjalan sendiri, tetapi perlu mengajak semua pihak untuk berkolaborasi, karena baginya mengatasi masalah tidak bisa sendiri. Harus kolaboratif, karena solusi lahir dari kekuatan bersama.
Buku ini tidak sekadar mendokumentasikan perjalanan seorang pemimpin, melainkan menjadi cermin dari bagaimana karakter, keberanian, dan nilai kemanusiaan dapat membentuk arah transformasi sebuah organisasi besar di tengah masa-masa paling menantang.
Maza kepemimpinan Didiek, KAI dipercaya mengoperasikan LRT Jabodebek dan Whoosh, serta mencatatkan laba Rp2,2 triliun pada 2024. Berbagai penghargaan pun diraih, seperti Gatra Award dan Marketer of the Year.
Didiek memimpin bukan untuk menjadi populer, melainkan untuk menjadi berdampak. “Saya tidak ingin dikenang karena jabatan. Saya ingin dikenang karena dampak. Karena kepemimpinan adalah soal nilai, bukan posisi,” ungkap Didiek.
Didiek menyampaikan pesan penuh harapan bagi generasi muda. “Kalian lahir di era yang penuh ketidakpastian. Tapi jangan takut, buku ini adalah bukti bahwa bertahan dan berdampak itu mungkin,” ucapnya./



