www.bisnistoday.co.id
Jumat , 2 Oktober 2026
Home NASIONAL & POLITIK Nasional GP Ansor Sesalkan Bentrokan di Pemalang, Serukan Perdamaian dan Dialog
Nasional

GP Ansor Sesalkan Bentrokan di Pemalang, Serukan Perdamaian dan Dialog

Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Gerakan Pemuda (GP) Ansor menyesalkan peristiwa kekerasan yang terjadi saat acara peringatan bulan Muharam di Desa Pegundan, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah pada Rabu (22/7) malam. Penggunaan kekerasan dalam bentuk apapun tidak dapat ditolerir.

“Kami mengutuk keras setiap bentuk kekerasan dan penggunaan senjata tajam, khususnya dalam peristiwa di Pemalang. Dalam iklim demokrasi, perbedaan pendapat dapat terjadi kapan saja, namun semua pihak wajib menahan diri dan menjaga suasana damai,” ujar Kepala Satkornas Banser Muhammad Syafiq Syauqi dalam pernyataan tertulis, Kamis (24/7/2025).

Kericuhan di Pemalang melibatkan dua organisasi massa, yakni Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI-LS) dan Front Persatuan Islam (FPI), saat Muhammad Rizieq Shihab tiba di lokasi pengajian. Berdasarkan informasi yang beredar, bentrokan dipicu oleh aksi massa PWI-LS yang menolak kehadiran Rizieq Shihab.

Peristiwa tersebut menyebabkan lima orang terluka, termasuk seorang anggota kepolisian, akibat serangan senjata tajam dan lemparan batu. Saat ini, seluruh korban tengah menjalani perawatan di RS Siaga Medika Pemalang. Syauqi menegaskan siapa pun pelaku kekerasan harus diproses hukum.

“Kami mendukung penuh proses hukum yang transparan dan adil. Siapapun yang terbukti melanggar hukum harus ditindak dengan sanksi setimpal. Namun penanganannya harus tetap bijak agar tidak memperuncing konflik di akar rumput,” tegas Syauqi.

Dalam kaitan ini, Syauqi mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian dan pemerintah daerah yang segera mengamankan lokasi dan mengevakuasi korban sehingga situasi tidak semakin meluas. Langkah preventif kepolisian disebutnya penting dalam mencegah konflik horizontal berkembang ke wilayah lain.

Hingga kini, pihak kepolisian belum merilis keterangan resmi terkait jumlah korban dan identitas pelaku. Namun pengamanan di wilayah Petarukan dan sekitarnya diperketat untuk mencegah eskalasi konflik.

Melihat situasi yang belum sepenuhnya kondusif, GP Ansor mendorong agar peristiwa ini dijadikan momentum memperkuat ruang komunikasi antarorganisasi keagamaan. Syauqi menyerukan kepada para kiai, pengasuh pondok pesantren, dan tokoh masyarakat untuk mengambil peran sebagai penyejuk suasana dan mencegah provokasi lebih lanjut.

“GP Ansor siap menjadi fasilitator dialog untuk menghindari disinformasi dan kekerasan berulang. Kita harus memperkuat ukhuwah Islamiyah, bukan memperlebar jurang perpecahan,” imbuhnya.

Sebagai penutup, Syauqi kembali menekankan pentingnya menjaga perdamaian serta mengedepankan semangat ukhuwah dalam menyikapi perbedaan di tengah masyarakat. Ia berharap semua elemen ormas, termasuk yang berbasis keagamaan, dapat menjadi teladan dalam menyelesaikan konflik secara damai./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

YK Rombsis
Nasional

YK Rombsis Indonesia Memperingati Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Gedung Juang 45 Jakarta

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Yayasan Kemanusiaan Rombsis Indonesia (YK Rombsis) menggelar upacara memperingati...

Nasional

Jelang Musim Hujan, Pemkot Bandung Percepat Pengerjaan Drainase dan Trotoar

BANDUNG, Bisnistoday.co.id — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mempercepat pengerjaan drainase dan trotoar...

Kapolri
Nasional

Komisi III DPR Aklamasi Setujui Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri Gantikan Listyo Sigit

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Tongkat komando Korps Bhayangkara resmi berganti. Fakta per hari...

Nasional

Peringati Hari Kesaktian Pancasila di Gedung Joeang 45, YK Romsis Indonesia Sumbang 2 Ton Beras untuk Yatim Piatu

JAKARTA, Bisnistoday.co.id– Yayasan Keluarga Romsis (YK Romsis) Indonesia menggelar Upacara Peringatan Hari...