JAKARTA, Bisnistoday – Gule tikungan atau yang dikenal dengan sebutan gultik merupalan salah satu kuliner malam yang diminati masyarakat di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Salah satu yang terkenal yakni Gultik Barito atau biasa disebut dengan Gultik stiker. Popularitasnya semakin meningkat setelah sempat viral di media sosial TikTok.
Gultik Barito menyajikan sepiring nasi putih hangat yang disiram dengan kuah gule khas Jawa yang gurih dan kaya rempah. Lokasinya berada di depan Gereja Katolik Yohanes Penginjil, tidak jauh dari Taman Ayodya. Meski tempatnya sederhana dan penerangan di sekitar lokasi terbatas, aroma gule yang menggugah selera membuat banyak pengunjung datang hingga larut malam.
Pemilik Gultik Barito, Suyanto, atau akrab disapa Pak Yanto, telah berjualan sejak tahun 2000. Pria kelahiran Solo tersebut memilih berjualan di depan gereja daripada bergabung dengan pedagang Gultik lain di kawasan Blok M Plaza. Ia mengaku ingin membangun usahanya dari awal secara mandiri.
“Saya memang ingin memulai dari nol. Jika langsung berjualan di tempat yang ramai, pembeli pasti mudah didapat, tetapi saya ingin menikmati prosesnya,” ujar Yanto, Jumat (31/10).
Resep gule yang digunakan merupakan warisan keluarga yang kemudian dikembangkan sendiri oleh Yanto. “Kalau dulu orang tua saya membuat dengan bumbu-bumbu yang kaya rempah, saya tambahkan bumbu tambahan lainnya agar rasanya lebih sempurna,” tuturnya.
Ciri khas Gultik Barito adalah gerobaknya yang dipenuhi berbagai stiker dari para pengunjung. Hal tersebut membuat masyarakat mengenalnya dengan nama Gultik Stiker.
Saat ini, Gultik Barito memiliki tiga lokasi, yaitu di depan Gereja Yohanes Penginjil Barito, di Pasar Mayestik, dan di Gandaria Tengah III. Dua lokasi lainnya dikelola oleh kakak dan keluarga Yanto.
Harga satu porsi gule biasa dibanderol Rp15.000, sedangkan porsi besar atau “macho” dijual Rp25.000. Pilihan isinya terdiri atas daging sapi atau campuran daging dan jeroan. Pengunjung juga dapat menambah lauk pelengkap berupa sate telur puyuh, kulit ayam, paru, dan ati ampela. Dalam satu malam, Yanto dapat menjual lebih dari 200 porsi.
Salah satu pengunjung, Najwa Maulidya Zakaria (20), mengaku sering menikmati hidangan tersebut. “Rasanya enak, harganya terjangkau, dan tempatnya mudah ditemukan. Kalau lewat Blok M pada malam hari, saya pasti mampir,” katanya.
Warung Gultik Barito buka setiap hari mulai pukul 20.00 hingga 03.00 WIB. Meskipun berupa gerobak kaki lima, cita rasa gulenya yang khas menjadikan Gultik Barito tetap menjadi pilihan utama masyarakat untuk menikmati kuliner malam di Ibu Kota.(E2-KS)


