www.bisnistoday.co.id
Senin , 4 Mei 2026
Home LIFESTYLE Sport & Health Guru Besar SF ITB Dukung Penggunaan Rokok Elektrik
Sport & Health

Guru Besar SF ITB Dukung Penggunaan Rokok Elektrik

ROKOK ELEKTRIK digunakan masyarakat di Indonesia.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Undang-undang Kesehatan (UU Kesehatan) yang telah disahkan oleh DPR RI memuat ketentuan mengenai pengamanan zat adiktif yang terdapat dalam bagian kedua puluh empat. Terdapat empat ketentuan yang mengatur pengamanan zat adiktif mulai dari pasal 149 hingga pasal 152.

Pasal 149 yang terdiri dari empat (4) ayat pada ayat terakhirnya menyebutkan “Produksi, peredaran, dan penggunaan produk tembakau sebagaimana dimaksud pada ayat tiga (3) harus memenuhi standar dan/atau persyaratan yang ditetapkan dengan mempertimbangkan profil risiko kesehatan.” Lalu apa yang dimaksud dengan profil risiko kesehatan?

Istilah profil risiko kesehatan merupakan hal baru dalam UU Kesehatan. Profil risiko mengacu pada penilaian atau deskripsi potensi risiko dan bahaya terkait penggunaan produk tembakau. Hal ini melibatkan pemantauan dan evaluasi berbagai konsekuensi kesehatan serta dampak yang timbul dari merokok atau menggunakan produk tembakau lainnya.

Guru Besar Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (SF-ITB) Prof Rahmana Emran Kartasasmita menjelaskan bahwa produk tembakau alternatif, seperti rokok elektrik, produk tembakau dipanaskan, dan kantong nikotin secara komparatif dinilai memiliki profil yang lebih rendah risiko dibandingkan rokok.

Hal ini salah satunya dinyatakan berdasarkan hasil dari kajian literatur ilmiah dengan tajuk Kajian Risiko (Risk Assessment) Produk Tobacco Heated System yang menghitung perkiraan tingkat risiko produk tembakau yang dipanaskan.

Lebih lanjutnya, Emran mengatakan bahwa hasil kajian SF-ITB tersebut selaras dengan kajian ilmiah yang dilakukan oleh lembaga-lembaga kredibel di dunia, termasuk Public Health England dan UK Committee on Toxicology (COT), bagian dari Food Standards Agency.

Beberapa negara pun telah melakukan studi terhadap penggunaan tembakau alternatif, salah satunya dalam kajian Global State of Tobacco Harm Reduction (GSTHR): The Right Side History (2022) yang menyebutkan produk tembakau alternatif menjadi pendekatan yang paling populer untuk mengurangi bahaya tembakau.

Ini merupakan seri laporan dua tahunan dari Knowledge Action Change (KAC), sebuah lembaga kajian kesehatan masyarakat yang berbasis di Inggris.

Fokus utama kajian GSTHR ini adalah meninjau secara sistematis cara yang lebih rendah risiko dalam mengonsumsi nikotin. Perokok bisa menerapkan pengurangan bahaya dengan memanfaatkan produk tembakau alternatif, seperti rokok elektrik atau vape, untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik.

Kajian tersebut menyebutkan bahwa penyakit yang berhubungan dengan merokok tidak disebabkan oleh nikotin, tetapi TAR atau bahan kimia yang dihasilkan saat tembakau dibakar. Rokok elektrik menerapkan sistem pemanasan dan hasil dari penggunaannya berupa uap. Oleh karena itu, produk ini terbukti lebih rendah risiko kesehatan daripada rokok.

Risiko Lebih Rendah

Ketua Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) Aryo Andrianto menjelaskan bahwa produk tembakau alternatif menerapkan konsep pengurangan bahaya tembakau sehingga memiliki risiko yang lebih rendah dibanding rokok. Berangkat dari hal ini, pemerintah seharusnya dapat menghadirkan regulasi khusus bagi produk tersebut.

Aryo menambahkan, “Produk tembakau alternatif memiliki risiko yang lebih rendah karena tidak melalui proses pembakaran sehingga produk ini tidak mengandung TAR. Oleh karena itu, semakin rendah profil risiko dari sebuah produk, seharusnya aturannya juga tidak terlalu membatasi ruang gerak produk tersebut.”//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

Related Articles

Rizki Eka, Eksel Runtukahu, dan Brian Fatari timnas Indonesia
LIFESTYLESport & Health

Rizky Eka dan 2 Wajah Baru Pilihan John Herdman Masuk Timnas Indonesia

JAKARTA, BisnisToday - Pelatih John Herdman memanggil 23 pemain lokal mengikuti pemusatan...

Sport & Health

Melalui “Comfort, Made Together,” Laurier Beri Dukungan Wanita Saat Menstruasi

JAKARTA, Bisnistoday - Bertepatan dengan momentum Hari Kartini, Laurier meluncurkan kampanye “Comfort,...

CEO Siloam International Hospitals, Caroline Riady di Jakarta, Sabtu (25/4)
Sport & Health

Siloam Cardiac Summit 2026 : Perkuat Praktik Klinis Kardiovaskular

JAKARTA, Bisnistoday - Penyakit jantung hingga kini masih menjadi penyebab kematian nomor...

Wings
Sport & Health

Program Baru WINGS-UNICEF Targetkan Peningkatan Edukasi Menstruasi Remaja Putri

JAKARTA, Bisnistoday — WINGS Group bersama UNICEF melalui program WINGS for UNICEF...