www.bisnistoday.co.id
Kamis , 25 Juni 2026
Home EKONOMI Sektor Riil Harga CPO dan Biji Kakao Turun di Desember 2025, Sejumlah HPE Produk Kayu Justru Naik
Sektor Riil

Harga CPO dan Biji Kakao Turun di Desember 2025, Sejumlah HPE Produk Kayu Justru Naik

Harga Referensi CPO
HARGA REFERENSI CPO Cenderung Turun./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Memasuki Desember 2025, pergerakan harga komoditas strategis Indonesia menunjukkan dinamika yang patut dicermati. Kementerian Perdagangan resmi menetapkan harga referensi (HR) untuk minyak kelapa sawit (CPO), biji kakao, serta harga patokan ekspor (HPE) berbagai komoditas kayu, kulit, dan getah pinus. Hasilnya, CPO dan kakao mengalami penurunan cukup signifikan, sementara sejumlah produk kayu justru naik.

Plt. Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Tommy Andana, menyebut penurunan harga ini merupakan dampak lanjutan dari kondisi pasar global yang tengah bergejolak.

Untuk periode 1–31 Desember 2025, HR CPO ditetapkan sebesar USD 926,14/MT, turun USD 37,61 atau 3,9 persen dari bulan sebelumnya. Berdasarkan formula peraturan yang berlaku, angka ini membuat Bea Keluar (BK) CPO berada di angka USD 74/MT, sementara Pungutan Ekspor (PE) dipatok 10 persen dari HR, atau setara USD 92,61/MT.

Tommy menjelaskan bahwa penurunan harga ini tak lepas dari kondisi pasar minyak nabati internasional.
“Penurunan HR CPO Desember 2025 dipengaruhi melemahnya permintaan India, penguatan dolar AS, hingga turunnya harga minyak mentah dunia,” ungkapnya.

HR CPO dihitung dari rata-rata harga di tiga rujukan utama: Bursa CPO Indonesia, Bursa CPO Malaysia, dan Rotterdam. Karena perbedaan harga antar-rujukan melebihi USD 40, penetapan HR menggunakan dua harga terdekat, yakni Indonesia dan Malaysia.

Sementara produk turunan seperti minyak goreng RBD palm olein kemasan bermerek ≤ 25 kg dipastikan tidak dikenakan BK, sesuai Kepmendag terbaru.

Harga Kakao Juga Terkoreksi, HPE Turun 6,45 Persen

Nasib serupa terjadi pada biji kakao. HR kakao Desember 2025 ditetapkan USD 5.977,46/MT, turun USD 397,34 atau 6,23 persen dibanding bulan sebelumnya. Penurunan ini membuat HPE kakao merosot menjadi USD 5.604/MT, turun 6,45 persen.

Menurut Tommy, koreksi harga kakao terjadi seiring pulihnya produksi di Afrika Barat. “Kondisi cuaca membaik dan suplai global meningkat inilah yang menekan harga kakao dunia,” jelasnya.BK dan PE kakao masing-masing tetap berada di level 7,5 persen.

Beberapa Produk Kayu Menguat

Berbanding terbalik dengan CPO dan kakao, sejumlah komoditas kayu menunjukkan penguatan. Kenaikan HPE terjadi pada: Veneer hutan alam dan hutan tanaman, Wooden sheet untuk kemasan, Kayu olahan (penampang 1.000-4.000 mm²) dari meranti, merbau, eboni, jati, hingga jenis-jenis hutan tanaman seperti pinus dan sengon.

Namun tidak semua jenis kayu ikut terkerek naik. Kayu olahan dari karet justru mengalami penurunan HPE, sedangkan beberapa komoditas lain seperti chipwood, wood in chips, atau kayu sungkai tetap stagnan seperti bulan sebelumnya.

Seluruh penetapan HR dan HPE ini tertuang dalam Kepmendag Nomor 2241 Tahun 2025, yang menjadi acuan para pelaku ekspor dalam menghitung kewajiban fiskal mereka sepanjang Desember 2025./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Harga Referensi CPO
HEADLINE NEWSSektor Riil

Periode Juni 2026, Harga Referensi Komoditas Minyak Kelapa Sawit Turun

JAKARTA, Bisnistoday -  Harga Referensi (HR) komoditas minyak kelapa sawit (Crude Palm...

Sebuah pusat jajan di Tiongkok (dok: Unsplash/Alex)
EKONOMISektor Riil

Penjualan Ritel dan Sektor Jasa di Tiongkok terus Tumbuh

JAKARTA, Bisnistoday - Penjualan ritel barang konsumsi Tiongkok, indikator utama kekuatan konsumsi...

Hakornas
HEADLINE NEWSSektor Riil

Hakornas 2026, Konsumen Kunci Perbaikan Kualitas Produk Nasional

JAKARTA, Bisnistoday  – Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan pentingnya peran konsumen sebagai...

EKONOMIGLOBALKawasan GlobalSektor Riil

Perempuan Paling Terdampak oleh Meningkatnya Beban Utang

JAKARTA, Bisnistoday- Sebuah penelitian yang dilakukan Program Pembangunan PBB (UNDP) menyebutkan perempuan,...