www.bisnistoday.co.id
Rabu , 28 Oktober 2026
Home NASIONAL & POLITIK Nasional Hasil Audit BPK Belum Mampu Ungkap Banyak Pelaku Korupsi
NasionalNASIONAL & POLITIK

Hasil Audit BPK Belum Mampu Ungkap Banyak Pelaku Korupsi

HARI ANTI KORUPSI: KPK menilai hasil audit yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) belum mampu mengungkap banyak pelaku korupsi. Kegiatan pengawasan di inspektorat setiap Kementerian/Lembaga (K/L) pun juga tidak banyak mengungkap masalah korupsi atau penyimpangan
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Hasil audit yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) belum mampu mengungkap banyak pelaku korupsi. Kegiatan pengawasan di inspektorat setiap Kementerian/Lembaga (K/L) pun juga tidak banyak mengungkap masalah korupsi atau penyimpangan.

“Dari hasil audit BPK ini sebetulnya belum banyak mengungkap pelaku korupsi. Dari kegiatan pengawasan di inspektur setiap K/L itu tidak manyak mengungkap perkara korupsi atau penyimpangan,” kata Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Alexander Marwata dalam acara Puncak Peringatan Hakordia Kemenkeu 2022 di Jakarta, Selasa (13/12).

Alexander menuturkan mayoritas pejabat yang tertangkap KPK merupakan orang-orang yang hanya kebetulan apes atau tidak beruntung, padahal seharusnya audit BPK dan pengawasan di inspektorat K/L bisa mengungkap lebih banyak lagi.

Menurutnya, masih banyak oknum yang kejahatannya lebih besar namun belum tertangkap, karena mereka sangat lihai dan rapi dalam menyembunyikan harta kekayaan.

Ia menyebutkan risiko tertangkap tangan seorang korupsi di Indonesia masih rendah sehingga banyak koruptor yang merasa aman dan nyaman untuk melakukan tindakan korupsi.

“Saya kok merasa orang yang tertangkap tangan atau berperkara terhadap korupsi itu apes. Sebetulnya yang lain kelakuannya sama. Hanya mereka lebih rapi dalam menyembunyikannya,” jelas Alexander.

Ia menambahkan dalam ilmu ekonomi dikenal high risk high income yaitu semakin tinggi risiko sebuah pekerjaan maka penghasilan yang didapat semakin tinggi.

Di sisi lain, kata dia, hal itu berbanding terbalik dengan korupsi karena memiliki risiko sangat rendah namun penghasilan yang didapat sangat tinggi dan dalam waktu yang singkat.

“Rendah, risiko orang ketahuan korupsi sangat rendah. kalau enggak ada yang lapor enggak ada yang bisa ungkap,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan ketika suatu negara gagal membangun sebuah institusi dengan basis tata kelola yang baik dan memiliki check and balance maka sangat berpotensi terjadi penyelewengan dan korupsi.

Bahkan sebenarnya mayoritas institusi sudah memiliki sistem yang akuntabel dan di dalamnya terdapat check and balance namun belum berjalan secara efektif baik disengaja maupun tidak disengaja.

“Karena bisa saja sebuah institusi membentuk check and balance tapi tidak berjalan baik secara sengaja maupun tidak,” tegasnya./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Dirjen Embun Sari
Nasional

UU Pengaturan Reforma Agraria Buka Jalan Pemulihan Hak Masyarakat dalam Konflik Pertanahan

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Pemulihan hak masyarakat menjadi salah satu mekanisme penyelesaian konflik...

Nasional

Menteri PU Tinjau Pembangunan Tol Semarang – Demak, Ditargetkan Selesai Tahun 2027

SEMARANG, Bisnistoday.co.id– Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo meninjau langsung proyek pembangunan...

Nasional

Insiden Pesawat Asian One di Papua Tengah, Kemenhub Pastikan Seluruh Penumpang dan Awak Pesawat Selamat

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), menyampaikan bahwa...

Perbaikan Jalan
Nasional

Menteri PU Janjikan Proyek Jalan Labuan Bajo – Maumere Sepanjang 472 Km Tuntas Akhir 2028

MANGGARAI BARAT, Bisnistoday.co.id – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau Jalan...