JAKARTA, Bisnistoday– Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Lingkungan Indonesia (IATPI) menggelar Pelatihan SNI ISO/IEC 17024:2012 sebagai upaya memperkuat kapasitas Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Teknik Lingkungan IATPI, Sabtu (6/9). Pelatihan ini menghadirkan Mohammad Fahmi Aminudin, S.Si dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) sebagai narasumber utama.
Kegiatan yang dibuka oleh Ketua Umum IATPI, Endra S. Atmawidjaja, ST, MSc, DEA, IPU, menjadi bagian dari langkah strategis IATPI dalam memastikan tenaga ahli teknik lingkungan memiliki kompetensi yang diakui secara nasional maupun internasional.
“Akreditasi KAN sangat penting untuk menjamin mutu sertifikasi kompetensi, meningkatkan kredibilitas, serta memastikan kepatuhan LSP TL IATPI terhadap regulasi nasional maupun standar internasional,” ungkap Endra.
Ia menambahkan, terdapat lima manfaat utama akreditasi LSP TL IATPI oleh KAN, mulai dari penjaminan mutu sertifikasi sesuai standar internasional, peningkatan kredibilitas publik, hingga memperkuat daya saing tenaga kerja konstruksi Indonesia di tingkat global.
Pelatihan ini juga merupakan tindak lanjut atas akreditasi IATPI melalui Keputusan LPJK Kementerian PUPR Nomor 16/KPTS/LPJK/IX/2024 tentang Asosiasi Profesi Terakreditasi. Dengan status tersebut, IATPI berhak mendirikan LSP TL IATPI sebagaimana diatur dalam UU Jasa Konstruksi No. 2 Tahun 2017, PP No. 14 Tahun 2021, dan Permen PUPR No. 8 Tahun 2022.
Sebagai asosiasi profesi, IATPI menaungi tenaga ahli di bidang Teknik Penyehatan dan Lingkungan, termasuk penyediaan air minum, pengelolaan sampah, limbah cair, pencemaran udara, limbah B3, pemulihan lingkungan, hingga drainase.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan tenaga kerja konstruksi Indonesia memiliki pengakuan kompetensi yang tidak hanya berlaku di dalam negeri, tetapi juga di tingkat internasional,” tegas Endra.
Dengan adanya penguatan kapasitas LSP TL IATPI, diharapkan tenaga kerja teknik lingkungan Indonesia semakin siap bersaing di pasar global, sekaligus berkontribusi nyata dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di tanah air.///


