JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan kurs rupiah pada perdagangan awal pekan, Senin (23/8) ditutup menguat. Penguatan kali ini ditopang oleh menurunkan kasus Covid-19.
IHSG ditutup menguat 79,06 ke posisi 6.109,83, indeks LQ45 naik 8,79 poin ke posisi 863,83. Sementara kurs rupiah ditutup menguat 40 poin ke posisi Rp14.413 per dollar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.453 per dollar AS.
Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan, pergerakan IHSG kali ini memang sejalan dengan pergerakan bursa global. Di sisi lain, penguatan ini secara teknikal merupakan technical rebound yang diperkirakan untuk menguji area 6.120 terlebih dahulu. Namun, para investor tetap mewaspadai untuk level support di 5.938.
Sementara itu, lanjut Herditya, turunnya jumlah kasus harian Covid-19 di tanah air, tidak terlalu berdampak signifikan ke pergerakan IHSG hari ini. “Dari domestik, kasus Covid memang turun, namun demikian kami mencermati hal ini kurang begitu berpengaruh terhadap market. Kenaikan IHSG ini malah dibarengi dengan net sell asing,” ujar Herditya seperti dilansir Antara, Senin (23/8).
Dari dalam negeri, jumlah kasus harian Covid-19 terus menurun di mana pada Minggu (22/8) mencapai 12.408 kasus sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 3,98 juta kasus. Sedangkan jumlah kasus meninggal akibat terpapar Covid-19 mencapai 1.030 kasus sehingga totalnya mencapai 126.372 kasus.
Dibuka menguat, IHSG terus naik dan betah berada di zona hijau baik pada sesi pertama maupun sesi kedua perdagangan saham hingga akhirnya ditutup di teritori positif.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh sektor meningkat dimana sektor teknologi naik paling tinggi yaitu 3,06 persen, diikuti sektor energi dan sektor properti & real estat masing-masing 2,66 persen dan 2,01 persen.
Penutupan IHSG diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing sebesar Rp1,06 miliar.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.565.177 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 22,81 miliar lembar saham senilai Rp12,63 triliun. Sebanyak 377 saham naik, 147 saham menurun, dan 127 tidak bergerak nilainya.
Sementara itu, bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 480,99 poin atau 1,78 persen ke 27.494,24, indeks Hang Seng naik 259,87 poin atau 1,05 persen ke 25.109,59, dan indeks Straits Times terkoreksi 15,19 poin atau 0,49 persen ke 3.087,56.
Rupiah Menguat
Sementara itu, kurs rupiah terhadap dollar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup menguat 40 poin atau 0,28 persen ke posisi Rp14.413 per dollar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.453 per dollar AS.
“Ada penguatan sedikit di rupiahnya hari ini ya. Sentimen tapering memang santer pengaruhi pasar, tapi kelihatannya masih menunggu kepastian nanti di Jackson Hole,” kata analis Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX), Nikolas Prasetia.
Menurut Nikolas, apabila di acara Simposium Tahunan Kebijakan Ekonomi di Jackson Hole, Wyoming, AS, nanti The Fed memberikan sinyal baru, dollar AS bisa menguat dan berdampak ke nilai tukar rupiah.
Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi Rp14.435 per dollar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.408 per dollar AS hingga Rp14.435 per dolar AS.
Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin menguat ke posisi Rp14.415 per dollar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.464 per dollar AS./








































