JAKARTA, Bisnistoday – Di tengah melemahnya mayoritas bursa saham kawasan Asia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan, Jumat (05/07) justru ditutup menguat 32,47 poin ke posisi 7.253,37. Sementara indeks LQ45 naik 6,78 poin ke posisi 906,63.
Tim Riset Phillip Sekuritas Indonesia dalam kajiannya Jumat (05/07) menyebut, melemahnya bursa kawasan Asia karena pelaku pasar mengantisipasi dua kali pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve pada tahun ini, dengan pemangkasan pertama kemungkinan besar (73 persen peluang) terjadi di bulan September. Federal Reserve sendiri bulan lalu memberi sinyal hanya akan ada satu kali pemangkasan suku bunga tahun ini.
Dari sisi makroekonomi, pelaku pasar mencerna rilis data Factory Orders Jerman yang turun 1,6 persen month to month (mtm) pada Mei 2024, atau bertolak belakang dari ekspektasi pasar yang tumbuh sebesar 0,5 persen (mtm) dan lebih parah dari penurunan 0,6 persen (mtm) pada April 2024.
Dengan demikian, Factory Orders memperpanjang trend penurunan menjadi lima bulan beruntun dengan laju tercepat sejak Januari 2024.
Selain itu, fokus pelaku pasar pada hari ini akan tertuju pada rilis data Non-Farm Payrolls (NFP) Amerika Serikat (AS), yang diprediksi menambah 190.000 pekerja di bulan Juni, lebih rendah dari penambahan 272,.00 pekerja di bulan sebelumnya.
Adapun, tingkat pengangguran diramal akan naik menjadi 4 persen dari 3,9 persen pada Mei 2024.
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor menguat dipimpin oleh sektor kesehatan yang naik sebesar 0,99 persen, diikuti oleh sektor barang industri dan sektor properti yang masing-masing naik sebesar 0,83 persen dan 0,70 persen.
Sedangkan, tiga sektor turun yaitu sektor barang baku turun paling dalam minus 0,69 persen, diikuti sektor infrastruktur dan sektor barang konsumen non primer yang masing-masing turun sebesar 0,23 persen dan 0,10 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu SOLA, PART, MSKY, IOTF dan MKAP. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni SMLE, ALII, PRIM, OASA dan IBOS.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 925.523 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 17,92 miliar lembar saham senilai Rp9,45 triliun. Sebanyak 281 saham naik 269 saham menurun, dan 239 tidak bergerak nilainya.
Baca juga: Akhir Pekan IHSG Menguat, Kurs Rupiah Melemah
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei menguat 331,59 poin atau 0,82 persen ke 40,912,39, indeks Hang Seng melemah 228,66 poin atau 1,27 persen ke 17.799,60, indeks Shanghai melemah 7,64 poin atau 0,26 persen ke 2.949,92, dan indeks Strait Times melemah 29,06 poin atau 0,85 persen ke 3.410,81.
Rupiah Menguat
Di pasar uang, kurs rupiah terhadap dolar AS pada ditutup naik 52 poin menjadi Rp16.278 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.330 per dolar AS.
“Malam ini data tenaga kerja AS pada Juni versi pemerintah akan menjadi sorotan pelaku pasar keuangan global,” kata pengamat pasar uang Ariston Tjendra seperti dikutif Antara.
Menurut Ariston, data tersebut sangat mempengaruhi pergerakan dolar AS terhadap nilai tukar lainnya dan juga instrumen keuangan lainnya.
Data yang negatif memperbesar peluang pemangkasan suku bunga acuan AS dan bisa mendorong pelemahan dolar AS lagi dan sebaliknya. Dengan data penting yang ditunggu pelaku pasar ini, penguatan rupiah mungkin terbatas.
Selain itu, data ADP Non-farm Payrolls dan data PMI sektor jasa AS yang lebih rendah dari perkiraan pasar sehingga membuka kembali peluang pemangkasan suku bunga acuan AS lebih cepat dari perkiraan.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Jumat naik ke level Rp16.312 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.341 per dolar AS/



















![Seorang petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air ke hutan yang terbakar di wilayah Lege-Cap-Ferret, Prancis barat, pada 24 Juli 2026 [Caroline Blumberg/AP]](https://bisnistoday.co.id/wp-content/uploads/2026/07/Karhutla-680x533.jpg)






















