www.bisnistoday.co.id
Selasa , 16 Juli 2024
Home HEADLINE NEWS Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Pamukkulu
HEADLINE NEWS

Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Pamukkulu

Presiden Jokowi
PRESIDEN JOKOWI, resmikan Bendungan di Sulsel./
Social Media

TAKALAR, Bisnistoday – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Bendungan Pamukkulu yang terletak di bagian hulu Sungai Pappa Kabupaten Takalar Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Jumat (5/7). Presiden Jokowi, didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Irwan Darmawan Aras dan pejabat lainnya.

Presiden Jokowi dalam sambutannya menekankan pentingnya air sebagai sumber kehidupan sehari-hari, selain itu air juga penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

“Semua negara produktivitas pertaniannya turun, ada potensi 500 juta orang akan kelaparan di seluruh dunia dan air menjadi hal yang sangat penting sekali. Dengan Bendungan Pamukkulu di Takalar ini, kita ingin mengelola air kita,” kata Presiden Jokowi.

Dikatakan Presiden Jokowi, Bendungan Pamukkulu yang dibangun sejak 2017 dengan daya tampung 82 juta meter kubik (m3) akan sangat bermanfaat terutama untuk masyarakat di Kabupaten Takalar, baik untuk air baku, potensi listrik, mereduksi banjir dan terutama untuk irigasi.

Bendungan ini dibangun untuk meningkatkan suplai air bagi lahan pertanian di Provinsi Sulsel sebagai lumbung pangan nasional. “Di Sulsel, masih terdapat hamparan lahan persawahan di atas 3.000 hektar yang sulit ditemui di daerah lain. Produktivitasnya kita tingkatkan dengan ketersediaan air dari bendungan,” kata Menteri Basuki.

Pasokan Lahan Pertanian

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Bob Arthur Lombogia mengatakan, Bendungan Pamukkulu memiliki beberapa manfaat yang luar biasa, yaitu dapat mensuplai air untuk jaringan irigasi Pamukkulu seluas 6.430 hektar.

“Manfaat lain dari Bendungan Pamukkulu adalah sebagai penyedia air baku untuk Kabupaten Takalar sebesar 160 liter/detik, dapat mereduksi dan mengendalikan ancaman banjir seluas 1.337 ha, memiliki potensi untuk pembangkit listrik tenaga air sebesar 4,3 MW, serta dapat dimanfaatkan untuk pariwisata,” terang Dirjen Bob.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Irwan Darmawan Aras mengapresiasi selesainya pembangunan Bendungan Pamukkulu yang dilaksanakan Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. “Dalam lima tahun terakhir ini sudah ada tiga bendungan di Sulsel yang sudah diresmikan, kita berharap bendungan berikutnya yakni Jenelata bisa selesai pada waktu yang sudah ditentukan yakni di 2028,” ujarnya.

Nasir selaku Sekretaris Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air Pamukkulu Sejahtera berharap dapat meningkatkan intensitas tanam dalam satu tahun. “Mudah-mudahan dengan air dari bendungan ini dapat meningkatkan produktivitas hasil pertanian di Takalar yang biasanya kisaran 5 ton per hektar menjadi 8 ton per hektar,” ujarnya.

Pembangunan Bendungan Pamukkulu dikerjakan dengan anggaran senilai Rp1,83 triliun melalui 2 paket pekerjaan dengan kontraktor, PT. Wijaya Karya (Persero) – PT. Daya Mulia Turangga (KSO) serta PT. Nindya Karya – PT. Virama Wilayah V./

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

Happy Anniversary Bisnistoday.co.id

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

Timnas Spanyol
HEADLINE NEWS

Spanyol Juara Euro 2024 Usai Tumbangkan Inggris

JAKARTA, Bisnistoday – Terjawablah sudah spekulasi juara Euro 2024, bahwa Timnas Spanyol...

Donald Trump
HEADLINE NEWS

Donald Trump Ditembak Saat Berpidato

MOSKOW, Bisnistoday  - Mantan presiden Amerika Serikat Donald Trump Ditembak saat muncul...

Timnas Spanyol
HEADLINE NEWS

Inggris Harus Bermain Sempurna di Final Piala Eropa

JAKARTA, Bisnistoday – Timnas Inggris bakal menghadapi lawan berat yakni Timnas Spanyol...

Menteri BUMN
HEADLINE NEWS

Erick Thohir Harapkan Pertamina Tumbuh Jadi Entitas Berkelas Global

JAKARTA, Bisnistoday – Menteri BUMN Erick Thohir menyebutkan bahwa persaingan tingkat global...