JAKARTA, Bisnistoday – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), pada perdagangan Selasa (3/12), masih berada di area konsolidasi. Pasar masih menunggu stimulus kuat untuk bergerak melaju kembali.Tim Riset Mirae Asset Sekuritas, memperkirakan,IHSG diperkirakan bergerak konsolidasi. Pergerakan berada dalam rentang level 7033 hingga 7115. Support di level 7000.
Sementara, pada perdagangan kemarin, Senin (2/12) IHSG ditutup melemah -0,95%. Sektor Keuangan menjadi pemberat indeks dengan saham-saham seperti BBRI, BMRI dan BBCA. Investor asing tercatat melakukan penjualan bersih di pasar regular senilai IDR1,26tr dengan porsi net sell terbesar pada saham BBRI, BBCA dan BBNI.
Sementara, Index saham utama Amerika Serikat bergerak bervariasi saat perdagangan Desember dimulai, didorong oleh saham terkait teknologi menyusul kenaikan kuat pada bulan November, karena investor menunggu data ekonomi minggu ini termasuk laporan ketenagakerjaan pada hari Jumat. S&P 500 naik +0,24%, Nasdaq naik +0,97%, sementara Dow turun -0,29%.
Diketahui isu domestic bahwa pemerintah akan memperpanjang penempatan devisa hasil ekspor (DHE) sumber daya alam (SDA), khususnya DHE SDA yang berasal dari sektor mineral dan batubara, serta perkebunan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto mengatakan, hal ini dilakukan karena Indonesia membutuhkan dolar AS, yang hanya bisa didapatkan melalui devisa.
Rekomendasi Saham:
- TINS :buy on weaknessSupport : 1020, Resistance : 1100, Target price : 1360 (+30.14%) Cut loss : 1000.
- BRIS : buy on weakness, Support : 2810, Resistance : 2910, Target price : 3000 (+5.63%) Cut loss : 2750
- RAJA : buy on weakness, Support : 1950, Resistance : 2180 serta Target price : 2370 (+17.91%) Cut loss : 1950./




