JAKARTA, Bisnistoday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (27/02) ditutup menguat tipis 1,50 poin ke posisi 7.285,32. Sementara indeks LQ45 naik 1,09 poin ke posisi 992,68. Penguatan dipimpin oleh saham sektor teknologi.
Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Selasa (27/02) menyebut, pada perdagangan hari ini investor melakukan aksi wait and see menanti rilis data inflasi Indonesia pada Jumat (01/03).
Badan Pusat Statistik (BPS) pada Jumat (01/03) akan melaporkan data inflasi Indonesia periode Februari 2024, yang berpotensi naik di tengah lonjakan bahan pokok dan pangan.
Bank Indonesia (BI) pada Kamis pekan lalu mencatat defisit transaksi berjalan 1,3 miliar dolar Amerika Serikat (AS) pada kuartal IV-2023, secara keseluruhan, 2023 defisit mencapai 1,6 miliar dolar AS atau 0,1 persen dari PDB.
Di sisi lain, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023 defisit Rp347,6 triliun atau 1,65 persen dari produk domestik bruto (PDB), di mana investor di dalam negeri khawatir dengan fenomena twin deficit, karena dapat mengancam perekonomian Indonesia ke depan.
Dibuka Melemah
Dibuka melemah, IHSG bergerak ke teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tiga sektor meningkat yaitu dipimpin sektor teknologi yang meningkat sebesar 0,57 persen, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor energi yang masing- masing naik sebesar 0,39 persen dan 0,02 persen.
Delapan sektor turun yaitu sektor barang konsumen non primer turun paling dalam minus sebesar 0,51 persen, diikuti sektor barang keuangan dan sektor barang konsumen primer yang turun sebesar 0,34 persen dan 0,33 persen.
Baca juga: Perdagangan Awal Pekan IHSG Ditutup Melemah
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu MMIX, HUMI, VISI, ARKO dan SMLE. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni OASA, BULL, RGAS, LMAX, dan UDNG.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.308.013 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 20,78 miliar lembar saham senilai Rp10,19 triliun. Sebanyak 235 saham naik, 308 saham menurun, dan 231 tidak bergerak nilainya./


