www.bisnistoday.co.id
Kamis , 2 Juli 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa IHSG Kembali Ditutup Menguat
Bursa

IHSG Kembali Ditutup Menguat

Awal Pekan IHSg menguat
IHSG pada perdagangan Selasa (14/11) kembali ditutup menguat
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (23/8) ditutup menguat tipis 4,96 poin ke posisi 6.921,41. Sementara indeks LQ-45 turun 2,82 poin ke posisi 960,13.

Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Rabu (23/8) menyebutkan, pada perdagangan hari ini IHSG dan bursa regional Asia cenderung menguat. Pasar merespon PMI manufaktur dan Service Jepang, serta pidato Presiden China.

Dari Asia, The au Jibun Bank Japan Manufacturing PMI naik menjadi 49,7 pada Agustus 2023, dari sebelumnya sebesar 49,6 pada Juli 2023.

Sementara itu, The au Jibun Bank Japan Services PMI meningkat ke level tertinggi dalam tiga bulan di level 54,3 pada Agustus 2023, dari sebelumnya sebesar 53,8 pada Juli 2023.

Baca juga: IHSG Menguat Ikuti Bursa Kawasan Asia

Hal tersebut menggambarkan aktivitas manufaktur dan service kembali menggeliat, meskipun aktivitas manufaktur di zona kontraksi.

Selain itu, pasar menyikapi langkah pemerintah China dalam rangka menjaga ekonomi, yang mana Presiden Xi Jinping dalam pidatonya mengatakan bahwa perekonomian China cukup tangguh.

Selain itu, Xi Jinping menyebut fundamental pertumbuhan jangka panjang tetap tidak berubah, dan untuk melindungi nilai tukar yuan, yang mana China kemungkinan akan menjual kepemilikan treasury Amerika Serikat (AS).

Dibuka Menguat

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih nyaman bergerak di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor meningkat di mana sektor barang baku paling tinggi yaitu 1,63 persen, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor energi yang naik masing-masing sebesar 0,95 persen dan 0,51 persen.

Sedangkan tiga sektor turun yaitu sektor infrastruktur turun paling dalam yaitu minus 0,30 persen, diikuti sektor keuangan dan sektor teknologi yang masing-masing minus 0,27 persen dan minus 0,08 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu SULI, MUTU, GRPM, GIAA, dan KING. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni GTRA, TMAS, MEDS, MAXI, dan MPXL.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.136.759 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 22,59 miliar lembar saham senilai Rp9, 74 triliun. Sebanyak 264 saham naik, 257 saham menurun, dan 222 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei menguat 153,60 poin atau 0,48 persen ke 32.010,30, indeks Hang Seng menguat 54,91 poin atau 0,31 persen ke 17.845,92, indeks Shanghai melemah 41,93 poin atau 1,34 persen ke 3.078,40, dan indeks Strait Times menguat 18,16 poin atau 0,57 persen ke 3.178,04./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Rully Arya Wisnubroto
Bursa

Mirae Asset Sekuritas: Investor Tetap Perlu Cermati Tantangan Domestik

JAKARTA, Bisnistoday - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai pasar keuangan global...

Bursa

Intercontinental Exchange dan OKX Bentuk Joint Venture, Jembatani Pasar Aset Tradisional dan Digital

JAKARTA, Bisnistoday - Intercontinental Exchange (NYSE: ICE) dan OKX mengumumkan pembentukan joint...

Trading Saham
BursaHEADLINE NEWS

Investor Asing Mulai Berani Masuk Selektif ke Saham Perbankan

JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (17/6) kemarin...

Ilustrasi pergerakan saham (dok:Unsplash/jakub Żerdzicki)
Bursa

Dampak Perdamaian AS Iran: Harga Minyak Turun, Saham Naik

JAKARTA, Bisnistoday –Kesepakatan AS-Iran untuk mengakhiri perang berdampak pada melonjaknya harga saham...