www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 4 Juli 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa IHSG Kembali Melemah Dipicu Kekhawatiran Terjadinya Resesi Ekonomi
BursaBURSA & KORPORASI

IHSG Kembali Melemah Dipicu Kekhawatiran Terjadinya Resesi Ekonomi

IHSG ditutup turun tajam
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (29/6) kembali ditutup melemah seiring terkoreksinya bursa saham kawasan Asia. Pelemahan masih dipicu kekhawatiran pelaku pasar terkait dengan inflasi, suku bunga dan kemungkinan terjadinya resesi ekonomi.

Pada perdagangan Rabu (29/6), IHSG ditutup melemah 54,11 poin ke posisi 6.942,35. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 11,93 poin ke posisi 995,71.

“Indeks saham di Asia sore ini mayoritas ditutup turun di tengah kekhawatiran mengenai inflasi, suku bunga dan kemungkinan terjadinya resesi ekonomi,” tulis Tim Riset Phillip Sekuritas dalam ulasannya di Jakarta, Rabu (29/6).

Investor tampak ragu bahwa bank sentral AS The Federal Reserve dapat menghindari perlambatan ekonomi di tengah kenaikan suku bunga acuan. Kekhawatiran atas terjadinya resesi diperkuat oleh anjloknya data indeks kepercayaan konsumen di AS.

Dibuka melemah, IHSG mayoritas menghabiskan waktu di zona merah hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih tak mampu beranjak dari teritori negatif hingga penutupan bursa saham.

Sepanjang jam perdagangan hari ini, saham yang mengalami penguatan terbesar diantaranya ABBA, AMAR, ESTA, DRMA, JAST. Sedangkan saham-saham yang mengalami penurunan terbesar diantaranya MPOW, HOPE, DSFI, SLIS, ENRG.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tiga sektor meningkat dimana sektor teknologi naik paling tinggi yaitu 0,82 persen, diikuti sektor barang konsumen non primer dan sektor kesehatan masing-masing 0,22 persen dan 0,13 persen.

Sedangkan delapan sektor terkoreksi dimana sektor transportasi & logistik turun paling dalam yaitu minus 3,29 persen, diikuti sektor barang baku dan sektor perindustrian masing-masing minus 1,58 persen.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.096.563 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 18,74 miliar lembar saham senilai Rp11,62 triliun. Sebanyak 189 saham naik, 356 saham menurun, dan 141 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 244,87 poin atau 0,91 persen ke 26.804,6, indeks Hang Seng turun 422,08 poin atau 1,88 persen ke 21.996,89, dan indeks Straits Times terkoreksi 5,34 poin atau 0,17 persen ke 3.134,87.

Rupiah Melemah

Sementara itu kursrupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup melemah 22 poin atau ke posisi Rp14.853 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.831 per dolar AS. Pelemahan dipicu sentimen pengetatan moneter bank sentral AS The Fed dan juga kekhawatiran terjadinya resesi.

“Saya lihat pelemahan tidak hanya terjadi pada rupiah, tapi nilai tukar regional lainnya. Jadi faktor eksternal masih kuat mempengaruhi pergerakan rupiah,” kata pengamat pasar uang, Ariston Tjendra.

Faktor eksternal tersebut, lanjut Ariston, masih terkait sentimen kenaikan suku bunga oleh The Fed, isu inflasi dan juga resesi. Sementara dari dalam negeri, kekhawatiran inflasi karena kenaikan harga pangan mungkin juga memicu pelemahan rupiah.

Badan Pusat Statistik (BPS) akan merilis data inflasi Juni jelang akhir pekan ini yaitu pada Jumat (1/7).

Sebelumnya BPS mencatat inflasi sebesar 0,4 persen pada Mei 2022 lalu. Dengan terjadinya inflasi pada Mei, maka inflasi tahun kalender Mei 2022 terhadap Desember 2021 sebesar 2,56 persen dan inflasi tahun ke tahun (yoy) Mei 2022 terhadap Mei 2021 sebesar 3,55 persen.

Inflasi pada Mei 2022 yang sebesar 3,55 persen (yoy) merupakan yang tertinggi sejak Desember 2017 sebesar 3,61 persen (yoy).

“Saya pikir tren pelemahan masih terbuka hingga akhir pekan karena isu-isu tersebut belum berganti dengan Isu positif untuk rupiah,” kata Ariston.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.848 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.831 per dolar AS hingga Rp14.855 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Rabu melemah ke posisi Rp14.848 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.837 per dolar AS./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Rully Arya Wisnubroto
Bursa

Mirae Asset Sekuritas: Investor Tetap Perlu Cermati Tantangan Domestik

JAKARTA, Bisnistoday - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai pasar keuangan global...

Bursa

Intercontinental Exchange dan OKX Bentuk Joint Venture, Jembatani Pasar Aset Tradisional dan Digital

JAKARTA, Bisnistoday - Intercontinental Exchange (NYSE: ICE) dan OKX mengumumkan pembentukan joint...

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Dukung Kegiatan Kementerian UMKM Dalam Penguatan Ekosistem UMKM

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi Jiwa BRI Life (BRI Life) menegaskan komitmennya...

Trading Saham
BursaHEADLINE NEWS

Investor Asing Mulai Berani Masuk Selektif ke Saham Perbankan

JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (17/6) kemarin...