JAKARTA, Bisnistoday- Bertambahnya jumlah kasus positif Covid-19 varian Omicron menjadi sentimen negatif perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (22/12). IHSG pun ditutup melemah sebesar 24,72 poin ke posisi 6.529,59, sementara indeks LQ-45 turun 5,03 poin ke posisi 926,94.
Tim riset Indo Priier Sekuritas dalam ulasannya menyebutkan, diumumkannya penambahan 2 kasus positif Covid-19 varian Omicron di Indonesia hingga kini menjadi 5 kasus terkonfirmasi menjadi sentimen negatif pelaku pasar.
Dibuka menguat, IHSG terus bergerak di zona hijau sepanjang sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih menguat namun tak lama terkoreksi dan berada di zona merah hingga penutupan bursa saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor terkoreksi dengan sektor transportasi & logistik turun paling dalam yaitu 1,81 persen, diikuti sektor properti & real estat dan sektor kesehatan masing-masing turun 1 persen dan 0,85 persen.
Sedangkan tiga sektor meningkat dengan sektor barang konsumen nonprimer naik paling tinggi yaitu 0,8 persen, diikuti sektor teknologi dan sektor barang baku masing-masing naik 0,2 persen dan 0,06 persen.
Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing di seluruh pasar yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell di seluruh pasar sebesar Rp374,81 miliar.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.332.753 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 22,78 miliar lembar saham senilai Rp10,51 triliun. Sebanyak 195 saham naik, 345 saham menurun, dan 138 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 44,62 poin atau 0,16 persen ke 28.562,21, Indeks Hang Seng naik 131 poin atau 0,57 persen ke 23.102,33, dan Indeks Straits Times meningkat 2,43 atau 0,08 persen ke 3.087,5.
Rupiah Menguat
Sementara itu, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup menguat 14 poin atau 0,1 persen ke posisi Rp14.290 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.304 per dolar AS.
Analis DC Futures, Lukman Leong mengatakan, pelaku pasar uang memperkirakan tidak akan banyak negara yang akan memberlakukan penguncian penuh atau full lockdown walau tingkat infeksi global, terutama di Eropa dan AS, masih terus meningkat.
“Saya kira kekhawatiran akan kembali. Ada sentimen risk off atau aversion melihat banyaknya penerbangan liburan akhir tahun yang dibatalkan,” ujar Lukman seperti dikutif Antara, Rabu (22/12).
Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi Rp14.268 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.226 per dolar AS hingga Rp14.291 per dolar AS.
Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Rabu ditutup menguat ke posisi Rp14.264 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.349 per dolar AS./







































