www.bisnistoday.co.id
Selasa , 13 Oktober 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa IHSG Menguat Seiring Surplus Neraca Perdagangan pada April 2023
BursaBURSA & KORPORASI

IHSG Menguat Seiring Surplus Neraca Perdagangan pada April 2023

Awal Pekan IHSg menguat
IHSG pada perdagangan Selasa (14/11) kembali ditutup menguat
Social Media

JAKARTA, Bisbistoday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan, Senin (15/5) ditutup menguat tipis 3,98 poin keposisi 6.711,4. Sementara indeks LQ 45 naik 2,77 poin ke posisi 934,99. Penguatan didorong oleh surplus neraca perdagangan Indonesia periode April 2025.

“Ekspor dalam negeri melanjutkan kinerja kontraktif, bahkan pelemahannya lebih dalam hingga minus 29,4 persen pada April 2023. Hal yang sama terjadi pada kinerja impor yang sebesar minus 22,32 persen dimana pelemahan kinerja menjadi lebih dalam. Meski demikian, neraca dagang masih mencetak surplus,” kata Tim RIset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Senin (15/5).

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar 3,94 miliar dolar Amerika Serikat (AS) periode April 2023, atau tiga tahun secara berturut-turut neraca perdagangan mengalami surplus.

Surplus tersebut dibentuk dari nilai ekspor periode April 2023 sebesar 18,03 miliar dolar AS dan nilai impor sebesar 15,35 miliar dolar AS.

Berdasarkan komoditas, surplus neraca perdagangan masih ditopang oleh komoditas non migas yang mencatat surplus 5,64 miliar dolar AS, sementara komoditas migas defisit sebesar 1,70 miliar dolar AS.

Bergerak ke Zona Hijau

Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG mulai bergerak ke zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor meningkat di mana sektor barang konsumen primer paling tinggi yaitu 1,15 persen, diikuti sektor kesehatan dan sektor barang konsumen non primer yang naik masing-masing 1,48 persen dan 0,62 persen

Sedangkan, empat sektor terkoreksi yaitu sektor properti turun paling dalam minus 0,98 persen, diikuti sektor teknologi dan sektor energi yang masing-masing minus 0,80 dan minus 0,65 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu SMIL, OKAS, AYS, SMKL dan FILM. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni AWAN, PTMP, HALO, IMAS, dan AGRO.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.250.818 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 19,44 miliar lembar saham senilai Rp10,42 triliun. Sebanyak 241 saham naik, 294 saham menurun, dan 209 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini, antara lain indeks Nikkei menguat 238,00 poin atau 0,81 persen ke 29.626,30, indeks Hang Seng menguat 343,89 poin atau 1,75 persen ke 19.971,13, indeks Shanghai menguat 38,38 poin atau 1,17 persen ke 3.310,74, dan indeks Strait Times menguat 3,13 poin atau 0,10 persen ke 3.211,68./

 

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Raih Dua Penghargaan di Ajang The Best Contact Center Indonesia 2026

JAKARTA, Bisnistoday-PT Asuransi BRI Life (BRI Life) meraih dua penghargaan Silver dalam...

BURSA & KORPORASIKorporasi

Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Life Hadirkan Apresiasi dan Layanan Kepada Nasabah

JAKARTA, Bisnistoday - Memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026, Asuransi BRI Life kembali...

Samuel Sekuritas
BursaHEADLINE NEWS

Samuel Sekuritas : Pemulihan Pasar Saham Bergantung Isu Nilai Tukar Rupiah dan Besaran Bunga

JAKARTA, Bisnistoday – Investor sampai saat ini masih mempertanyakan mengenai kapan Indeks...

GEDUNG BEI
Bursa

IHSG Kembali Menguat, Asing Kembali Akumulasi Saham Bank Besar

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia melihat penguatan Indeks Harga...