www.bisnistoday.co.id
Rabu , 10 Juni 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa IHSG Menguat Seiring Surplus Neraca Perdagangan pada April 2023
BursaBURSA & KORPORASI

IHSG Menguat Seiring Surplus Neraca Perdagangan pada April 2023

Awal Pekan IHSg menguat
IHSG pada perdagangan Selasa (14/11) kembali ditutup menguat
Social Media

JAKARTA, Bisbistoday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan, Senin (15/5) ditutup menguat tipis 3,98 poin keposisi 6.711,4. Sementara indeks LQ 45 naik 2,77 poin ke posisi 934,99. Penguatan didorong oleh surplus neraca perdagangan Indonesia periode April 2025.

“Ekspor dalam negeri melanjutkan kinerja kontraktif, bahkan pelemahannya lebih dalam hingga minus 29,4 persen pada April 2023. Hal yang sama terjadi pada kinerja impor yang sebesar minus 22,32 persen dimana pelemahan kinerja menjadi lebih dalam. Meski demikian, neraca dagang masih mencetak surplus,” kata Tim RIset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Senin (15/5).

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar 3,94 miliar dolar Amerika Serikat (AS) periode April 2023, atau tiga tahun secara berturut-turut neraca perdagangan mengalami surplus.

Surplus tersebut dibentuk dari nilai ekspor periode April 2023 sebesar 18,03 miliar dolar AS dan nilai impor sebesar 15,35 miliar dolar AS.

Berdasarkan komoditas, surplus neraca perdagangan masih ditopang oleh komoditas non migas yang mencatat surplus 5,64 miliar dolar AS, sementara komoditas migas defisit sebesar 1,70 miliar dolar AS.

Bergerak ke Zona Hijau

Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG mulai bergerak ke zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor meningkat di mana sektor barang konsumen primer paling tinggi yaitu 1,15 persen, diikuti sektor kesehatan dan sektor barang konsumen non primer yang naik masing-masing 1,48 persen dan 0,62 persen

Sedangkan, empat sektor terkoreksi yaitu sektor properti turun paling dalam minus 0,98 persen, diikuti sektor teknologi dan sektor energi yang masing-masing minus 0,80 dan minus 0,65 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu SMIL, OKAS, AYS, SMKL dan FILM. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni AWAN, PTMP, HALO, IMAS, dan AGRO.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.250.818 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 19,44 miliar lembar saham senilai Rp10,42 triliun. Sebanyak 241 saham naik, 294 saham menurun, dan 209 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini, antara lain indeks Nikkei menguat 238,00 poin atau 0,81 persen ke 29.626,30, indeks Hang Seng menguat 343,89 poin atau 1,75 persen ke 19.971,13, indeks Shanghai menguat 38,38 poin atau 1,17 persen ke 3.310,74, dan indeks Strait Times menguat 3,13 poin atau 0,10 persen ke 3.211,68./

 

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Saham AS
BursaHEADLINE NEWS

Pasar Saham Masih Dibayangi Risiko Tinggi Walau Ada Upaya Dongkrak Carry Rupiah

JAKARTA, Bisnistoday – Pelaku pasar memperhatikan serius tawaran pemerintah dalam hal ini...

GEDUNG BEI
BursaHEADLINE NEWS

Tekanan Jual Asing Masih Kuat di Pasar Saham

JAKARTA, Bisnistoday – Tekanan jual (net sell) investor asing di pasar saham...

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Perkuat Sinergi dengan Mitra Strategis

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi BRI Life (BRI Life) memberikan apresiasi kepada...

Pasar Saham
BursaHEADLINE NEWS

Dibanding Pasar Emerging Market, Pasar Saham Indonesia Bergerak Anomali

JAKARTA, Bisnistoday - PT Samuel Sekuritas Indonesia menilai bahwa pasar saham Indonesia...