JAKARTA, Bisnistoday – Indonesia masih menjadi negara dengan nilai transaksi e-commerce tertinggi di Asia Tenggara. Bisnis e-commerce di Indonesia seperti dilaporkan ‘Momentum Works Straits Times Graphic’ telah menembus 51,9 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 773,7 triliun pada tahun 2022 kemarin.
Amir Widjaya, EVP Marketing and Lifestyle Business Division Head Bank OCBC NISP baru-baru ini mengatakan, transaksi e-commerce Indonesia jauh diatas Thailand sebesar 14,46 miliar dollar AS, Philipina hanya sebesar 11,4 miliar dollar AS, dan disusul Vietnam dan terakhir Malaysia masing-masing sebesar 9 miliar dollar AS dan 8,7 miliar dollar AS.” Transaksi e-commerce di Indonesia jauh diatas beberapa negara di ASEAN,” ujarnya.
Sementara, lanjut Amir Widjaya, platform yang paling dominan dalam transaksi di Asia Tenggara yakni Shopee, disusul Lazada dan Tokopedia. Beberapa negara masyarakatnya familiar dengan Tik tok Shop dan platform lainnya. “Untuk Indonesia pasar e-commerce didominasi oleh Shoppe dengan ceruk 35% sedagnkanTokoPedia 35%, serta lainnya adalah Lazada dan Bukalapak masing masing 10%, serta seisanya Tiktokshop dan Blibli dengan penggunaan 5% dan 4%.”
Berdasarkan data dari OCBC NISP Financial Fitness Index 2022 sebanyak 78% orang menghabiskan uang demi gaya hidup. Hal ini termasuk kebiasaan yang perlu diperbaiki, karena gaya hidup yang maksimal tidak menjamin sehat secara finansial. “Dalam dunia yang terus berkembang, kebutuhan dan keinginan untuk menikmati gaya hidup modern semakin tinggi, seperti nonton konser, me-time, ataupun travelling.”
Amir Widjaya mengatakan,”Kami melihat bahwa gaya hidup modern seringkali menghadirkan tantangan dalam mengelola keuangan dengan baik. Untuk itu, kami melengkapi NYALA Kartu Kredit & NYALA Global Debit ini dengan fitur yang dapat membantu nasabah menikmati hidup dan mengelola pengeluaran mereka baik di dalam negeri & di luar secara digital dengan cermat dan bijak.”




