JAKARTA, Bisnistoday,- Universitas Mercu Buana (UMB) memperkuat strategi internasionalisasi kampus melalui diplomasi budaya. Upaya tersebut diwujudkan lewat penyelenggaraan Intercultural Festival 2026 di Atrium Gedung E Kampus Meruya, Jakarta Barat, Selasa (7/7), yang mempertemukan mahasiswa dari sembilan negara bersama sivitas akademika serta dihadiri para chargé d’affaires, atase pendidikan, dan perwakilan diplomatik negara sahabat.
Festival yang diselenggarakan Biro Kerja Sama Universitas Mercu Buana itu menjadi ruang interaksi lintas budaya yang menampilkan kuliner, busana tradisional, seni pertunjukan, hingga permainan khas dari berbagai negara. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi kampus membangun ekosistem akademik yang inklusif sekaligus memperkuat kompetensi global mahasiswa.
Rektor Universitas Mercu Buana, Prof. Dr. Andi Adriansyah, M.Eng., mengatakan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu hidup dan bekerja dalam masyarakat global yang semakin terhubung.
“Festival ini bukan sekadar perayaan budaya. Ini adalah pengingat bahwa meskipun kita berasal dari negara, bahasa, tradisi, dan latar belakang yang berbeda, kita dipersatukan oleh kemanusiaan dan semangat untuk saling belajar. Pendidikan tinggi harus membekali mahasiswa dengan perspektif global, kompetensi lintas budaya, dan penghormatan terhadap keberagaman,” ujar Andi saat membuka acara.
Menurut Andi, Intercultural Festival mencerminkan komitmen Universitas Mercu Buana dalam membangun ekosistem pendidikan yang terbuka terhadap keberagaman. Ia berharap kegiatan tersebut mampu menjadi jembatan persahabatan, memperluas kolaborasi internasional, sekaligus mengikis berbagai prasangka yang masih muncul akibat perbedaan budaya.
Intercultural Festival tahun ini diikuti mahasiswa dari Indonesia, Yaman, Rwanda, Somalia, Filipina, Suriah, Rusia, Timor Leste, dan Pakistan. Setiap negara menghadirkan stan yang memperkenalkan identitas budayanya melalui makanan khas, minuman tradisional, pakaian nasional, hingga pertunjukan seni yang menarik perhatian pengunjung.
Kehadiran para perwakilan diplomatik turut memperkuat pesan bahwa kampus dapat menjadi ruang diplomasi antarmasyarakat (people-to-people diplomacy). Istri Duta Besar Yaman, Knooz Saggaf Abdulrahman Al-Saggaf, mengapresiasi penyelenggaraan festival tersebut sebagai wadah pertukaran budaya.
“Dari event ini kita bisa berkenalan dengan macam-macam adat dan budaya negara lain. Terima kasih atas sambutan dan persiapan yang sangat luar biasa. Semoga setiap tahunnya acaranya semakin baik,” ujarnya.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Universitas Mercu Buana, Dr. Irmulansati Tomohardjo, S.H., M.Si., berharap Intercultural Festival tidak berhenti sebagai perayaan budaya semata, melainkan menjadi awal lahirnya kolaborasi akademik, pertukaran budaya, dan jejaring internasional yang semakin luas.
Festival juga melibatkan berbagai organisasi mahasiswa, antara lain Unit Kegiatan Mahasiswa Jepang, UKM Korea Selatan, serta Unit Kewirausahaan Universitas Mercu Buana di bawah pembinaan inkubator bisnis kampus. Kolaborasi tersebut menghadirkan berbagai aktivitas interaktif yang memungkinkan pengunjung berinteraksi langsung dengan mahasiswa dari berbagai negara.
Bagi Universitas Mercu Buana, Intercultural Festival merupakan bagian dari strategi internasionalisasi yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah mahasiswa asing, tetapi juga pada penciptaan lingkungan belajar yang menghargai keberagaman sebagai modal penting menghadapi tantangan global. Melalui pengalaman lintas budaya tersebut, mahasiswa diharapkan memiliki kemampuan beradaptasi, berpikir terbuka, serta membangun jejaring internasional yang akan menjadi bekal dalam dunia profesional.(adit)








































