JAKARTA, Bisnistoday – Warga Kota Jakarta yang mencapai 11 juta jiwa dengan tingkat perputaran mobilitas manusia hingga 42 juta jiwa, menjadikan penggunaan ruang kota semakin sempit dan terbatas.Tidak sedikit dari pebisnis sudah menggunakan Gudang penyimpangan dalam menjalankan operasi usahanya.
Chief Marketing and Business Development Officer, PT Mega Manunggal Property Tbk (MMP), Irwanto Maruhum mengutarakan, mulai meningkatnya kebutuhan Gudang penyimpanan baik untuk individu maupun untuk kepentingan bisnis.”Banyak barang yang berada di kantor atau ditempat usaha yang penuh, sehingga ‘digundang’ menjadi solusi untuk kebutuhan pergudangan.”
Apalagi dalam keterangan, Irwanto menguraikan, bahwa Psilkolog lingkungan berpendapat bahwa kondisi ruang yang berantakan bisa mmeicu stress serta menurunkan konsentrasi atau fokus dan mengganggu kenyamanan. Tidak hanya itu, bahwa menurut survei urban lifestyle tahun 2024 kemarin terungkap sebanyak 7 dari 10 masyarakat kota merasa rumahnya banyak dipenuhi barang tidak terpakai.
Irwanto Maruhum menambahkan, konsep ‘digudang’ sebagai layanan personal storage yang seperti telah digunakan masyarakat, merupakan solusi penyimpanan modern untuk individu dan bisnis.” Kami telah melayani pergudangan bagi industri, dan digudang sebagai layanan untuk kebutuhan storage secara personal dan profesional.”
Ia menambahkan, ‘digudang’ didukung dengan pelayanan customer yang efisien serta gampang diakses. Bisa juga, booking dilakukan melalui online serta didukung sistem payment yang terintegrasi. “Customers kami juga fleksibel untuk sewa sesuai kebutuhan pribadi seperti hustlers, expatriate, renovasi rumah, atau bisnis skala UMKM maupun onlin shopper.”
Dengan lokasi yang strategis, lanjut Irwanto, optimistis masyarakat mendapatkan pelayanan teristimewa. Lokasi digudang berada di titik 0 Kota Jakarta, diapit dengan 3 akses tol serta berdekatan dengan Bandara Halim serta dilengkapi sistem pengamanan yang mupuni seperti CCTV 24 jam terus menerus./


