JAKARTA-Bisnistoday: Perang hanya menyisakan tragedi. Menurut badan PBB untuk anak-anak, UNICEF, lebih dari 340 anak tewas dan ribuan lainnya terluka sejak AS dan Israel melancarkan serangan mereka terhadap Iran.
Lembaga tersebut melaporkan, jutaan anak telah terjerumus ke dalam krisis akibat perang di Timur Tengah, termasuk pelibatan tentara anak, pengungsian paksa massal di Lebanon, dan pembunuhan ratusan anak di bawah umur.
UNICEF mengungkapkan korban jiwa anak terbanyak terjadi pada hari pertama perang ketika serangan rudal AS terhadap sebuah sekolah di Iran menewaskan sedikitnya 160 anak dan guru, pada 28 Februari 2026.
Mengutip laporan itu, Guardian mewartakan invasi Israel ke Lebanon dan serangan berkelanjutan mereka di Tepi Barat dan Gaza, telah memperparah konflik. Di seluruh wilayah tersebut, lebih dari 1,2 juta anak telah mengungsi.
“Anak-anak di wilayah ini terpapar kekerasan yang mengerikan, sementara sistem dan layanan yang seharusnya menjaga keselamatan mereka, justru diserang,” kata direktur eksekutif UNICEF, Catherine Russell.
Pengungsian Paksa
Menurut penilaian UNICEF, lebih dari 1,1 juta orang, termasuk hampir 400.000 anak-anak, terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat pemboman Israel dan perintah pengungsian di Lebanon. Hampir 90% dari jumlah tersebut tinggal di luar tempat penampungan dan banyak yang tidur di jalanan.
“Sekarang jam 5 sore dan kami belum makan apa pun hari ini,” kata Nigel Ahmed, sambil duduk di depan putrinya yang berusia delapan bulan, Zahraa.
“Kami hanya bisa memberi anak-anak teh dan sedikit roti. Roti tidak cocok untuk anak seusia ini, tapi mau bagaimana lagi?” kata pria berusia 52 tahun tersebut.
Di Gaza
Di Gaza, meskipun gencatan senjata telah berlangsung lebih dari lima bulan, para pejabat kesehatan di wilayah itu mengatakan setidaknya 50 warga Palestina telah tewas oleh pasukan Israel sejak konflik Iran meletus lebih dari sebulan yang lalu.
Jumlah korban anak-anak tidak jelas, tetapi pada 29 Maret, serangan udara Israel terhadap pos pemeriksaan menewaskan setidaknya enam warga Palestina, termasuk seorang gadis, menurut layanan penyelamatan setempat.
Jalur Gaza belum pulih dari 23 bulan pemboman Israel, yang menewaskan puluhan ribu orang dan menghancurkan rumah sakit dan sekolah dalam apa yang oleh penyelidikan PBB termasuk sebagai genosida.
Hingga Oktober tahun lalu, rata-rata setidaknya satu anak Palestina tewas setiap jam. Jumlah anak-anak yang tewas oleh pasukan Israel dalam perangnya di Gaza melampaui 20.000 pada akhir tahun lalu, menurut organisasi Save the Children.
Meskipun perang Iran tidak membuka front baru di Gaza, konflik tersebut telah meningkatkan ketidakamanan dan mengakibatkan intensifikasi operasi militer Israel.//



