JAKARTA, Bisnitoday – Pemerintah memastikan ketersediaan dan stabilitas harga barang kebutuhan pokok (bapok) tetap terjaga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), khususnya Idulfitri 2026. Melalui berbagai langkah pengawasan dan koordinasi lintas sektor, Kementerian Perdagangan (Kemendag) turun langsung memantau kondisi pasar agar masyarakat dapat menjalani Ramadan hingga Lebaran dengan tenang.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan, pemerintah terus memantau harga dan pasokan bapok di pasar rakyat maupun ritel modern. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap tersedia dengan harga yang wajar.
“Kemendag terus memantau di lapangan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan pasokan bapok tetap tersedia dan harga terkendali. Kami ingin masyarakat dapat menjalani Ramadan dan Lebaran dengan tenang karena kebutuhan pokok tersedia dengan harga yang wajar,” ujar Mendag Budi Santoso.
Sejak awal Ramadan hingga awal Maret 2026, Kemendag telah melakukan pemantauan di sejumlah daerah yang menjadi barometer harga pangan. Beberapa pasar rakyat yang telah ditinjau antara lain di Sukoharjo (Jawa Tengah), Palembang (Sumatra Selatan), dan Makassar (Sulawesi Selatan).
Sementara itu, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri juga melakukan pemantauan harga di sejumlah pasar di wilayah Jakarta Pusat, Tangerang Selatan, dan Depok. Dalam waktu dekat, Mendag juga dijadwalkan meninjau kondisi harga dan pasokan bapok di Kudus, Jawa Tengah, sebagai bagian dari upaya pengawasan rutin menjelang Lebaran.
Dari hasil pemantauan tersebut, pemerintah menilai kondisi pasokan pangan secara nasional masih aman dengan harga yang relatif stabil.
“Secara umum hasil pemantauan kami menunjukkan pasokan bapok nasional dalam kondisi aman dan harganya relatif stabil. Pemerintah terus memastikan pasokan mencukupi agar masyarakat dapat menjalani Ramadan dan Lebaran dengan tenang,” kata Budi.
Harga Sejumlah Komoditas Terpantau Stabil
Sejumlah komoditas pangan utama tercatat masih berada dalam kisaran harga stabil di pasar. Beberapa di antaranya: Daging sapi: Rp130.000–Rp140.000 per kilogram, Bawang merah: Rp35.000–Rp40.000 per kilogram, Bawang putih honan: Rp32.000–Rp35.000 per kilogram, Gula pasir: Rp17.000–Rp18.000 per kilogram, Beras SPHP Bulog: Rp12.200–Rp12.600 per kilogram,Daging ayam ras: Rp30.000–Rp32.000 per kilogram serta Telur ayam ras: Rp28.000–Rp28.800 per kilogram. Stabilitas harga ini menjadi indikator bahwa distribusi pangan masih berjalan baik meskipun permintaan biasanya meningkat menjelang Lebaran.
Kemendag juga memberi perhatian khusus pada daerah yang sebelumnya terdampak bencana banjir di Sumatra pada akhir 2025. Menteri Perdagangan meninjau langsung pasar rakyat di Pidie, Aceh, serta Tebing Tinggi, Sumatra Utara pada Februari 2026.
Hasil pemantauan menunjukkan aktivitas perdagangan di pasar-pasar tersebut telah kembali berjalan normal. Berdasarkan data Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), hingga 12 Februari 2026 sekitar 259 dari 274 gerai ritelatau sekitar 95 persen di wilayah Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh telah kembali beroperasi normal.
Imbauan Hindari Panic Buying
Menjelang Lebaran, Kemendag juga mengimbau masyarakat agar berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Menurut pemerintah, stok pangan nasional dalam kondisi cukup sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan barang.
“Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan senantiasa hadir untuk memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhannya dengan harga yang wajar dan pasokan yang terjamin,” tegas Mendag. Dengan pengawasan intensif, sinergi lintas kementerian, serta dukungan pelaku usaha dan pemerintah daerah, pemerintah optimistis stabilitas harga dan pasokan pangan dapat terjaga hingga puncak perayaan Idulfitri 2026./



