www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 4 Juli 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis Kemenperin Kawal Implementasi Program e-Smart IKM
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Kemenperin Kawal Implementasi Program e-Smart IKM

DIRJEN Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Perindustrian fokus kawal pelaksanaan transformasi digital industri termasuk dalam agenda Making Indonesia 4.0 yang dicanangkan sejak tahun 2018. Gerakan Making Indonesia 4.0 tidak hanya meliputi industri skala besar, namun juga industri kecil dan menengah (IKM).

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita mengatakan, dalam peta jalan Making Indonesia 4.0, IKM diarahkan untuk dapat memanfaatkan perkembangan teknologi melalui penguasaan literasi digital di sisi pemasaran dan penjualan, serta dukungan teknologi di sisi manufaktur untuk peningkatan nilai tambah dan daya saing produk.

“Kami memiliki program e-Smart IKM yang membantu pelaku IKM untuk memperluas akses pasar melalui pemasaran digital. Kami bekerja sama dengan marketplace ternama seperti Tokopedia, Shopee, BliBli, BukaLapak, dan juga asosiasi e-commerce Indonesia (idEA),” paparnya di Jakarta, Sabtu (11/11).

Program e-Smart IKM Ditjen IKMA sejalan dengan semangat Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) yang diluncurkan Presiden Joko Widodo. “Gernas BBI merupakan gerakan bersama antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk mencintai dan membeli produk lokal,” tutur Reni.

Baca Juga : IKM Tempe Lokal Tembus Pasar Global

Menurutnya, pemasaran digital menjadi keahlian yang harus dikuasai oleh pelaku usaha manapun di era modern. “Didorong oleh kondisi pandemi Covid-19 yang sempat melanda Indonesia dan peningkatan penetrasi teknologi digital di Indonesia, konsumen mengalami perubahan selera berbelanja, dari yang semula belanja secara konvensional dengan mengunjungi toko menjadi belanja daring (online),” ujarnya.

Hal ini didukung oleh data pengguna internet, pengguna e-commerce, dan nilai transaksi e-commerce Indonesia. Laporan “Digital 2023: Indonesia” mencatat pada Januari 2023 terdapat 212 juta pengguna internet di Indonesia, dengan penetrasi internet mencapai 77%.

Kemudian Statista Market Insights juga melaporkan bahwa ada 179 juta jiwa pengguna e-commerce di Indonesia pada tahun 2022, dan diprediksi mencapai 196 juta pada tahun 2023. Nilai transaksi e-commerce Indonesia, sebagaimana diprediksi oleh Bank Indonesia, berpotensi mencapai Rp572 triliun pada akhir tahun 2023.

“Kalau dilihat datanya, sebenarnya ini peluang yang harus dimanfaatkan. Sekarang hanya bermodal smartphone saja, pelaku usaha bisa memperluas pasar dan meningkatkan penjualan tanpa perlu keluar biaya dan energi besar dibanding cara pemasaran konvensional. Jadi, sudah murah, mudah, efektif juga, jadi sangat cocok untuk pelaku IKM,” lanjutnya.

Sosialisasi Melalui Lokakarya

Ditjen IKMA menggelar lokakarya bertajuk “Workshop Peningkatan Pemasaran Digital Bagi IKM Aneka, Kimia, Sandang, dan Kerajinan di Kota Bandung”. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian program e-Smart IKM 2023. Menurut Reni, pemasaran digital jika ditekuni pelaku IKM dan disertai dengan upaya pengembangan usaha lainnya akan memiliki dampak yang sangat besar dalam memenangkan kompetisi pasar.

Dalam acara pembukaan lokakarya, Reni memberikan kisah sukses jenama Kampoeng Radjoet yang menaungi Sentra Rajut Binong Jati Bandung, agar peserta semakin tertarik, termotivasi, dan terinspirasi untuk menerapkan pemasaran digital.

“Sejak 2015, Kampoeng Radjoet aktif mengikuti pelatihan pemasaran digital dan menerapkannya, termasuk program e-Smart IKM 2018. Hasilnya, mereka tidak hanya berhasil bertahan melewati masa pandemi, tapi juga berkembang hingga menjadi shopping village seperti sekarang,” pungkas Reni. “Kampoeng Radjoet juga tahun 2020 lalu dinobatkan sebagai akun baru terbaik Shopee karena berhasil mendapatkan 1.000 pesanan dalam sehari,” paparnya.

Reni juga berpesan kepada peserta lokakarya untuk terus aktif mencari ilmu, bermitra, berinovasi, dan melakukan upaya lainnya untuk terus meningkatkan daya saing. “Kisah sukses Kampoeng Radjoet tentunya bukan hasil yang dicapai sendiri. Mereka memberdayakan perajin sentra dan bermitra dengan berbagai pihak, jadi di era kolaborasi ini pelaku IKM memang sudah seharusnya turut melebarkan jaringan usaha,” tuturnya./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Produk fesyen
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Fesyen UKM Indonesia Makin Diminati Konsumen Korea Selatan

SEOUL, Bisnistoday -Produk fesyen pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) Indonesia mendapat...

HEADLINE NEWSHukum

Diperiksa KPK Soal Suap Hutan, Menhut Raja Juli Akui Kembalikan Amplop Bupati Kuansing

JAKARTA, Bisnistoday - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengakui adanya sebuah...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kemenkop dan Agrinas Palma Bangun Model Kemitraan Koperasi Sawit

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Koperasi dan PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menjalin...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Digelar Masif, Kemenkop dan Dekopin Gelar Kick Off Bulan Koperasi Indonesia

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Koperasi (Kemenkop) bersama Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) menggelar...